INDIGO & 7

INDIGO & 7
38. Indigo juga.



Di hutan preman preman itu sudah menyerah dan memilih kabur saja karena mereka sudah babak belur saling hajar satu sama lain. Tapi aneh anak yang melihat bayu kw dari tadi masih diam di tempat tidak bergerak ataupun lari.


"Kamu siapa sebenarnya bisa bergerak secepat itu? Manusia biasa mustahil bisa bergerak secepet kamu." ucap anak itu.


"Buat apa lu tahu gw siapa? terus lu kenapa nggak lari sama temen temen lu itu?" tanya bayu kw balik.


"Aku bukan teman mereka. Aku hanya gelandangan yang di bawa mereka." ucap anak itu.


"Tujuannya apa lu di bawa mereka?" tanya bayu kw.


"Kalo aku ikut mereka aku dapet bayaran buat aku makan. Tapi itu hanya sementara sampai aku bisa dapet tempat tinggal setelah itu aku bisa cari uang dengan kerja."


"Lu bisa lihat gw ini siapa?" tanya bayu kw.


"Kamu pasti setan yang berubah jadi orang kan. Kakimu aja nggak napak ke tanah."


"Oke gw ini memang bukan manusia tapi bukan setan juga. Tapi intinya gini lu tahu kan preman tadi itu salah jadi gw mau kasih lu tempat tinggal dengan syarat nggak ikut preman lagi. mau nggak?"


"Mau mau tolong kasih tempat tinggal." ucap anak itu mendekat ke bayu kw.


"Yaudah pejamkan matamu!"


Anak itu menurut dan di bawalah anak itu ke sebuah gubuk di desa bayu. Gubuk itu dulunya tempat tinggal seorang pemulung tapi karena faktor usia pemulung itu meninggal dunia.


"Buka matamu."


"Ini rumah untuk aku?"


"Ya adanya gubuk ini tapi setidaknya di sini aman dan bisa di buat berteduh saat hujan dan panas menyengat."


"Iya iya makasih banyak sudah bantu aku. Sekarang aku mau ngamen dulu buat cari uang untuk beli makan."


Wulan sudah kembali menjadi dirinya yang asli.


"Tidak perlu di dalam sudah ada 2 bungkus nasi beserta lauknya. Hari ini kamu bisa berbenah di gubuk ini besok baru cari kerja." ucap wulan yang berubah lembut karena iba.


"Iya mbak. Mbaknya ini apa sih kok cantik banget? Jangan jangan bidadari ya?" ucap anak itu sambil masuk gubuk dan duduk di kursi lalu makan.


"Bukan. Namamu siapa?"


"Naaaku aiiisss." ucap anak itu dengan mulut penuh."


"Di telan dulu baru ngomong."


"Ahh namaku aris mbak."


"Orang tuamu mana?"


"Kata bu panti orang tuaku meninggal karena kecelakaan."


"Berarti kamu dari panti. Kenapa keluar dari panti?" tanya wulan.


"Bu panti yang mengurus dari aku kecil sudah meninggal di gantikan anaknya yang jahat mbak. Setiap pagi sampai siang kami anak panti di suruh mengemis di lampu merah dan tempat tempat ramai. Pokoknya kejam banget orangnya terus aku dan beberapa temanku punya rencana kabur. Akhirnya kami bisa lolos mbak tapi sayang teman temanku di tangkap sama orang suruhan bu panti yang baru."


"Kamu kelas berapa sih?"


Kasihan sekali anak ini, Dia punya kemampuan di atas rata rata bisa berbahaya kalau dia salah jalan.


Skip ke malam harinya bayu sedang tidur pulas lalu wulan masuk ke dalam alam mimpi bayu.


Dalam mimpi bayu berada di sebuah taman yang sangat indah dan muncul cewek cantik dengan pakaian sangat modis. Cewek itu mendekati bayu yang tengah berdiri terpesona keindahan taman dan keindahan paras cewek itu. Siapakah cewek itu? Jika kalian menjawab itu wulan masih meleset karena cewek itu adalah nafia. Ya sosok yang di sukai bayu akhir akhir ini datang ke mimpinya. Di hadapan bayu nafia mengajak bayu duduk di sebuah kursi dan nafia menyandarkan kepalanya di bahu kanan bayu lalu tangan bayu mengelus rambut nafia yang baunya sangat harum.


