
Bayu tidak takut berangkat sendiri tapi JL.**** terkenal lingkungan para penjahat beraksi karena sepi. Akhirnya bayu menghubungi joni dan alhamdulillah dia free.
Singkatnya bayu berangkat jam 9 kurang 15 menit dan menuju rumah joni. Di depan rumah joni sudah menunggu jadi mereka langsung berangkat ke Jl.****.
"Ada urusan apa yu kok di Jl.**** nggak di tempat lain aja."
"Haha...Lu takut jon?" Ejek bayu.
"Siapa sih yang bisa buat gw mundur? Nggak ada semua gw libas." ucap joni dengan sombongnya.
Bayu tidak membalas karena mereka sudah memasuki ara jalan ****. Mereka berdua turun dan menunggu siapa yang akan menemui mereka. Di situasi seperti ini opsi terbaik mengajak aris dan agus yang sama sama indigo. Bayu khawatir musuh mereka bukan orang tapi jin atau setan. Tapi karena yang free cuma joni ya gpp lah buat temen.
10 menit akhirnya ada cowok memakai hoodie sendirian datang.
"Bayu apa kabarmu?" tanya cowok itu.
"Hah elu yang ngajak gw ketemu di sini?" tanya bayu ngegas.
"Iya gw mau tes kemampuan gw sama lu. Katanya lu udah sakti sekarang." Tanpa ba bi bu cowok itu menyerang bayu.
Joni yang melihat bayu di serang ingin membantu tapi aneh saat dia ingin bergerak tubuhnya kaku tidak bisa bergerak.
Pertarungan tidak seimbang terjadi karena bayu belum mengumpulkan tenaga dalamnya sedangnkan cowok itu udah full tenaga jadi pukulan cowok itu langsung terasa seperti menusuk tulang di dalam kulit. Akhirnya bayu babak belur di hajar cowok tak di kenal itu. Bayu sampai jatuh terkapar di jalan dengan wajah penuh darah akibat bayu yang muntah darah. Saat bayu sudah tak berdaya cowok itu mengusap wajah bayu dengan darah.
"Ternyata elu tidak lebih dari sampah. Lu sendiri nggak ada apa apanya." Cowok itu pergi jalan kaki dan menghilang di gelapnya malam.
Setelah cowok itu pergi joni bisa bergerak lagi dan langsung menghampiri bayu yang mau pingsan.
"Yu sadar yu jangan pingsan dulu di sini." joni panik lalu mengambil sesuatu di tasnya ternyata itu kapsul dan sebotol air.
joni meminumkan kapsul itu ke bayu dan bayu seperti punya tenaga cadangan sehingga dia mampu duduk sendiri dan bicara.
"Uhukkk..uhuk Sialan gw belum siap langsung di hajar tanpa ampun." Ucap bayu kesal.
"Lu kenal dia siapa? Gw mau bantu tapi aneh gw gk bisa gerak yu sumpah. Andai gw bisa pasti udah bonyok dia." ucap joni.
"Hmm gw aja bonyok apa lu jon jon yang modal fisik." batin bayu.
"Iya jon gw ngerti. Yaudah kita pulang." ucap bayu.
Dengan sisa tenaga bayu mengendarai motornya untuk pulamg sampai di rumah jelas ibu bayu ngomel marah marah tapi dengan jurus seribu alasan bayu mampu membuat ibunya tidak marah lebih lanjut. Setelah mandi dan di obati lukanya bayu masuk kamar untuk tidur tapi bayu baru sadar kalau dari tadi jantungnya terasa berdetak lebih cepat lalu tiba tiba melambat. Bayu jadi khawatir apa tadi yang di minumkan joni ke dirinya. Lalu bayu ingin mengambil hp di meja tapi aneh badanya tidak mau di gerakkan malah bayu jatuh ke kasur terlentang. Setelahnya bayu tidak sadar dan paginya jantungnya udah normal walau badannya masih sakit semua.
"Udah bangun. Siapa yang menyerang mu sampai luka dalam seperti semalam?" tanya nawang yang ternyata berdiri di dekat lemari bayu.
"Dia manusia kan? Apa dia punya ilmu tinggi?"
"Sepertinya begitu."
"Sudah jelas itu karena semalam aku tidak tahu kalau kamu sedang bertarung. Aku baru tahu dirimu terluka saat tengah malam berarti ada ilmu ghaib yang menutupi keberadaan mu."
"Jangan kemana mana badanmu masih belum sembuh total maklum aku tidak bisa menyembuhkan mu sempurna seperti wulan." ucap nawang agak sedih.
"Hey kok sedih. Jangan sedih aku malah makasih kamu udah mau bantu aku." ucap bayu kasihan dengan nawang.
"Aku sedih karena wulan selalu di puji sedangkan aku selalu di marahi di suruh ini itu. Aku jadi lelah dan merasa semuanya selalu membandingkan aku dengan wulan. Tapi di saat wulan nggak ada aku yang di beri beban berat." ucap nawang mslah curhat.
"Yang sabar ya Kamu sebenarnya hebat kok tidak kalah hebat dari wulan Kamu harus lebih semangat berlatih supaya lebih hebat dari wulan. Kamu pasti bisa kok nawang jin tidak ada yang lemah cuma mereka yang kurang berlatih aja makanya lemah."
Nawang terdiam sejenak.
"Ternyata ini yang membuat bunda ratu menyuruh wulan menjagamu. Ternyata kamu bijak dalam berucap termasuk pandai menenangkan hati. Benar ucapanmu aku sekarang sadar kalau wulan kuat karena rajin latihan. Saat aku tidur dia latihan saat aku makan dia latihan saat aku bermalas malasan dia rajin berlatih ke sana kemari. Yhup mulai sekarang aku akan terus,berlatih supaya lebih kuat." Ucap nawang dengan membara.
"Bagus semangat wang kamu pasti bisa."
Setelah itu bayu bilang ke ibunya untuk tidak masuk saja badannya masih sakit. Akhirnya seharian bayu tiduran di kamar di temani nawang yang berlatih di dalam kamar bayu. Efeknya kamar bayu berantakan dan bayu tidak bisa istirahat.
"Latihannya bisa nggak di luar ini udah siang gw mau istirahat wang." protes bayu ke nawang yang sedang bengumpulkan energi.
"Ihh ganggu aja jadi gagal deh. Iya aku pergi tapi aku mau tanya satu hal."
"Apa itu?"
"Apa kamu punya rasa cinta kepada adikku wulan?" tanya nawang.
"Ahh enggak kok kita biasa aja." jawab bayu dengan wajah gugup.
"Ohh ya udah jangan sampai kalian saling cinta karena manusia dan jin tidak untuk bersatu. Ya udah aku pergi." ucap nawang mengingatkan karena nawang tahu isi hati bayu.
Hari kamis ini tidak ada kabar tentang kecelakaan sampai malam. Bayu mengira setelah cowok itu menghajarnya tidak ada tragedi yang terjadi . Tapi sayangnya kabar duka muncul di hari jum'at pagi. 8 orang pemuda tewas di gorok lehernya oleh 2 orang tidak di kenalnya. Dari 9 orang yang lolos dan selamat cuma 1 orang. Kejadian itu terjadi di Jalan yang sepi pukul 11 malam.
Mendengarkan kabar itu tersiar di tv bayu segera memanggil nawang untuk bertanya.
"Ada apa memanggilku?" tanya nawang.
"Ada 8 orang di gorok 2 orang coba kamu cari tahu apa mereka anggota atau komplotan cowok yang nyerang aku. Kalau perlu bantu polisi buat nangkap si pelaku."