
Akibat ulah wulan raksasa gimbal tersungkur ke depan karena tendangan saudaranya sendiri. Wulan yang melihat raksasa botak sedang lengah dia melesat dan memukul kening raksasa botak sampai terjengkang ke belakang. Kali ini pertarungan di kuasai oleh wulan yang membuat 2 raksasa saling pukul dan tendang. Sampai akhirnya wulan mengeluarkan jurus segoro geni, jurus baru di pelajarinya sekaligus mengetes seberapa dahsyat ajian ini. Ternyata hasilnya sangat mengerikan yaitu munculnya gelombang lava atau cairan sangat panas dari belakang tubuh wulan. 2 raksasa itu hanya melongo melihat pemandangan mengerikan seperti itu. Sosok cantik berubah jadi wanita iblis yang akan membunuh mereka. Tiba tiba bahu wulan di pegang oleh seseorang dan tangan itu sangat dingin sampai amarah dan emosinya menghilang tersapu angin. Kini hanya tinggal rasa penasaran saja untuk melihat ke belakang. Ternyata orang yang memegang bahunya adalah kakek kakek yang menemui wulan di bawah tadi.
"Sudah nak kendalikan emosimu. Dwi putra dan dwi putri kemarilah." ucap kakek itu.
2 raksasa itu tunduk kepada kakek itu dan mendekat sesuai keinginan kakek itu.
"Nak mereka kakek yang suruh untuk mengetes kemampuanmu jadi maafkan mereka." ucap kakek itu pelan tapi menyentuh hati wulan sehingga wulan hanya menganggukkan kepala.
"Kalian berdua cepat minta maaf!"
"Putri wulan kami minta maaf." ucap 2 raksasa itu.
"Baiklah kalian segera kembali ke tempat kalian"
2 raksasa itu langsung menghilang entah kemana.
"Kakek ini sebenarnya siapa?" tanya wulan.
"Kakek ini juru kunci wilayah ini nak. Ayo kita temui ibumu di atas sana."
"Kakek ini manusia atau sebangsa jin kek? Tapi aku tahu aura kakek sangat dingin menenangkan." ucap wulan.
"Haha.. kamu pintar membaca aura ya cantik. Kakek manusia biasa yang di beri kelebihan oleh Sang pencipta untuk masuk ke alam ghoib."
"Lalu sosok siluman harimau di hutan tadi siapa? apa dia juga manusia?" tanya wulan sambil mengimbangi langkah kakek itu yang cepat padahal jalan menanjak tinggi.
"Ohh kamu sudah bertemu Arga. Dia putraku yang mempelajari ilmu di gunung ini nak. Kakek sudah melarangnya tapi dia tetap memaksa ingin mencari dan mempelajari ilmu di hutan ini sampai suatu hari dia bertemu siluman harimau dan arga di jadikan muridnya. Arga sendiri jarang pulang karena dia menjaga hutan dari jin dan orang2 jahat." jelas kakek itu.
"Ohh jadi arga manusia yang punya ilmu tinggi ya kek? buktinya tadi bisa mengimbangi ajian saipih anginku." ucap wulan.
"Ya entahlah nak kakek tidak bisa mengukur ilmu seseorang kareng ilmu itu sangat luas tidak memiliki batas. Manusia serakah akan terus dan terus mencari ilmu sampai dia lupa dengan alamnya lalu tersesat di alam ghoib tidak bisa kembali. "
"Ohh iya kek kenapa 2 raksasa tadi bisa tunduk sama kakek? Jin sekuat mereka tunduk sama kakek berarti kakek juga termasuk orang sakti dong." tebak wulan.
"Bunda ratu di mana kek?" tanya wulan mengamati sekitar.
"Ibumu sedang mengakhiri semedinya tunggu sebentar di gubuk itu."
Sambil menunggu mereka duduk di sebuah gubuk reot. Si kakek menjelaskan kalau gunung ini di bagi jadi 4 wilayah yang di jaga 4 juru kunci. Tapi dari 4 juru kunci itu hanya kakek itu yang mampu masuk ke alam ghoib. Nama kakek itu adalah eyang kawi penguwasa wilayah utara. Kakek itu juga berpesan ke wulan kalau suatu saat ingin datang lagi ke sini jangan lewat wilayah barat karena di sana banyak jin jahat dan mereka tidak bisa membawa ke puncak gunung kidul.
Karena asik ngobrol tak terasa mereka udah tiba di depan goa kecil.
"Kamu sedang apa di sini? Membuat onar saja cepat kembali ke istana." ucap wanita yang wulan kenal keluar dari goa itu.
"Bunda." seru wulan.
"Mengapa engkau marah galuh? anakmu tidak salah apa2." bela kakek itu.
"Maaf eyang putriku sudah membuat gaduh di gunung ini." ucap ratu.
"Bukan anakmu yang membuat gaduh tapi aku yang mau melihat seberapa besar tekatnya untuk menemuimu walau sejak awal sudah kutahu alasannya menemuimu sangat sepele." ucap kakek itu membela wulan sambil mengelus rambut wulan.
"Maafkan aku bunda sudah membuatmu marah. Aku hanya ingin bertanya sesuatu. Sekali lagi mohon maaf aku lancang dan nekat datang ke sini." ucap wulan sungguh sungguh.
"Tak usah merasa bersalah nak. Kamu ingin melatih bayu karena hari itu kamu di buat terpental olehnya kan."
"Apa nawang tidak melarangmu datang ke sini putriku?" tanya ratu galuh sudah tidak marah dan memeluk anaknya itu.
"Tidak bunda kak nawang sedang belajar ilmu baru kayaknya. Terus eyang gimana apa aku bisa melatih bayu?" tanya wulan.
"Hmm dasar anak itu selalu belajar ilmu baru tak mau berlatih fisik."
"Bayu belum waktunya berlatih menguwasai energi yang ada di tubuhnya karena gerbang ke 6 masih tertutup dan yang bisa membuka gerbang itu hanya sesama manusia karena bersifat fisik. Setelah itu kamu bisa melatih teknik dasarnya." jelas kakek itu.
Lanjut chapter selanjutnya>>>