
Bayu yang terjatuh sudah tidak bisa berbuat apa apa selain menunggu serangan dari si medon. Untung saja nawang segera melesat untuk menyelamatkan bayu. Walau tak secepat wulan kekuatan nawang juga tidak bisa di anggap remeh karena nawang menguasai ajian gelap ngampar sama seperti wulan walau di tingkatan lebih rendah dan ajian pamungkas nawang bernama Upas Antaka. Ajian ini khas milik bangsa ular. Ajian ini mampu membunuh musuh hanya dengan menjilat bekas jejak kakinya saja. Sungguh ajian berbahaya maka dari itu nawang harus di waspadai.
"Susul temanmu yang sudah di motor biar pocong besar ini jadi lawanku selanjutnya."
Bayu segera berdiri dan berlari ke arah gerbang yang terbuka. Setelah itu bayu segera naik ke motor di ikuti aris dan segera pergi.
"Kenapa kau membela anak yang lancang itu. Aku sudah peringatkan jangan ganggu atau aku musnahkan." ucap si medon.
"Hahaha 🤣 Kau lucu sekali. Lihat bentukmu itu kayak lontong mau memusnahkan dia?.🤣🤣🤭 Semburanmu memang berbahaya tapi sayang akurasimu dalam membidik musuh itu jelek. Udah mggak usah banyak cing cong kita bertarung sekarang." Nawang mulai bergerak dan gerakannya seperti seorang penari. Yhup nawang sedang mencoba jurus barunya yaitu tarian kematian. Si medon bergerak menyerang nawang tapi benar semburan si medon tidak mampu mengenai nawang.
Nawang terus bergerak dengan lincah dan lembut. Mungkin lelah si medon diam lalu tidak di sangka kepala nawang berubah jadi kepala ular dan langsung melahap si medon itu.
"Ahhh kenyang rumayan rasanya enak." nawang memuntahkan lagi si medon yang sudah tak berdaya.
"Hmm aku udah kenyang." Ucap nawang lalu pergi mengejar motor bayu. Lalu jin yang di lawan nawang tadi apa kabarnya? Jin itu masih ada di dalam dan tergeletak tak berdaya terkena hipnotis ajian gelap ngampar. Ajian gelap ngampar punya 2 fungsi yaitu menjebak lawan untuk masuk ke dimensi hitam atau menyerang dengan kekuatan petir yang dahsyat bahkan wulan bisa menciptakan hujan petir melalui ajian gelap ngampar. Dari sini sudah jelas terlihat bahwa nawang bertipikal menjebak bukan menyerang. Jurus tarian kematian juga sebenarnya memiliki daya hipnotis yang kuat. Manusia yang terkena jurus ini pasti akan terbuai keindahan gerakan si penari lalu dengan mudah manusia itu di kalahkan. Medon tadi juga hampir terkena hipnotis tapi ilmunya mampu menghalau hipnotis itu dan langsung menyerang nawang tapi benar kata nawang akurasi semburan medon itu buruk jadi tidak bisa mengenai nawang.
Singkatnya bayu sudah sampai rumah setelah tadi mengantar aris pulang. Bayu langsung cuci muka kaki dan tangan lalu masuk kamar untuk tidur. Setelah tertidur bayu merasakan ada seseorang yang berada di sebelah tempat tidurnya. Orang itu berbisik "Bagus itu tadi ujian pertamamu" Suaranya seperti kakek kakek. Di mimpinya bayu bertemu kakek kakek yang dulu menemuinya.
"Tidak perlu heran aku sudah pernah menemuimu. Aku hanya ingin berpesan sekali lagi. Jangan pernah bosan berbuat baik kepada orang lain. Sekarang jiwa jiwa yang terkurung di rumah makan itu sudah bebas. Dan perlu kamu tahu sebenarnya medon dan jin itu emang suruhanku untuk mengetes kemampuanmu sudah sampai mana." Setelah berkata seperti itu bayu terbangun dan ternyata sudah pagi hari.
"Nyenyak banget tidurmu." ucap nawang yang sudah di samping tempat tidur bayu.
"Iya capek banget. Kok lu di sini?" tanya bayu.
"Apa bahasamu dengan wulan seperti ini gw elu?" tanya balik nawang.
