INDIGO & 7

INDIGO & 7
Serangan dari mereka.



Di tempat lain tepatnya di gunung kidul wulan masih berbincang dengan eyang kawi dan bunda ratu di gubuk reot itu.


"Lantas siapa yang membuka gerbang ke 6 eyang?"


"Haja...Dia mirip sepertimu galuh banyak tanya dan ambisius. Wulan kamu akan tahu sendiri nanti. Tapi sekarang kamu kembalilah ke alam manusia dan temui anak yang kamu jaga sepertinya dia sedang mencarimu. Jalan pulang lewat utara kamu masih ingat kan."


"Iya Eyang dia sangat ambisius tanpa perintah dia sudah paham apa tugasnya tapi ya itu terkadang banyak tanya." ucap ratu galuh mengelus rambut wulan perlahan.


"Aku cuma tanya bunda. Yaudah Aku pulang dulu bun. Mohon maaf lancang datang kemari dan maaf eyang tadi aku melawan putramu dan hampir kubunuh dia."


"Haha...kamu tidak bisa membunuhnya semudah itu putri wulan. Hati hati ya di jalan."


"Maksudnya?Padahal si arga hampir kalah tadi" ucap wulan dalam hati.


"Baik kek." ucap wulan lalu menghilang.


"Galuh apa kau mau melanjutkan pertapaanmu?" tanya eyang kawi.


"Tidak eyang mungkin Sang Maha Pemberi tidak mengijinkan aku memiliki ilmu itu jadi lebih baik aku pulang saja." jawab ratu galuh.


"Dari awal ilmu itu tidak cocok denganmu tapi suatu saat putrimu wulan yang akan menguwasainya."


"Bagaimana eyang tahu itu?"


"Aku sudah tahu garis ilmu itu berasal dan siapa penerusnya. Bertapa ribuan tahun pun kalau bukan penerus atau pewarisnya tidak bisa di dapat malah ilmu lain yang muncul. Sudah lah jangan di pikirkan aku akan di sini sampai putrimu siap."


Dalam hitungan menit wulan sudah sampai di rumah bayu memang benar kata banyak orang waktu berangkat itu lebih lama di bandingkan waktu pulang. Wulan mencari bayu tapi tidak ada dan dia melihat jam di dinding kamar bayu yang menunjukan jam 2 siang berarti bayu sedang sekolah. Wulan melesat menuju sekolah bayu tapi tidak di temukan aura bayu karena memang bayu sedang tanding futsal di gor. Akhirnya wulan menerawang keberadaan bayu yang berada di gor. Wulan langsung melesat ke tempat bayu berada tapi si tengah perjalanan wulan melihat gerombolan jin di suatu rumah kosong lalu wulan mengintai dari atas pohon.


"Kita tidak perlu menunggu malam ke 5 hari ini saja langsung kita serang lebih cepat lebih baik." ucap sosok pria berjubah hitam yang wajahnya tidak jelas.


Semua bersorak dan melayang mengikuti pria berjubah hitam itu. Jumlah meraka 100 lebih dan aura mereka bisa di bilang cukup kuat. Wulan mengikuti kemana mereka pergi dan ternyata mereka menuju RS tempat erlin di rawat.


"Mau ngapain mereka ke RS pasti ada yang nggak beres nih." wulan melesat mendahului mereka masuk ke RS lalu membuat benteng untuk memperlambat mereka masuk. Sampai di dalam RS hantu dan setan yang melihat wulan langsung lari terbang terbirit birit dan wulan sadar kalau emosinya tadi sewaktu melawan raksasa membuat auranya tidak tersembunyi jadi wulan menyadari kalau pasukan jin tadi tahu keberadaanya tapi kenapa mereka tidak menyerang. Tapi wulan tidak memikirkan itu lagi karena ada yang harus di cari di RS ini dengan cepat. Singkat cerita wulan menangkap aura yang warnanya berganti ganti dari putih ke hitam lalu merah lalu kuning ungu dan jingga. Wulan merasa aura itu sangat aneh dan berasal dari ruangan VIP lantai 3. Secepat kilat wulan menembus atap lantai 1 dan 2 lalu dia tiba di kamar erlin berada. Dilihat oleh wulan perut erlin mengeluarkan aura berganti ganti.


