INDIGO & 7

INDIGO & 7
Tanpa wulan.



Sore hari bayu jalan jalan ke tempat wisata yang buka sore hari sampai malam. Tempat ini indah walau agak ramai tapi enak buat sekedar jalan jalan bareng pacar. Di tepi kolam bayu dan nafia duduk sambil memberi makan ikan.


"Yank wajahmu kok kayak kelelahan gitu sih." ucap nafia.


"Hehe iya tadi pagi habis joging tapi ke jauhan jadi capek banget." ucap bayu.


"Oh iya wulan kemana ya kok dari aku sadar sampai sekarang nggak ada." Batin bayu lalu memanggilnya dan nihil wulan tidak datang.


"Apa dia sibuk ya?" Batin bayu lagi.


"Yank malah ngelamun di ajak ngomong juga." protes nafia yang di acuhkan bayu.


"Iya iya say apa sih?" tanya bayu.


"Itu yank bulannya lagi indah banget. bulan purnama yang tak tertutupi awan jadi kelihatan jelas. Tuh ada bintang bintang juga kemerlip." celoteh nafia.


Saat melihat bulan bayu melihat wajah wulan di di bulan itu.


"Yank." panggil nafia.


"Iya say?"


"Jika kamu di beri 1 kesempatan untuk mengabadikan suatu peristiwa atau momen kamu pilih momen seperti apa?" tanya nafia.


Bayu menerawang jauh.


"Mungkin momen saat kita sudah menikah punya anak 2 dan di dekat kita ada orang tua kita yang tersenyum bahagia." jawab bayu.


"Apa itu akan benar benar terwujud yank?" tanya nafia lagi.


"Tentu kita akan menikah suatu saat nanti memang kamu nggak mau nikah denganku?" tanya bayu heran.


"Sebuah impian terbesarku bisa hidup bersamamu sampai menua bersama yank. Tapi.... Aku Tidak yakin."


"Hmm pasti tentang kepercayaan mu kan. Iya sih itu berat tapi ya sudahlah kita jalani aja toh masa depan kita juga masih panjang." ucap bayu.


Setelah itu hening mereka sibuk dengan lamunan mereka masing2. Tak terasa pukul 8 malam sudah lewat bayu segera mengajak nafia pulang karena bahaya mengajak anak gasis pulang terlalu malam.


Seminggu berlalu malam itu adalah minggu malam bayu kangen wulan. Seminggu ini wulan tidak muncul sama sekali bayu merasa sepi walau wulan tidak setiap saat ada di sampingnya tapi aneh aja kalau wulan menghilang. Besok hari senin bayu berencana akan ke alas jalin untuk mencari wulan karena bayu merasa wulan menghilang.


Hari senin tiba pulang sekolah bayu langsung menuju alas jalin tapi bayu sudah berputar putar mengelilingi hutan tidak ada gerbang menuju istana kridha kartika. Karena capek bayu memutuskan untuk kembali saja untung tidak nyasar. Besoknya pulang sekolah bayu mampir ke rumah pak ustad.


"Assalamu'alaikum pak."


"Walaikumsalam ehh kamu ayo masuk yu."


"Ada perlu apa nih?" tanya pak ustad.


"Bapak pastinya tahu saya sedang cari siapa bapak tahu nggak wulan kemana?"


"Kok tanya saya emang dia pergi gak pamit?"


"Udah seminggu lebih dia tidak pernah muncul pak. Apa dia marah atau gimana?" tanya bayu khawatir.


"Kamu merindukan wulan ternyata. Haha... Nanti malam saja kita ke istana untuk bertamu. Sekarang kamu pulang istirahat."


Malamnya bayu dan pak ustad meraga sukma ke istana dan alhamdulillah mereka berhasil masuk. Istana tampak sepi hanya ada beberapa prajurit. Di dalam istana cuma ada nawang yang duduk di sebuah kursi.


"Assalamu'alaikum nawang. Dimana bundamu?" ucap pak ustad.


"Bunda pergi entah kemana aku di suruh jaga istana. Ada perlu apa ya?" tanya nawang.