"Kenapa kamu bersedih sayang?" tanya nafia.


Bayu bingung dengan 2 hal pertama kenapa nafia memanggilnya sayang kedua bayu tidak sedang bersedih.


"Aku gapapa kok. Pagi ini kamu cantik banget." ucap bayu jujur.


"Iya aku ingin tampil sempurna hari ini hanya untukmu sayang."


"Apa alasannya kamu ingin tampil sempurna sayang? Tiap hari kamu udah cantik kok." ucap bayu.


"Aku ingin mengajakmu ikut bersamaku. Apa kamu mau ikut sayang?" tanya nafia yang kini telah tidur di pangkuan bayu.


"Ikut kemana sayang?" tanya bayu.


"Ke dunia tempat kita bisa hidup bersama tanpa mengenal apa itu perbedaan. Bukannya itu yang kamu inginkan sayang?" tanya nafia.


"Aku m....." ucap bayu terhenti ketika sosok wanita berpakaian putri ala kerajaan datang dan menyerang nafia. Ya sosok nafia terserang bola bercahaya yang di keluarkan wanita itu. Sosok nafia mengaduh kepanasan lalu berubah jadi wanita buruk rupa dengan wajah gosong. Bayu segera berlari untuk bersembunyi sambil mengintip siapa kedua wanita itu.


'Dasar setan tak tau malu. Kau menantangku hah? baru juga di tinggal sebentar sudah ada yang ganggu.' ucap wulan.


'Kita di ciptakan untuk menggoda manusia. Kamu pasti juga punya maksud tertentu hingga mau menjaga anak manusia itu seperti babu. Padahal manusia itu tidak ada apa apanya di bandingkan kekuatan kita.' ucap sosok gosong itu.


'Aku tidak sepertimu wahai setan busuk.'


'Omong kosong. Jangan munafik kamu pasti mengincar mata anak itu kan. Karena mata itu bisa membuatmu hidup abadi kecuali hari akhir telah tiba.'


'Hah...banyak omong hyaaaa....' ucap wulan lalu meyerang sosok gosong itu dengan kecepatan kilat tapi sosok gosong itu bisa berpindah tempat dengan cepat juga.


'Kamu berada di alam mimpi ciptaanku. Seberapa hebat kemampuanmu di alam ghaib tidak akan mampu mengalahkanku ha ha ha..' ucap sosok gosong itu lalu tertawa.


Bayu jadi takut karena taman yang tadinya indah berubah jadi taman penuh bunga mawar hitam. Langit yang cerah berubah jadi malam.


Sesaat bayu ingat sosok berpakaian keraton itu. Bayu ingat itu adalah wulan dan tebakan bayu selama ini memang benar wulan bukan manusia jadi dia harus cepat cepat keluar dari taman ini.


Mengetahui seberapa cepat wulan menyerang selalu gagal wulan berhenti sejenak dan berpikir.


'Seranganku zonk karena dia cepat, bukan dia bukan cepat tapi dia berpindah tempat. Walau dia bisa berpindah tempat dia tidak menyerang maka akan ku tunggu dia menyerang apakah dia bisa berpindah tempat juga'


Wulan memasang kuda kuda pertanda dia akan menggunakan mode pertahanan.


'Buat apa kau pasang kuda kuda? Ayo sini serang!' tantang sosok gosong itu.


'Kalau ilmumu lebih tinggi jika di alam ciptaanmu ayo tunjukan atau memang kau setan lemah yang hanya bisa lari.' ucap wulan memprovokasi agar sosok itu menyerang.


'Sialan beraninya kau merendahkanku. Aku bukan setan biasa grrrrraaarrrr' sosok itu marah dan menyerang wulan ternyata kecepatannya biasa saja saat mode menyerang berarti alam mimpi ciptaannya masih cacat.


...Lanjut chapter selanjutnya>>>...