INDIGO & 7

INDIGO & 7
TPW.



Sampai di TPS desa bayu melihat gubuk tua dan anak itu menunjuk gubuk itu sebagai rumahnya. Bayu mengantar anak yang bernama aris itu masuk dan di dalam hanya ada kasur lusuh,meja panjang, dan kursi dari kayu.


"Kamu tinggal di sini udah lama?" tanya bayu.


"Baru 3 hari mas. Maaf kak nggak bisa nyuguhin minum atau apapun." ucap aris dari kasur lusuhnya.


"Gapapa bentar ya ris aku mau ke luar dulu temenku nelpon." ucap bayu keluar dari gubuk.


"iya mas."


📞"Hallo"


📞"Kak bayu sekarang di mana? Aku udah di mobil nih."


📞"Aduh aku lagi di TPS nih kamu pulang aja fi."


📞"Loh ngapain di TPS jangan jangan anak tadi kakak buang di TPS.🤣"


📞"Ya enggak lah anak tadi emg rumahnya di sini. Kalau mau ke sini aku share lokasinya aku mau ke indomart dulu."


📞"Oke siap kak meluncur. Hati hati kak."


Selesai telpon bayu menuju indomart dengan motornya. Skip selesai belanja bayu segera bergegas ke TPS lagi dan sudah ada mobil Toyota di samping TPS.


"Pak di dalem ada siapa?" tanya bayu ke sopir mobil itu.


"Non ana di dalam. Kamu siapa?"


"Aku bayu om. Yaudah aku masuk duluan."


Ternyata di dalam sudah ada nafia.


"Fi kamu dateng naik mobil di depan?"


"Iya kak. Bawa belanjaan banyak banget mau masak?"


"Enggak ini buat aris. Siapa tahu dia butuh kan kita nggak mungkin nginep di sini."


"Ohh iya tuh. Adek bisa masak?" tanya nafia.


"Bisa mbak dikit dikit hehe.."


"Btw kata sopirnya dia nganter non ana. Siapa tuh ana?" tanya bayu sambil duduk minum aqua.


"Hehe keluargaku manggil aku ana kak. Aneh ya"


"Enggak kok biasa aja. Ohh iya bisa jagain aris bentar nggak? aku mau pulang ganti baju trs ke sini lagi."


"Aku gapapa mas ngapain di jaga. Kalian pulang juga gpp dan makasih udah bawain banyak makanan dan buah hehe.."


"Santai dek kak bayu baik kok. Yaudah aku jagain kak tapi jangan lama2 ya." jawab nafia.


"Iya iya nanti kalau lama rindu ya sama aku." goda bayu.


"Ihh apaan sih kak buruan pulang." muka nafia memerah.


"Iya2 cantik. Ris tak pulang dulu ya."


"Iya mas ati2 jangan ngebut nanti nabrak lagi haha.."


"Maunya nabrak yang lagi memerah pipinya itu loh ris. wkwk"


Bayu pulang dan memberi tahu ibunya tentang kejadian tadi. Ibu bayu marah besar mengetahui anaknya teledor dan hampir membunuh orang lain. Tapi setelah bayu berkata dia bertanggung jawab emosi ibu bayu mereda.


Setelah mandi, makan, dan ganti baju bayu kembali ke TPS menemui aris yang sedang di suapin buah oleh nafia.


"Mau dong di suapin juga." ucap bayu di depan pintu.


"Ihh kak bayu ngagetin aja deh. Tuh makan sendiri kak masih banyak" tunjuk nafia.


"Minimal kupasin lah fi." pinta bayu.


"Yaudah bentar. Itu apa kak?" tunjuk nafia ke plastik besar yang di bawa bayu.


"Ini baju baju aku yang udah nggak muat ada juga yang jarang aku pakek. Ris bajumu di sini dikit kan nih cobain bajuku pas, nggak."


"Coba lihat mas."


Nafia mengupas buah dan bayu membantu aris memakai baju dan ternyata pas.


"Wah pas mas"


"Hehe iya ris ini tuh bajuku waktu smp semua. Tuh celana juga ada di plastik nanti kamu pilah pilah sendiri ya."


"Siap mas. makasih banyak loh udah repot2" jawab aris senang.


"Iya mbak ati ati2."


"Iya fi selamat sampai tujuan ya."


Setelah nafia pergi aris bertanya ke bayu.


