
Kesempatan itu tidak di sia siakan wulan. Wulan melesat dan tiba di depan sosok gosong itu lalu menangkap kakinya. Tubuh sosok gosong itu di banting berulang oleh wulan lalu di buang jauh menghantam tumbuhan dan bunga yang ada. Sosok itu tambah marah dan kembali menyerang kali ini wulan malah duduk bersila dan memejamkan mata. Saat sosok itu sudah di depan wulan dengan jarak kurang lebih 5 meter sebuah hembusan angin dahsyat keluar dari tubuh wulan dan menghantam sosok itu dengan keras. Sosok itu terpental dan jatuh ke tanah lalu muntah darah beberapa kali.
'Kau memang hebat tunggu pembalasanku.' sosok itu menghilang entah kemana.
Setelah sosok itu lenyap wulan mencari keberadaan bayu untuk di ajak keluar dari alam mimpi ciptaan setan gosong tadi. Tapi di sekitar taman bayu tidak ada jadi wulan segera mencari ke hutan. Di suatu tempat bayu meminta tolong karena ada siluman macan yang mengancam tapi aneh macan itu tidak menyerang hanya berjalan pelan mengitari bayu. Tiba tiba muncul cahaya di dekat bayu dan terbentuk wulan berdiri menatap macan itu. Bayu yang takut ada 2 makhluk halus di dekatnya segera ingin lari tapi tangannya di pegang oleh wulan. Tangan wulan sangat dingin membuat bulu kuduk merinding hebat. Tepat saat bayu bergerak macan itu juga menghilang. Sekelebat bayu melihat corak macan itu membentuk angka 7 di bagian leher kanannya. Lalu bayu merasakan panas di leher kanannya bahkan saat tangannya memegang juga terasa panas. Wulan yang melihat bayu kesakitan memegangi lehernya segera menyalurkan hawa positif dingin ke leher bayu. Merasa mendingan bayu bayu melihat ke wulan. Cantik juga wajah wulan walau agak pucat.
'Kenapa? gw cantik ya' ucap wulan membaca hati bayu.
"Ahh enggak lu serem. Siapa sih lu?" ucap bayu.
'Jangan pura pura lupa. Gw tahu lu masih inget.'
"Wulan? Lu setan kan?" tanya bayu.
'Setan setan gw ini anak jin ya. Gw ini penjaga lu sekarang no protes ini perintah ratu.'
"Gw kenapa kok di jagain segala? Gw cowok bisa bela diri sendiri." ucap bayu tersinggung.
'Itu kan yang nampak kalau lu lawan jin gimana? bisa mati lu tanpa gw.' ucap wulan sombong.
"Emang setan mana yang mau nyerang gw?" tanya bayu.
'Lu pikir gw nggak tahu tentang masalah lu dengan roh nadia itu? terus lu pikir siapa yang bantuin lu selametin erlin?'
"(Bayu ingat ucapan pak ustad saat di rumah erlin)Jadi yang bantu aku lawan genderuwo itu lu?" tanya wulan.
'Iya gw di bantu bunda ratu buat ngalahin raja genderuwo dan rumah erlin gw yang perbaiki.'
"Terus tujuanmu ngikutin aku apa sih?" tanya bayu.
'Bisa sopan juga ya?'
'Aku di suruh bunda ratu untuk menjagamu. Katanya kamu anak istimewa yang di incar raja jin dan pengikutnya.'
"Bisa dong asal lu juga sopan sama gw."
"Apa yang mereka incar dariku? terus siapa raja jin itu?" tanya bayu.
'Nanti aja aku jelasin kamu bangun dulu waktunya sekolah.' ucap wulan sambil menepuk bahu bayu.
Bayu terbangun dari mimpinya dan melihat langit langit kamarnya. Mimpi tadi seperti nyata lalu bayu duduk dan melihat sekeliling. Ya bayu sendiri di kamarnya dan pagi sudah menyapa.
'He nyariin siapa' ucap cewek sangat jelas di sampingnya.
'Nggak usah teriak teriak bodoh nanti di kira ibu lu gila.'
"Jadi beneran lu itu nyata adanya? Lu nggak jahat kan?" tanya bayu setelah mulutnya di lepas wulan.
'Gw jahat kalau leper bisa makan manusia ha ha ha ha...' tawa wulan.
"Nak udah bangun? Buruan keluar mandi terus sarapan." ucap ibu bayu menghentikan tawa wulan.
"Iya bu bentar. Kalau lu jahat mending lu pergi atau gw pukul?" ancam bayu menyembunyikan ketakutannya.
'Haha mau pukul aku? silahkan' ucap wulan dan memajukan diri mendekat ke bayu
Tanpa bayu sadari tangannya reflek mendorong lengan kiri wulan dan di luar dugaan wulan terpental menghantam tembok. Walau wulan tidak apa apa dia kaget karena bayu bisa menyentuh dan malah membuatnya terpental seperti itu. Setelah membuat wulan terpental bayu keluar dari kamar dan mandi. Di kamar wulan berpikir sejenak. Sebesar itukah kemampuan bayu sampai bunda ratu menyuruhnya untuk menjaga. Andai tadi sebuah pukulan yang menghantamnya mungkin dia sudah mengalami luka dalam walau tidak parah. Wulan berniat mengasah kemampuan tapi dia akan meminta ijin bunda ratu dulu.
......................
Bayu berangkat ke sekolah dan di jalan bayu melihat bagas sedang di cegat tomi dan teman temannya. Bayu yang tidak mau masalah ini jadi panjang langsung saja telpon joni suruh datang ke jalan *****. Bayu yang tak ingin terlambat langsung saja menerjang salah satu dari mereka sehingga fokus jadi terbagi. Saat tomi dkk sedang terpaling ke bayu dengan cepat bagas mundur dan mencari pasir dan wush.. mereka telat pasir itu telah mengenai mata mereka termasuk tomi yang kalang kabut tak bisa melihat sampai dia lari lalu menabrak tiang di pinggir jalan. Dengan mudah bagas menjatuhkan lawannya yang tidak bisa melihat itu lalu bagas mendatangi tomi yang sepertinya pingsan menabrak tiang tadi. Bagas udah gemas ingin menghancurkan tomi tapi baru mau mencengkeram kerah bajunya joni dkk datang.
"Udah gas nanti mati tuh bocah. Bayu mana?"
"Itu bayu di kroyok 6 orang." tunjuk bagas.
Dari kejauhan joni berteriak.
"Woi berhenti atau lu pulang hanya tinggal nama?" joni mengeluarkan pedang dari tasnya dibikuti teman temannya yang juga membawa senjata.
mereka berenam langsung berhenti dan berusaha lari tapi sayang bayu menyerampang kaki salah satunya sampai jatuh tersungkur.
Bayu menangkap cowok itu dan bagas datang mengintrogasinya di ikuti joni.
"Lu orang geng cobra kan?" tanya bagas mengenalnya.
'I iya bang ampun jangan bunuh saya." ucap cowok itu memohon.
"Di bayar berapa lu buat nyegat temen gw?" tanya bayu.
"Lu anak buahnya si codet kan? Gw kenal bos lu. Gw laporin kalo lu buat masalah sama gw. Gw jamin si codet bakal bunuh lu njir." ancam joni dengan tampang sangarnya keluar. Joni emang anaknya konyol lucu dan asik kalau dia di perlakukan baik kalau sebaliknya siap siap dengan gaya premannya itu.
...Lanjut chapter selanjutnya>>>...