
Setelah duduk santai di alfa dimas mulai bicara.
"Orang yang mengirim ilmu hitam namanya darmo. Darmo ini bapak dari anak yang pernah kalian kalahkan bernama bono. Kalian kenal dengan bono ini?" tanya dimas.
"Ya kita tahu mas. Kita berlima dulu pernah melawan bono tapi setelah bono kalah saat perang dahsyat itu kami tak pernah ketemu dengannya." Jawab agus.
"Perlu kalian ketahui bono saat ini masih hidup tapi berbeda alam dengan kita. Dia tersesat di alam jin dan bapaknya si darmo ini berusaha mencarikan wadah untuk bono supaya bisa hidup lagi tapi hanya ada 1 wadah atau jasad yang pas untuk bono yaitu tubuhnya bayu. Kata syekh juki bayu ini keturunan dari kerajaan majapahit dan si darmo mencari si bayu ini. Tapi si bayu sedang tidak ada di malang efeknya darmo banting stir dan malah mencari tumbal supaya lebih kuat."
"Ris qpa yang di cari bapaknya bono ini mas bayu ya?" tanya agus.
"Masa iya sih gus kan di malang yang namanya bayu banyak."
"Tapi di logika deh katanya bayu yang di maksud sedang tidak ada di kota dan sekarang mas bayu sedang liburan kan pas."
"Iya juga sih."
"Kenapa kalian kenal sama bayu? Udah itu jangan di pikirin yang terpenting kita lawan dulu si darmo sebelum korban semakin banyak."
"Kalian kapar nggak?" tanya dimas.
"Enggak mas." jawab aris dan agus.
"Ya udah kita langsung ke rumah akong yuk."
Mereka berdua hanya mengikuti dimas termasuk saat dimas berhenti untuk membeli kembang setaman dan beberapa dupa. Kita skip aja karena tujuan dimas ke rumah akong hanya untuk meminta bantuan pasukan kera saat menghadapi darmo nanti.
"Mas nanti aku nggak bisa ikut soalnya rumahku jauh dan aku udah keluar dari pagi jadi nanti nggak mungkin di kasih ijin keluar lagi." ucap agus.
"Oke nggak masalah tapi bantu do'a dari rumah ya."
"Siap mas."
Singkatnya agus pulang dan dimas juga pamit pulang. Kata dimas nanti malem jam 10 pas aris pulang dari warung dia akan datang ke rumah aris dan di situ mereka akan melakukan perang. Kenapa di rumah aris yang sempit itu? Karena tujuannya untuk menyembunyikan raga kasar supaya tidak di masuki jin jahat.
Malamnya aris baru saja sampai rumah 2 motor memasuki area TPS.
"Assalamu'alaikum." Ucap dimas dan 2 temannya.
"Wa'alaikumsalam. Aku kira siapa ayo masuk mas." ucap aris membuka pintu.
"Ini mas adanya air putih sama bakso dari warung."
"Asik pas banget gw belum makan." ucap temennya dimas.
"Hush nggak sopan. Nggak usah repot2 ris aku udah kenyang kok." ucap dimas.
"Hehe nggak repot kok. Aku sengaja tadi bawa dari warung. Ayo makan dulu." Akhirnya mereka makan dulu.
"Duh kenyang jadi ngantuk."
"Heh lu gw ajak buat perang malah mau molor." Tepuk dimas ke wajah temennya itu.
"Oh ya ris kenalin ini yang banyak omong namanya lukman temen di pondok. Nah ini Adi temen pondok juga."
"Hallo mas aku aris. Jadi kita ritual kapan mas?"
"Ada mas bentar." Aris menggelar tikar.
Mereka bersila di atas tikar dan satu persatu sukma keluar dari raga.
"Kamu udah pernah meraga sukma ris?" tanya dimas.
"Belum mas emang kenapa?" jawab sukma aris.
"Kok mudah banget ngeluarin sukmamu."
Setelah itu mereka bertiga melesat entah kemana aris yang tertinggal bingung sampai adi menjemputnya dan mereka melesat mengikuti dimas dan lukman. Dimas mengisyaratkan berhenti di rerimbunan pohon di depan terlihat rumah biasa tapi aura hitam terasa begitu kuat di sana.
"Itu rumah darmo sepertinya dia sendirian di rumah ayo kita serang."
"Tunggu!." ucap adi mencegah dimas yang akan maju.
Sebab adi mencegah karena dia melihat beberapa kunti merah, genderuwo,pocong dan jin datang.
