I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Aresta Sadar



Sebelum kemudian di susul oleh sepasang mata terbuka melihatkan manik mata cokelatnya memandangi kedua pria yang berbeda usia sedang melihatnya.


Orang itu adalah Aresta yang baru saja sadar dari kejadian semalam. Tiba-tiba saja Aresta merasakan kering di tenggorokannya sebelum meminta air.


Dimitri yang peka langsung mengambilkan segelas air dan memberikannya kepada Aresta. Tapi sebelum itu ia membantu Aresta melepaskan masker oksigen di mulutnya dan membantu nya bangun.


Aresta menerimanya dengan senang hati sambil meminumnya hingga tandas.


" Terima kasih." ucap Aresta yang merasa tenggorokannya lebih baik mengucapkan terima kasih pada Dimitri.


" Sama-sama sayang." ucap Dimitri sambil mengecup kening Aresta.


Aresta yang di perlakukan seperti itu hanya diam. Entah apa yang terjadi kepadanya hingga tidak memberontak nya lagi.


Sedangkan Silas yang selesai menghabiskan sarapannya langsung menghampiri Aresta dan menaiki kursi susah payah jika tidak di bantu oleh Dimitri untuk mengangkat di atas kursi.


" Mom, are you okay?" tanya Silas bertanya dengan menggunakan bahasa Inggris.


Aresta yang bisa melihat kekhawatiran di raut wajah Silas tersenyum tipis.


" Mom baik-baik saja." ucap Aresta sambil menarik Silas ke dalam pelukannya mengucapkan syukur karena masih di beri kesempatan untuk membuka matanya lagi.


Silas yang mendapatkan pelukan dari Aresta membuat kedua tangannya memeluk pinggangnya.


" Aku bersyukur bawa Mom tidak meninggalkan ku lagi. Aku takut." ucap Silas yang tanpa sadar meninttikan air mata nya mengeluarkan perasaan lega nya melihat bawa Mother nya sadar kembali.


Dimitri yang melihat nya merasa senang dengan sepasang ibu dan anak saling berpelukan. Tapi tangannya tiba-tiba saja mengepal membenci bagaimana ibunya yang berusaha membuat hidupnya hancur hanya demi kebanggan.


" Aku tidak akan memaafkan mu Ibunda karena perbuatan mu hampir membuat sepasang ibu dan anak yang saling menyayangi terpisah. Aku harus membawa mereka kembali ke negara ku untuk bisa melindungi mereka. Tapi sebelum itu aku harus bisa membuat David dan Aresta berpisah." batin Dimitri berbicara.


" Saya sudah memanggil dokter untuk memeriksa Aresta. Sekarang apa kau bisa melepaskan pelukannya Silas." ucap Dimitri meminta Silas melepaskan pelukannya.


Dimitri yang melihatnya menyerngitkan dahinya sebelum menggelengkan kepalanya pelan tidak menanggapi ucapan Silas.


Ceklek...


Pintu terbuka masuklah Dokter perempuan yang menghampiri mereka.


" Saya akan memeriksa Nona Arendelle." ucap Dokter tersebut meminta izin untuk memeriksa kesehatan Aresta.


" Tentu silahkan." ucap Aresta sambil tersenyum.


Setelah itu Dokter memeriksa keadaan Aresta termasuk luka penusukan semalam. Selesai memeriksa Dokter tersebut tersenyum.


" Keadaan Nona Arendelle sudah lebih baik dalam tiga hari anda bisa pulang. Tapi saya sarankan anda harus merawat luka tersebut dengan baik termasuk mengganti perban nya." ucap Dokter tersebut menerangkan kondisi kesehatan Aresta.


" Baik terima kasih atas pemeriksaan nya Dokter." ucap Aresta yang mengucapkan terima kasih setelah melihat Dimitri sama sekali tidak menanggapi perkataan Dokter.


" Tentu itu sudah menjadi tugas saya kalau begitu saya permisi dulu." ucap Dokter tersebut sambil sedikit menunduk sebelum pergi.


Aresta melirik Silas dan Dimitri yang diam sebelum mengambil tangan Puteranya.


" Silas apa kau bisa keluar sekarang, Mom butuh bicara dengan Raja." ucap Aresta menyuruh Silas untuk keluar.


Silas yang melihatnya melirik Aresta dan Dimitri sebelum menggangguk kepalanya kemudian pergi. Meninggalkan Aresta dan Dimitri yang melihat satu sama lain.


" Jadi apa yang melakukan nya adalah ibu ratu atau bisa disebut ibu anda, Yang Mulia?" tanya Aresta dengan datar.


Countine...