INDIGO & 7

INDIGO & 7
Cewek galak.



"Maaf mas aku nggak minat." Jawab aris.


"Hehe sepertinya kamu sudah tahu kemana arah obrolan ini. Karena udah tahu ya udah aku juga nggak maksa setidaknya kita bisa berteman kan. Kalau butuh bantuan hubungi aja aku. Ini aku kasih kartu nama di situ ada nomor telepon sekaligus WA q. Ya udah aku pergi dulu ya." ucap dimas setelah memberi kartu namanya ke aris.


"Iya mas hati hati." Ucap aris dan mengantongi kartu nama tadi.


Skip udah siang aris buru buru pulang untuk istirahat supaya nanti bisa kerja dengan semangat. Di jalan karena aris buru buru dia menyenggol salah satu cewek yang sedang jalan berdua. Cewek itu jatuh dan reflek aris menangkapnya lalu membantunya berdiri.


"Heh punya mata di pake dong main nyenggol nyenggol." ucap cewek satunya.


"Oh pengamen pantesan pasti mau cari kesempatan nih aku kasih sekarang kamu pergi sana!" Tambahnya lagi.


"Udah li aku nggak papa kok. Jangan keterlaluan ah yuk pergi." Ucap cewek yang di tangkap aris tadi.


 Mereka pergi meninggalkan aris yang hanya diam.


"Hmm sabar sabar." Aris mengambil uang dari cewek tadi dan ternyata hanya 2k. Aris menemukan mushola dan memasukan uang tadi ke kotak amal.


"Semoga jadi uang berkah. amin."


Malamnya ketika aris kerja miko datang ke warungnya aris bersama cewek.


"Malam ris baksonya 2 ya yang satu spesial." ucap miko.


"Malam mas sama siapa? Temen apa pacar tuh hehe..."


"Haha temen ris. Gw duduk di pojok ya." ucap miko berlalu.


"Siap kapten."


Setelah selesai saat pulang miko ngomong ke aris.


"Ris besok free nggak?"


"Biasanya ngamen sih. Tapi itu buat hiburan aja sih. Free kok mas."


"Ya elah tinggal bilang free kok lama amat. Besok ikut gw yuk!"


"Kemana? Kalo cuma jadi obat nyamuk males ahh."


"Di bilangin dia itu cuma temen kok. Ya berdua lah mau ngobrol penting."


"Wkwk iya deh temen. Oke mas besok tak tunggu."


"Minta nomor lu dong gw kan belum punya."


Setelah tukar nomor miko pun pulang dan aris lanjut bekerja.


Besok miko menjemput aris dan mereka meluncur ke arah songgoriti. Pasti kalian tahu tempat yang di tuju miko. Aris mengira miko mau aneh aneh ternyata tidak mereka menuju restoran bertipe outdoor. Suasana nya sejuk,asri masih alami.


"Pesen apa ris?"


"Es teh ada gk mas?" tanya aris polos.


"Ya nih anak di kira warung pinggir jalan apa. Lemon tea aja ya." ucap miko.


"Ya udah deh."


Setelah memesan mereka duduk di spot terenak.


"Ada apa mas kok ke sini?" tanya aris yang sudah tahu maksud dan tujuan miko mengajaknya ke tempat ini.


"Jujur jangan tersinggung ya ris sebenarnya aku mau ngajak mas bayu tapi dianya nggak ada di rumah jadi aku ngajak kamu deh. hehe"


"Terus."


"Aku mau cari solusi ris."


"Solusi apa mas?" Tanya aris pura pura padahal dia tahu kalau miko ingin membahas masalah cinta.


"Gimana ya gw bingung mengawalinya."


"Tinggal ngomong mas santai aja."


"Anu ris gw suka cewek."


"Terus."


"Gw takut pas nyatain perasaan eh di tolak."


"Hmm bener sih mas bayu pasti tahu banget soal ini. Tapi coba aku kasih saran ya mas. Pertama mas miko jangan buru buru nembak cewek itu tapi di pantau aja dulu. Mas kenal dia udah lama?"