"Lihat siapa yang datang." ucap adi.
"Wah gawat ini. Rencanaku akong aku bawa buat melawan si darmo ehh ada yang jaga. Kalian bertiga bisa nggak mengatasi jin dan yang lain?" tanya dimas.
"Aku nggak bisa bertarung mas." ucap aris membuat dimas agak kaget.
"Kamu nggak bisa mengeluarkan tenaga dalam? Terus kamu bisa apa? katanya dulu kamu ikut perang ghaib."
"Aku tukang atur strategi mas." ucap aris lemah.
"Hmm tak berguna ngajak dia." Batin dimas tapi aris tahu ucapan dimas itu. Aris hanya diam karena dia sendiri merasa tak berguna dalam pertarungan.
"Ya udah aku sama adi aja yang hadapi jin jin itu lu sama aris yang masuk." ucap lukman.
"Aku jaga di sini aja memantau kalau kita kalah dalam pertarungan cepat kembali jangan sampai kita mati di sini." ucap aris.
"Oke." Jawab dimas sepertinya tidak suka jika aris ikut masuk.
Kali ini adi dan lukman keluar mengendap endap masuk ke halaman rumah darmo yang tanpa pagar itu. Sampai di dekat pintu serang tak terduga mengenai adi dan lukman sampai mereka terpental. Ternyata yang menyerang adalah 4 kunti merah dan 3 pocong. Mereka mengejar adi dan lukman tapi adi dan lukman malah menyerang balik mereka. Sulit di perkirakan kalau adi dan lukman bisa beetarung dengan gesit. Saat kunti dan pocong terdesak mundur lalu menghilang muncul genderuwo yang tinggi besar. Adi dan lukman nyalinya seperti menciut karena ukurang mereka kalah besar. Genderuwo itu menyerang membabi buta ke segala arah tapi adi dan lukman masih bisa menghindar. Di sini aris merasa dimas harus ikut membantu kalau tidak mereka akan di kalahkan genderuwo itu.
"Mas apa nggak sebaiknya kamu membantu mereka?" ucap aris.
"Tunggu dulu mereka belum mengeluarkan kemampuan aslinya." Jawab dimas yang fokus menatap pertarungan itu.
Saat adi dan lukman menghindar tubuh mereka langsung di pegangi oleh 4 kunti merah yang tadi menghilang. Tiba tiba wush dimas melesat menerjang genderuwo yang akan menendang tubuh lukman. Dengan beringas dia menyerang genderuwo yang besar tapi lambat itu. Dimas mengeluarkan kerisnya sambil terbang ke arah genderuwo raksasa itu.
"Mati kau!" Dimaa menusuk dada genderuwo itu dan kress Keris itu menembus si genderuwo lalu hancur tinggal bau sangit yang tersisa. Dimas melihat adi dan lukman yang di pegangi kunti merah itu sedang di cakar cakar oleh kunti sialan itu.
Saat dimas melesat ke arah temannya itu suara tepuk tangan terdengar dari pintur depan. Dimas berhenti.
"Prok prok prok prok.. Bagus bagus yang di tunggu belum datang tapi yang datang orang lain yang mau ikut campur." Dimas tak banyak omomg melesat ke arah darmo dengan mengacungkan kerisnya itu. Tapi itu sebuah hal bodoh karena sebaiknya dimas menyelamatkan kedua temannya terlebih dahulu. Brakk... Dengan kecepatan kilat entah datang darimana sosok telanjang berkulit merah memukul dimas sekuat tenaga sampai dimas terpental dan muntah darah. Di lain sisi adi dan lukman sudah di penggal kepalanya oleh kunti merah itu. Aris dengan mata kepalanya sendiri melihat itu semua tanpa bisa berbuat banyak. Dimas yang terpental dan muntah darat merasakan ada sesuatu yang membawa tubuhnya. Akong monyet peliharaan dimas muncul membawa dimas,adi dan lukman pergi secepat kilat. Aris yang tertinggal hanya bisa diam tapi dia masih bisa melihat kepala adi dan lukman yang tergeletak do atas tanah.
"Hahaha... Mau macam macam dengan ki darmo kusumo." Ucap darmo angkuh lalu masuk ke dalam rumah di ikuti semuanya. Dari situ aris melihat sosok yang meninju dimas sampai terpental dan muntah darah tadi. Dia berbentuk pria yang setengah tua badan berotot berkulit merah padam mata aneh dan memiliki ekor. Aris menebak itu sebangsa jin.