
Dino yang melihat tangan sosok itu langsung berteriak ketakutan. Anggi dan rita melihat ke arah dino tidak melihat sesuatu yang tunjuk dino. Setelah di lihat dino memang sudah hilang berbeda dengan bayu yang masih melihat tangan itu tetap di posisi.
"Yu tadi lihat tangan di samping gw nggak?" tanya dino berbisik ke bayu.
"Iya mas lihat sekarang aja masih ada kok." ucap bayu pelan.
Dino tanpa menengok langsung duduk di jok tengah nggak mau di pinggir lagi.
"Ah elu bikin gw takut aja deh." ucap dino ke bayu.
"Hihi biasa, aja mas. Udah baca do'a aja semoga lancar sampai tujuan mas." ucap bayu.
Skip mereka udah sampai di depan rumah kos anggi tapi kondisinya sepi lampu mati semua seperti tak berpenghuni. Mereka semua turun dan anggi menemui ibu pemilik rumah itu di anter dino dan bayu bersama anggar di dekat mobil berbincang.
"Yu kayaknya nih tempat angker deh. Lu aja yang masuk ya." ucap anggar.
"Enak di elu lah ini kan masalah elu masak gw masuk sendiri."
Seorang ibu perempuan paruh baya datang bersama anggi dan dino. Perempuan itu menyalakan saklar lampu dan berkata.
"Kalau yang di cari udah ketemu cepat keluar dan jangan lupa matiin saklarnya." ucap perempuan itu kembali ke rumahnya.
"Siapa aja yang masuk nih gw jadi ngeri." ucap anggar.
"Yang tahu kamarnya mbak anggi jadi mbak anggi harus masuk dan ini masalahnya anggar jadi harus masuk juga. Mas doni gimana mau ikut masuk atau jagain rita dan andi di mobil?" tanya bayu.
"Pilihan sulit sih sebenernya gw nggak tega kalau anggi cewek sendiri masuk dan gw di sini bahaya buat andi dan rita kalau di sini berdua. Ya udah gw di mobil aja jagain rita sama andi. Titip anggi ya mas yu!" ucap dino.
"Sekarang mas dino masuk ya dan jangan lupa terus berdo'a. Kalau ada apa apa jangan keluar ya mas bisa jadi itu setan." ucap bayu.
"Njir jangan di sebutin lah gw jadi takut ntar." ucap dino.
"Iya nih gw udah nahan takut dari tadi ehh elu bilang gitu." anggar menimpali.
"Udah udah kalian ini cowok masak gitu aja takut. Yuk yu masuk tinggalin aja mereka berdua biar di makan setan." ucap anggi kesal karena dengan mereka ribut akan semakin lama mereka di sini.
Dino langsung berlari ke mobil dan anggar bingung mau nyusul bayu dan anggi atau lari ke mobil aja biar aman. Akhirnya anggar memilih masuk ke mobil saja bodo amat dengan tanggung jawab dan rasa malunya.
"Ehh mas kok ikutan masuk sih itu istri gw sama masuk berduaan kalo mereka macem macem gimana." ucap dino gusar.
"Bodo lu mana mungkin mereka macem macem di tempat kayak gini. Kalau gk percaya lu susul mereka dan lu awasi." ucap anggar kesal.
Akhirnya dino cuma dian dan berdo'a semoga bayu dan anggi baik2 saja dan tidak macam macam.
Di dalam anggi sedang membuka pintu kos dengan kunci dari ibu kos tadi.
"Gimana bisa mbak?" tanya bayu.
"Nggak bisa di puter nih apa jangan jangan salah ya." ucap anggi sambil terus mencoba.
Wulan yang ikut bayu melihat sosok itu mengganjal lubang kunci dengan tangannya agar tidak bisa di putar. Dengan kesal wulan mengekuarkan pukulan jarak jauh yang pas mengenai muka sosok itu dan terpental mengenai lemari Brugg.. suara makhluk itu terbentur dengan keras. Bayu dan anggi was was saat mendengar suara itu dari dalam. Tapi anggi senang pintu berhasil di buka. Wulan yang cerdik menampakan wujudnya dan menantang sosok jahat nadia untuk bertarung. Akhirnya bayu masuk bersama anggi dan sosok jahat nadia bertarung dengan wulan. Saat itu anggi lupa dimana ia menaruh kotak pemberian riski itu. 20 menit mereka berdua mencari tapi tidak ada sama sekali.
"Gimana nih kok nggak ketemu." ucap anggi.
"Nyimpennya ya di laci ini tapi semua kosong. Apa jangan jangan di bawa ibu kos ya. " ucap anggi.
Mereka berdua lalu berjalan keluar tapi saat ingin keluar bayu melihat lukisan dengan ukiran 4x6.
"Mbak ini lukisan siapa kok aneh gitu?" tanya bayu.
"Ohhh iya." Seakan teringat sesuatu anggi mengambil lukisan itu dan ada lubang kecil di sana dan ada kotak kecil dan beberapa lembar kertas di sana.
"Nih yu kotaknya dan ini surat yang di berikan riski saat memberikan kotak ini." ucap anggi.
"Ya udah bawa ke mobil aja mbak." Ajak bayu keluar dari kamar kos dan menuju mobilnya anggar.
Di lain sisi wulan yang sudah melihat bayu keluar langsung menyelesaikan pertarungannya.
'Oke kedok lu sebagai hantu nadia sudah cukup ya.' ucap wulan mengeluarkan petir dari tangannya dan mekempar ke sosok itu.
Hasilnya jeduarrr... Sosok itu hangus tak tersisa lalu wulan menuju mobil anggar.
"Yu kok mobil sepi ya? Mereka ke mana?" tanya anggi.
"Di dalam kayak yuk masuk." ucap bayu membuka pintu dan terdapat dino dan anggar bersembunyi di bawah kursi berdua dan di belakang rita sedang memangku andi yang sudah tertidur.
"Heh kalian tuh ngapain kok sembunyi gitu? ada apa mas?" tanya anggi.
"Tadi ada ledakan di atas sana." tunjuk dino ke tempat wulan dan sosok jin menyerupai nadia bertarung.
"Mana ada. Ya udah nih gw udah dapet kotaknya ayo kita buka." ucap anggi nggak percaya.
"Iya buka sekarang semoga nggak salah." ucap anggar semangat.
Setelah di buka di dalamnya ada sebuah plastik bening berisi sesuatu yang hitam dan baunya sangat busuk.
Anggi nggak mau lanjut membuka dia menyerahkan kotak itu ke bayu dan anggi muntah muntah mencium isi plastik bening itu.
Bayu dengan hati hati membuka dan isinya adalah rambut kecil kecil yang menempel seperti kulit yang sudah membusuk dan meleleh. Bau itu berasal dari sana membuat bayu anggar dan dino ikut anggi keluar dan muntah bersama.
"Anjir bau banget. Gk kuat gw." ucap anggar.
"Apalagi gw njir yang ngebuka. Untung sempet gw turup sebelum gw keluar." ucap bayu sambil memasukan plasti itu ke dalam kotaknya.
"Terus ini mau kemana lagi kita udah jam 7 lebih nih." ucap dino.
"Kalian udah bisa pulang kok. Besok kalau free kan besok minggu bisa ikut kita ke makamnya nadia untuk meminta maaf." ucap bayu.
"InsyaAllah kalau nggak repot ya yu." ucap anggi.
Mereka naik mobil dan cus pulang ke rumahnya tidak lupa terima kasih karena udah mau bantu. Di perjalanan pulang.
...Lanjut chapter selanjutnya>>>...