"Sejak masuk SMK ya kurang lebih 1 tahunan lah."


"Nah mas tahu nggak sekarang dia itu punya pacar nggak takutnya mas miko nembak pacarnya dia dateng kan gawat."


"Oh gitu ya. Tapi setahuku dia jomblo malah sejak kenal dia belum pernah gw lihat dia jalan sama cowok."


"Bagus itu. Emang cewek mana sih yang mas suka?" tanya aris pura pura tidak tahu.


"Ah itu mah rahasia ris." Jawab miko.


"Paling yang kemarin mas bonceng kan haha..."


"Yee sotoy lu." jawab miko malu mengakui.


Setelah itu mereka hanya ngobrol kesana kemari termasuk miko menunjukan kenalan ceweknya ke aris.


"Semuanya cantik mas. Mas tanya apa aku nggak suka cewek cantik? Pastinya suka tapi aku tidak mau berurusan dengan cinta mas. Soalnya cinta itu hal simpel tapi rumit jika di uraikan." Itulah jawaban dari aris.


"Hmm Ya udah lah pulang yuk ris udah jam 2 ini."


Mereka berdua pulang dan di lanjut aris bekerja malamnya.


Malamnya pukul 8 malam orang orang heboh karena di sudut pasar berkumpul 20 orgil yang bersorak sorak tidak jelas.


"Mas aku tak ngecek keluar dulu ya ada apa." ucap aris ke temannya.


Saat aris keluar dia bertanya ada apa kok rame rame.


"Ada sekumpulan orgil mas. Di pojok deket kios nomor 39."


"Oh di sana ya pak makasih."


Aris mengeceknya dan benar ucapan bapak tadi sekumpulan orgil itu sedang berjoget dan teriak teriak tidak jelas. Aris merasakan aura gelap di kumpulan orgil itu. Aris segera kembali ke warung dan berjaga jaga di depan warung.


"Ris kok sepi ya apa kita tutup aja?" Tanya teman aris.


"Ayuk deh mas di rapihkan masih sisa banyak ta?" tanya aris.


"Mungkin masih sisa 10 porsinan ini ris tapi pentol mentahnya masih 2 plastik."


"Ya udah yang masih mentah di taruh kulkas aja yang udah mateng di bungkus aja tak bayarin mas."


"Kamu itu lo tiap ada sisa kok selalu di bayarin emang buat siapa?"


"Ya buat yang membutuhkan mas. Mas mau ta?"


"Hehe sebenernya udah lama anakku minta ris tapi nggak tak bawain soalnya nggak enak sama pak bos lagian udah kamu bayarin masa aku minta hehe..."


"Waduh jangan gitu mas kalau anaknya minta bilang aja mas. Ya udah nanti 3 bungkua buat mas aja ya."


"Nggak ris 2 aja cukup kok."


"Kok 2 kan anak mas 1 istri mas dan kamu ya 3 dong. Mas kan belum makan juga dari tadi."


"Kamu juga belum makan ris aku juga nggak berani makan."


"Mas jangan ngikutin aku. Aku minum aja sehari tanpa makan kuat mas udah terbiasa dulu waktu hidup di jalanan."


"Astaga sehari nggak makan. Aku kira keluargaku yang paling susah ris ternyata kamu lebih susah dari keluargaku."


"Ya gitulah mas. Sesusah apapun hidup kita harus tetap bersyukur kareng di bawah kita masih banyak yang lebih susah. Udah selesai mas bungkusnya?"


"Udah ris."


"Ya udah 3 bungkus buat mas yang 7 tak bawa ya terus yang mentah tolong di masukin kulkas."


Aris bersiap menutup roling door menunggu mas roni keluar tapi dari arah barat muncul 5 orgil yang berlari ke arah warung warung dan mengamuk. Semua berserakan dan aris langsung memanggil mas roni supaya cepat keluar.


"Mas cepat!"