"Ya nggak tentu sih emang kenapa?" tanya bayu lagi.
"Kita ini jin juga sama seperti kalian para manusia. Kita punya perasaan jadi ibarat kata jika sesama manusia harus sopan santun kenapa dengan jin tidak?"
"Ohh elu gw kurang sopan menurutmu?" tanya bayu.
"Menurutku iya tapi entah dengan wulan. Ohh iya aku cuma mau bilang hari ini aku ikut denganmu kemana mana."
"Hah ngapain?"
"Karena bunda ratu sudah kembali ke istana."
"Terus apa wulan juga sudah kembali?" tanya bayu antusias.
"Belum dia sedang di suatu tempat tidak bisa di ganggu. Ya udah aku pergi dulu memantau dari kejauhan." ucap nawang lalu menghilang.
Sampai di sekolah seperti biasa tidak ada yang aneh sampai pukul 12 siang saat terik matahari bersinar kelas 12 di gegerkan dengan seorang siswa yang mengamuk layaknya seekor harimau. Siswa itu adalah zola.
Bayu melihat tatapan zola bagaikan hewan yang sangat buas siap menerkam mangsanya. Meja dan kursi di buat berantakan di pinggir sampai di tengah ruangan kosong hanya zola sendirian. Tak berselang lama pak arif bersama aris datang.
"Mas mas kayaknya mas zola kerasukan deh. Ayo bantuin mas kasihan." Ajak aris.
"Sedang mengejar siluman harimau ya? Lebih baik kau jaga anak sok jago itu." ucap rindu berdiri lalu pergi.
Bayu tidak bisa berkata kata bukan karena ucapan rindu tapi karena muka rindu yang aneh dan seram.
"Sebenarnya dia itu manusia apa setan sih kok punya taring." batin bayu.
Setelah itu bayu tersadar tujuan awalnya tadi apa. Tapi siluman itu sudah tidak tercium keberadaannya.
Bayu langsung ke UKS dan nampak zola sudah siuman.
"Kemana harimau itu?" tanya zola ke bayu.
"Harimau apa?" tanya bayu pura2.
"Jangan sok nggak tahu lu. Tadi harimau itu datang buat ngejagain gw kemana dia?" tanya zola marah.
"Jadi lu sengaja panggil dia? buat ngejagain lu? Tadi lu ngamuk ngamuk nggak jelas zol. Siluman itu cuma mau manfaatin elu."
"Ahhh bodo amat gw mau cari tuh harimau." dengan langkah gontai dia keluar dari UKS dan berniat mencari siluman itu.
Bayu ingin mencegah tapi aris memegang tangan bayu.
"Kayaknya mental zola udah nggak beres mas. Percuma kita mencegahnya."
"Hah? terus bakal kita biarin dia seperti itu? Nggak ris bakal gw bantu karena dia pernah jadi bagian dari kita." bayu melepas tangan aris dan mengejar zola tapi benar kata aris zola sudah tidak bisa di temukan entah kemana dia pergi.
"Dia sedang menuju lereng gunung Argopiro untuk mencari siluman tadi." ucap rindu yang tiba tiba muncul.
"Lu tahu semua tapi kenapa lu nggak bantu?" tanya bayu kesal.
"Aku bukan seorang pahlawan kesiangan." Rindu berjalan pergi.
Bayu dan aris tidak habis pikir dengan kelakuan rindu yang sangat misterius ini.
"Mas aku kok penasaran ya sama cewek itu. Gimana kalau kita cari tentang dia." ucap aris.
"Iya gw setuju ris tapi kita harus selametin zola dahulu." Ucap bayu.
"Tidak. Temenmu sudah berada di jalan yang salah. Dan lereng Argopiro terkenal dengan sarang siluman harimaunya. Orang yang sudah niat datang ke sana untuk mencari kekuatan sudah menjadi bagian mereka sebagai siluman." Tiba2 nawang muncul.
Tiba2 aura di sekolah berubah jadi panas saat nawang muncul.
"Jadi zola sidah jadi siluman harimau?" tanya bayu.
"Sekarang belum tapi secepatnya dia akan jadi siluman. Aku pergi dulu karena penghuni sekolah tidak suka dengan keberadaan ku di wilayah mereka." Nawang segera mengilang.