I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Pencabutan Gelar



Setelah urusannya kemarin berakhir kacau Aresta memutuskan untuk tetap melanjutkan perceraiannya dengan David. Ia tidak bisa membiarkan mempertahankannya karena akan membuat seorang wanita sekaligus seorang gadis kecil menderita akibat ulahnya.


Hari ini Aresta sudah bisa pulang saat membereskan perlengkapannya ia melihat pintu di buka dan masuklah Countess Vicon.


Membuat Aresta melihat kedatangan nya terkejut.


" Selamat sore, Countess buat apa anda berada di sini?" tanya Aresta dengan datar.


Countess Vicon berjalan mendekati Aresta dengan angkuh sampai berdiri di depannya.


" Sombong sekali, setelah berhasil memikat seorang Raja dan puteraku. Bagaimana anda bisa melakukannya apa anda menyerahkan tubuh anda yang menjijikan kepadanya." ucap Countess Vicon menghina Aresta.


Aresta mengepalkan tangannya merasa sakit hatinya dengan penghinaan Countess. Tapi ia tidak boleh menunjukkan kelemahannya jadi dia menatap angkuh seperti yang dilakukan Countess.


" Memangnya kenapa, apa anda iri kepada saya." ucap Aresta yang seolah membenarkan ucapan Countess. Walaupun sebenarnya dia tidak perlu melakukannya mengingat Raja sudah tergila-gila ketika pertemuan kedua mereka.


Countess Vicon yang mendengarnya mengeram kesal dan mengangkat tangannya ke atas berniat menampar Aresta.


" Sial...******..." ucap Countess yang menampar Aresta dengan kuat.


Plak....


Membuat tubuh Aresta hampir jatuh jika tidak ia berpegang di meja. Aresta merasakan darah mengalir di sudut bibirnya ternyata tamparan Countess begitu kuat.


Mata Aresta hampir berkaca-kaca tapi ia berusaha menahannya.


" Hahahaha... ini yang anda lakukan kepada calon ratu mu sendiri." ucap Aresta yang kembali mengangkat kepalanya.


Tentu saja ucapan Aresta semakin membuat amarah Countess memuncak dan ingin menamparnya jika saja tidak ada seorang tangan yang menahannya.


" Dimitri, kau sudah kembali." ucap Aresta dengan pelan.


Wajah Countess seketika yang tadinya memerah marah langsung dibuat pucat mendengar Aresta memanggil nama Raja. Benar saja ketika ia membalikkan badannya terkejut melihat kedatangan Dimitri menatapnya dengan marah.


" Sudah puas anda membuat perlakuan terhadap Calon Ratu anda." ucap Dimitri dengan dingin.


" Ini tidak seperti anda bayangkan Raja, wanita itu yang bersalah karena telah meninggalkan putera saya bersama dengan anda yang begitu agung daripada wanita miskin itu." ucap Countess yang berusaha membuat Dimitri percaya dengan ucapannya.


Dimitri hanya menggelengkan kepalanya sebelum kemudian menarik tangan Countess keluar dari ruang rawat Aresta.


Sampai di luar ruangan Dimitri dengan kasar menjatuhkan tubuh Countess hingga tersungkur di lantai.


" Saya sudah habis kesabaran mulai sekarang anda bukan seorang bangsawan lagi. Karena hari ini saya Dimitri Stevanus Cornelius mencabut gelar anda dan sekarang hanya orang biasa yang tidak di perbolehkan menginjak istana lagi. Selamat nona anda telah membuat leluhur anda malu dengan sikap tidak hormat kepada calon ratu mu." ucap Dimitri sebelum memberikan kode kepada Reymond untuk membawa pergi Countess keluar.


Countess Vicon yang sekarang bukan bangsawan lagi langsung berteriak-teriak di lorong rumah sakit.


" DASAR WANITA ******, KAU SUDAH MENGHANCURKAN HIDUPKU. AKU BERSUMPAH AKAN MENGHANCURKAN ANDA BERSERTA ANAK HARAM MU. INGAT ITU." ucap nya berteriak sambil tubuhnya di seret oleh bodyguard.


Aresta yang mendengar teriakannya langsung keluar dan menatap Dimitri yang melihat kepergian Countess dengan datar.


" Apa yang kau kepadanya sampai membuat nya berteriak seperti orang gila?" tanya Aresta penasaran mengingat Countess Vicon selalu menjaga sikapnya di depan umum.


Dimitri yang mendengarnya tersenyum miring sebelum kemudian menghampiri Aresta sambil mencium pelan bibir nya. Sebelum melepaskannya kembali.


" Kau tidak perlu tahu Aresta....


Countine...