"Ini kan anak yang gw selametin tempo hari dan perutnya ada aura aneh apa jangan jangan dia mengandung anak raja genderuwo ya? Bener bener sialan dia." ucap wulan merasa kecolongan.


pyar...(suara pecah)


"Sepertinya mereka berhasil memecahkan pelindung ghoibku aku harus membawa anak ini sebelum terlambat karena aku tidak mungkin menang melawan mereka semua." ucap wulan lalu membawa erlin yang sedang tertidur ke istana.


Di istana ratu galuh kaget dan bertanya mengapa wulan membawa anak ini dan wulan hanya menjawab sekenanya.


Setelah memastikan erlin aman wulan bercerita.


"Begini bun tadi saat aku mencari bayu aku tidak sengaja melewati rumah kosong tapi aku melihat segerombolan jin beraura hitam sedang berdiskusi ingin menyerang seseorang yang katanya orang itu berbahaya jika tidak di bunuh. Wulan mengikuti mereka dan wulan tahu anak tadi yang di incar yaudah wulan bawa aja kesini karena takut terjadi apa apa dengannya bunda lihat juga kan aura di perut anak tadi seperti pelangi apa jangan jangan dia mengandung anak raja genderuwo ya."


"Menurut bunda iya dan kita telat saat itu tapi setidaknya kita masih bisa menyelamatkan nyawa anak ini." ucap ratu galuh.


"Maksudnya menyelamatkan gimana bun?"


"Maksud bunda anak tadi akan baik baik saja setelah melahirkan tapi kita harus mencari orang yang bisa mengeluarkan raga bayi itu."


"Ohh jadi nanti yang lahir itu manusia bun?" tanya wulan.


"Yang lahir nanti memang punya raga tapi belum tentu raga itu hidup karena bisa saja raga lahir tanpa ruh atau jiwa maka dari itu kita harus cari orang yang tepat."


"Bunda juga tidak tahu tapi dulu ada orang sakti dari kota P yang mampu mengeluarkan bayi 2 alam. Tapi bunda tidak yakin orang itu masih hidup karena sudah puluhan tahun bun bunda tidak mendengar keberadaannya."


"Mohon maaf mengganggu ratu ada anak yang di jaga tuan putri wulan sedang berada di sekitar sini ratu dia memanggil nama tuan putri wulan berulang kali mungkin mencari tuan putri." ucap prajurit kepada ratu.


"Sedang apa dia di sini? Wulan cepat temui dia karena bunda merasa bayu membawa sesuatu."


"Baik bunda aku ijin menemuinnya." ucap wulan menghilang.


......................


"Dimana ya si wulan wulan itu sampai sini nggak ketemu istananya." ucap bayu sendiri.


"Sedang mencariku?" ucap wulan dari belakang bayu.


"Sialan bikin kaget aja. Sejak kapan lu di situ?" ucap bayu kesal.


"Haha...gitu aja kaget. Ngapain ke sini sendirian ke tengah hutan? udah nggak takut lagi sama aku?" ucap wulan.


"Yaelah siang siang mah gw berani aja masuk hutan. Gw ada perlu nih tapi gw ceritain di rumah aja."


"Terus?"


"Ya lu ikut gw pulang lah dodol." ucap bayu kesal.


"Kalo aku nggak mau gimana?"


Bayu berpikir apa untungnya buat dia ya?


"Yaudah kalo nggak mau." ucap bayu meninggalkan wulan.


"Haha...gitu aja ngambek. Iya iya gw ke rumah lu tapi nggak sekarang."


"Terus kapan?" langkah bayu terhenti.


"Malem pokoknya tunggu aja."


"Kenapa nggak sekarang aja sih kenapa harus malem? Setan sibuk apa sih."


"Heh bocah gemblung aku bukan setan ya jaga ucapanmu. Pokoknta tunggu aja malem gw sibuk." ucap wulan lalu menghilang.


"Dasar setan nggak jelas main ngilang aja."


"Udah di bilang aku bukan setan wahai anak manusia sialan." ucap suara yang mengerikan membuat bayu lari padahal bayu tahu itu tadi wulan.


Setelah sampai di motornya.


"Sialan ngeri banget suaranya." ucap bayu terengah engah.


"Ngapa yu ngos ngosan gitu? di kejar setan ya? ayo mana kita tangkep." ucap joni mendekat.


"Tangkeo gundulmu itu. Ayo cepetan balik gw capek nih!" ucap bayu naik ke motor dan pulang.