INDIGO & 7

INDIGO & 7
Wilis I'm coming.



Setelah dian pergi bayu dan yang lain asik bermain air dan mencari ikan. Sungai di kampung sukaman masih jernih dan dingin belum terkontaminasi. Pukul 10 mereka sudah capek dan pulang ke rumah mbah minto tapi sepi karena mbah nang ke sawah mbah dok juga.


Oke karena banyak yang chat pribadi author tanya kapan naik ke wilisnya? Oke oke episode ini akan terjawab tapi sebelumnya author mau jujur nih udah beberapa hari ini mimpi di datengin sosok berbaju putih rambut panjang tapi putih kulitnya kriput kayaknya sih kuntilanak tapi versi tua wkwk... Nenek itu seperti memberi kode kalau author di larang cerita tentang gunung wilis. Makanya beberapa hari ini author masih mikir mikir takutnya di teror tuh kunti. Tapi demi kalian author akan lanjutin cerita pendakian gunung wilis. Soal mimpi itu real ya guys. Oke Semoga kalian suka.


...----------------...


Kamis pagi semua peralatan sudah di cek oleh bagas dan mereka berempat bersiap berangkat ke kediri untuk memulai pendakian hari ini. Ohh iya sopi dan ayu tidak ikut ya mereka tetap di kampung bersama si mbah. Wulan di suruh jagain ayu dan sopi tapi wulan malah bilang. "Tugasku jagain lu bukan orang lain jadi kalau lu naik gunung gw harus ikut." itu lah wulan jin ngeselin susah di atur keras kepala tqpi kuat. Tapi emangnya jin ada yang penurut? setahu author jin itu licik jadi mereka mana mau di perintah oleh manusia. Setelah bayu memaksa demi keselamatan adiknya dan sopi akhinya wulan memanggil prajurit istana untuk berjaga di rumah si mbah dan mengikuti ayu dan wulan jika keluar dari rumah. Sebelum berangkat bayu mengingatkan kepada 2 bocil itu supaya nggak nakal dan merepotkan si mbah.


Mereka berempat naik ke mobil dan meninggalkan kampung sukaman. Perjalanan berjalan lancar di mobil mereka ngobrol kesana kemari dan rahma mulai akrab dengan nafia mereka terlihat kompak padahal di awal nafia agak kaku. Mungkin karena rahma yang anaknya asik dan mudah bergaul jadi nafia nyaman ngobrol dengannya. Sampai di pusat kota atau alun alun bagas chat edi dan jono ternyata mereka lagi otw. Tiba tiba telpon dari joy muncul di layar hp bagas. Joy memberitahu kalau pendakian lewat kediri di tutup jadi opsi terdekat ya lewat nganjuk walau agak jauh sedikit. Akhirnya bayu menunggu di alun alun nganjuk dan edi bersama jono baru tiba.


"Kok nyantai di sini ayo berangkat!" ucap jono dari atas motornya edi.


"Berubah rute jon kita naik lewat roro kuning. Kata joy jalur kediri di tutup." jawab bagas.


"Terus si joy udah berangkat ke sini belum?"


"Udah sampai pace katanya."


Setengah jam akhirnya mobil joy muncul dan mereka segera mengikutinnya.


Mereka sampai di roro kuning jam 8 lebih sedikit lalu membayar administrasi setelah itu di mulailah pendakian menuju pos 1 di panjer. Perjalanan menuju pos 1 panjer ini lumayan terasa menanjak dan melewati hutan pinus.


Beberapa pos untuk sampai ke puncak:



Saat otw pos panjer bayu sudah melihat eksistensi para penghuni gunung wilis yang berupa kera kera kecil. Jumlah mereka banyak dan tentunya berisik tapi dari mereka berenam tidak ada yang merespon suara itu jadi kemungkinan cuma bayu yang bisa melihat. Nafia dan rahma yang tak terbiasa mendaki hanya diam sepertinya ingin menyimpan tenaga karena base camp masih jauh. Ohh iya tidak lupa wulan dari tadi ikut di samping bayu karena wulan tak mau kecolongan.