"Emm nggak tahu. Kamu rindu adikku ya haha..." goda nawang.


"Enggak kok." elak bayu.


"Tenang wulan gk ada masih ada aku kok. Aku pasti jagain kamu juga sama seperti wulan menjagamu tapi aku belum punya waktu aja keluar istana."


"Udah gak perlu aku bukan anak kecil. Jaga istana aja kamu selagi ratu pergi." ucap bayu.


Karena yang di cari tidak ada bayu segera mengajak pak ustad untuk pulang.


Skip sampai bulan agustus bayu sudah punya tempat latihan di sebelah rumahnya. Dengan uang tabungannya bayu membuat tempat itu dan sekarang badan bayu sudah terbentuk lagi seperti dulu saat bayu masih ikut latihan beladiri. Bayu juga sudah menguasai beberapa teknik tenaga dalam karena tanpa wulan bayu sering berlatih dan mengembangkan tekniknya sendiri.


Pagi itu bayu sedang jalan bareng nafia.


"Yank badanmu makin bagus aja aku jadi tambah khawatir aja banyak cewek naksir kamu." ucap nafia.


"Atutu.. sayangku yang cantik ini. Biarin aja mereka naksir tapi aku sukanya sama Laurent Ana Fianda si ketua osis yang mempesona." goda bayu.


"Ihh gombal ya kamu. Beneran ya awas tergoda cewek lain."


"Enggak cantik. Fansmu banyak aja aku bodo amat say." ucap bayu.


"Iya iya. Ayuk naik wahana iru yank!" Ajak nafia.


"Entar takut teriak2 meluk2 aku say."


"Itu sih kamu juga suka yank. Ayuk dong naik wahana itu mumpung nggak rame." Rengek nafia.


"Ohh sekarang suka yang sepi sepi ya kamu."


"Hihhh tau ahh aku naik sendiri aja." ucap nafia berdiri lalu pergi meninggalkan bayu.


"Eh tunggu. Gitu aja ngambek ya kamu." ucap bayu sambil mengejar nafia lalu menggendongnya.


"Ihhhh kebiasaan ya main gendong2 anak orang aja." uap nafia pura2 sebal padahal dia suka di gendong bayu.


"Aku suka gendong cewek secantik kamu say. Gemesin banget kalau ngambek." ucap bayu sambil jalan.


"Turunin ahh gk berat emang?" tanya nafia.


"Badan ramping gini beratnya berapa sih say? 30 km pasti." ucap bayu bercanda.


"Ihhh Kg yank bukan Km. Beratku 43 yank enteng ya? Ya udah besok besok tak tambahin biar kamu nggak kuat angkat aku "


"Jangan dong nanti kalau gendut kan nggak bagus."


"ilih maunya yang ramping ramping. Sama dela aja sana dia kan seksi cantik pinter pula." ucap nafia.


"Tuh kan mulai. Aku kan maunya sama nafia seorang."


"Tapi dela suka kamu tuh. Tiap hari nyariin terus."


"Bodo ahh yuk pulang aja."


"Baru juga duduk udah ngajak pulang. Iya iya maaf sayang nggak bahas itu deh."


Siangnya bayu keluar dari wisata dan memilih cari makan di luar wisata soalnya tahu sendiri lah ya di tempat tempat wisata bakso yang harganya 10k di luar di sana bisa 20k. Di dekat lampu merah kecamatan A ada rumah makan yang ramai banget sampai area parkirnya nggak muat. Di situ bayu melihat ada yang tidak beres tapi entah kenapa tiba tiba nafia mengajak bayu ke rumah makan itu. Ya karena penasaran juga bayu mengikuti permintaan nafia. Bayu memarkirkan motor lalu bersama nafia masuk tapi baru juga pintu di buka kamu tahu penampakan apa yang bayu lihat? Ada 10 pocong berkeliaran di meja meja tempat orang sedang makan. Mereka meneteskan liur di makanan yang di santap. Bayu rasanya ingin muntah tapi ia tahan sekuatnya.