I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Chapter 100



Sedangkan Dimitri menghampiri Aresta dan Silas yang sedang berdiri di depan jendela besar.


" Apa kalian menunggu lama?" tanya Dimitri berdiri di samping Aresta.


" Tidak juga, Jadi dimana kita akan makan malam tidak mungkin bukan melewatkan nya. Ketika aku sudah berdandan secantik ini?" ucap Aresta sambil tersenyum menggoda Dimitri.


Mendengar itu Dimitri dan Silas sontak tertawa.


" Hahahaha...."


Setelah beberapa saat Dimitri menghentikan tawanya dan mengulurkan tangannya kepada Aresta.


" Apa kau sudah siap Ratu, kita akan pergi makan malam bersama." ucap Dimitri sambil membungkuk sedikit kepada Aresta.


Dengan wajah yang merona Aresta menerima uluran tangan Dimitri. Dirinya seperti seorang perempuan yang di jemput oleh sang pangeran. Tapi memang benar sih jika Aresta di datangi hingga Denmark oleh seorang pangeran atau lebih tepatnya adalah Raja nya sendiri.


Melihat Aresta menerima uluran tangannya membuat Dimitri merasa senang. Kemudian mereka berdua berjalan bersama menikmati waktu seperti sepasang yang baru jatuh cinta. Sampai dimana.


" Hei, Father dan Mother apa memang berniat meninggalkan aku?" tanya Silas yang berdiri di belakang Aresta dan Dimitri sambil memutar bola matanya malas melihat sikap romantis keduanya.


Dimitri dan Aresta yang menyadari bahwa mereka melupakan Silas hanya tertawa pelan.


Dimitri kemudian menghampiri Silas.


" Baiklah pangeran kecil apa saya harus menggendong anda menuju tempat tujuan?" tanya Dimitri meledek Silas.


Silas yang mendengarnya membuang wajahnya.


Dimitri yang melihat nya hanya menggelengkan kepalanya sepertinya dirinya akan susah berdekatan dengan Aresta. Jika ada Silas di tengah mereka. Setidaknya dirinya tidak mengambil keputusan yang salah untuk membiarkan Aresta dan Silas berada di istana.


" Setidaknya dengan kehadiran mereka saya bisa merasakan nama nya keluarga di tengah konflik ini. Tapi aku harus memikirkan untuk menyingkirkan mereka. Sebelum mereka melawan ku terlebih dahulu." batin Dimitri dengan ekspresi datar.


Aresta terkejut melihat dimana taman di hias dengan lampu-lampu di bagian tepi dan di sana terdapat sebuah meja dengan tiga kursi di tengahnya.


" Sepertinya kau menyukai kejutannya Aresta." ucap Dimitri yang menarik bahu Aresta dan memeluknya.


" Itu kejutan yang bagus Father setidaknya kita tidak makan dimana banyak sekali kuman di sana." ucap Silas secara sengaja menyindir Emily dan Julie.


Dimitri hanya menanggapinya hanya menggelengkan kepalanya dirinya tahu bahwa Silas sama sekali tidak menyukai kehadiran kedua wanita itu. Begitu juga dirinya.


" Mari kita makan." ucap Dimitri yang membantu Aresta dan Silas menuju meja serta membantu nya mendorong kursi.


" Terima kasih." ucap Aresta pelan berterimakasih kepada Dimitri yang membantunya dengan kursi.


Selama makan entah kenapa Aresta meras jantungnya tidak bisa berhenti berdetak. Perasaan ini seperti dirinya ketika pertama kali menyatakan cintanya di janji sucinya dengan David. Tapi itu semuanya berbeda sekarang Aresta menyadari siapa yang benar-benar yang berada di hatinya.


Sedangkan Dimitri berusaha untuk tidak gugup sudah cukup lama dia pendam selama ini dan hari ini dirinya akan mengungkapkan segalanya.


" Aresta." ucap Dimitri memanggil Aresta yang sekarang sedang minum anggur.


Aresta menolehkan kepalanya menatap Dimitri dan bertapa terkejutnya ia ketika....


Countine...