Skip sampai pos panjer karena di bawah hanya sosok kera yang muncul dan mereka hanya berisik sendiri. Sampai pos panjer joy menginstruksikan istirahat 5 menit karena ada pemula di tim mereka. Semua minum air dan meluruskan kaki sebentar lalu lanjut menuju pos gentongan. Trek ke pos gentongan ini bisa di bilang mudah untuk pemula karena landai dan juga pendek. Dari pos panjer ke pos gentongan bayu mulai merasakan hawa atau suhu yang mulai dingin. Wulan memperingatkan agar tetap waspada. Sampai di pos gentongan mereka berhenti untuk berfoto dan menikmati view kota nganjuk.


"Say kita foto di situ yuk!" ajak bayu ke nafia.


"Ayuk yank!"


Mereka berdua berpose 1 kali jepretan dan bayu seperti merasa aneh dengan foto itu maka dia melihatnya dengan detail ternyata benar awan di langit membentuk sebuah naga besar tapi setelah bayu melihat ke langit tidak ada awan sama sekali. Di jepretan ke 2 sampai 4 tidak ada bentuk awan naga itu. sekitar 15 menit mereka di pos gentongan karena mereka ada yang makan lebih dulu.


"Bro bentar lagi jam 12 nih tambah istirahatnya 10 menit lagi." ucap bagas yang tahu kalau pukul 12 kita tidak boleh dalam perjalanan.


"Iya bro gw ngerti." jawab joy yang terbiasa naik gunung jadi hapal.


"Yu kita di beri izin oleh raja baruklinting. Tapi ingat jangan sampai ada yang berbuat tidak sopan di sini." ucap wulan di samping bayu.


"Dia penguasa dari pos 1 sampai pos sekartaji." jawab wulan.


"Terus di atas pos sekartaji siapa yang menguasai?" tanya bayu lagi.


"Siluman ular."


"Lebih kuat siluman itu apa elu? Kan kalian sama sama ular." tanya bayu tiba tiba.


"Entahlah tapi yang jelas kita ke sini untuk liburan bukan bertarung." jawab wulan ada benarnya juga.


Jam 12 lebih 5 kita lanjut karena tidak mau sampai pos sekartaji terlambat. Dalam perjalanan ke pos alap alap atau ada juga yang menyebut pos tahu bayu melihat banyak ular bergelantungan di atas pohon tapi bayu heran kenapa ular itu tidak menggigit mereka yang lewat.


"Tenang itu hanya kepompong ular. Itu isinya anak ular yang akan menetas. Pastinya itu juga ular siluman jadi teman temanmu nggak lihat." bisik wulan.


Baru beberapa langkah setelah ucapan wulan tadi eva berteriak kaget setelah di depannya ada ular besar. Joy dan bagas menginstruksikan agar semua di belakang mereka berdua. Ternyata ular itu adalah ular sanca yang memiliki warna unik yaitu warna saaar kuning dan bergaris putih. Seumur umur mereka mendaki baru kali ini melihat ular berwarna unik seperti ini.



Seperti itulah bentuk ularnya tapi lebih besar.


Karena ular itu tidak kunjung pergi malah menatap mereka joy mengambil kayu dari sampingnya.


"Hey pergilah kita hanya numpang lewat di sini." ucap wulan dengan bola mata berubah jadi bola mata seekor ular.


Ular itu pergi dan joy membuang kayu tadi dan menunggu ular itu benar benar menjauh.


Setelah di rasa aman mereka lanjut jalan.


Skip pukul 1 siang rahma mengeluh kakinya sakit dan minta istrahat sebentar akhirnya mereka istirahat 5 menit.


"Say kamu nggak capek kok dari tadi diem aja?" tanya bayu ke nafia.


"Aku takut yank." jawab nafia pelan.


"Takut apa say?" tanya bayu heran.


"Aku takut......"