"Mas kamu cocok lo sama mbak fia. Kayaknya mbak fia juga suka sama mas bayu."


"Ahh tau darimana kamu ris ris. udah kamu istirahat gih pasti capek. Pelan pelan."


Aris istirahat dan bayu mengamati aris yang tengah tertidur lalu Sett...


Muncul bayangan seorang wanita dewasa bersama seorang laki laki yang seumuran dengannya. Sepertinya kedua orang itu sepasang suami istri.


Keduanya sedang bertapa di sebuah goa yang bayu tidak mengetahuinya.


"Niat kalian untuk bertemu denganku sangat besar apa keinginan yang kalian minta?" ucap sebuah suara.


"Saya ingin kekayaan yang melimpah." ucap si suami.


"Dan saya ingin keturunan mbah." ucap si istri.


"Ada keinginan lainnya?"


"Saya juga ingin usaha saya jualan bakso semakin maju."


"Baiklah permintaanmu bisa aku kabulkan. Tapi ada syaratnya."


"Apa syarat yang harus kami lakukan?"


"Syarat pertama kalian tidak boleh makan yang mengandung gula. Kedua kalian tidak boleh berhubungan badan setiap malam jum'at legi. Ketiga anak pertama kalian harus kalian serahkan kepadaku. Apa kalian siap memenuhinya?"


"Jadi anak pertama kami jadi tumbalnya?" tanya si suami.


"Apa tidak bisa di ganti dengan tumbal lainnya?" tanya si istri.


"Tidak bisa anak pertamamu harus kalian serahkan kepadaku setelah itu baru kalian bisa ganti dengan anak kambing yang berumur 2 minggu kurang. Jadi bagaimana kalian ingin lanjut atau pulang dengan tangan kosong?" tanya suara itu.


Mereka diam sepertinya sedang berpikir sejenak. Lalu si suami berkata "Baik saya siap memenuhi syarat itu."


"Bagus bagaimana dengan istrimu itu?"


"Tekat kami datang ke sini sama yaitu menjadi kaya jadi kami berdua siap."


"Baiklah kalau begitu kalian boleh meninggalkan tempat ini lalu pulang lihat isi lemari kalian." ucap suara itu.


Bayangan selanjutnya bayu melihat pasangan suami istri itu sudah di rumah. Mereka menggenggam banyak uang di atas kasur. Sepertinya mereka sudah terjerumus ke jalan yang sesat.


Setelah itu bayu di perlihatkan pada suatu malam si istri di tiduri sosok hitam bertanduk. Si suami hanya diam di ruang tamu sambil menonton tv tidak tahu apa yang terjadi di kamarnya. Setelah itu bayu melihat si istri sudah mengandung dan kini rumah mereka sudah berganti.


Si istri berkata pada suaminya.


"Mas sebentar lagi anak kita lahir. Apa iya setelah lahir kita harus menyerahkan anak kita ini untuk makhluk itu?" tanya si istri.


"Mau gimana lagi dek kita udah menyetujui syarat dari makhluk itu dan kita udah kaya sekarang. Usaha bakso mas juga udah berkembang di sana sini. Kalau kita ingkar apa kamu siap hidup miskin lagi?" jelas si suami.


"Kita sembunyiin harta kita dari makhluk itu terus kita batalkan perjanjian itu lalu kita hidup bahagia sebagai keluarga kecil." ucap si istri.


Si suami berpikir sebentar.


"Baiklah tapi jika anak kita lahir terus itu datang menagih janji kita gimana?"


"Kita sembunyiin anak kita terus kita siapkan anak kambing yang banyak sebagai ganti anak kita."


"Kita sembunyiin di mana dek? kita di sini merantau. Keluarga kita juga udah lost kontak sejak kita nikah lari dulu."


"Kita titipkan pak kiai saja mas. Sekalian minta petunjuk darinya."


Gelap..


Bayu membuka mata sudah jam 7 malam.


"Mas mas udah bangun. Udah malem mas nggak pulang?" tanya aris di samping kursi tempat bayu berbaring.


"Iya ris udah malem mas pulang dulu ya." ucap bayu duduk lalu berjalan keluar rumah.


Brakk... bayu menabrak pintu gubuk.


"Aduh siapa sih yang naruh pintu di sini." ucap bayu emosi sambil mengusap mukanya.


"Mas yang nabrak kok nyalahin pintu sih." jawab aris sambil tertawa cekikikan.