
" Apa itu Mother sepertinya enak, apa Silas boleh mencobanya?" tanya Silas sambil tersenyum polos.
Membuat Aresta dan Dimitri langsung memusatkan pandangannya ke arah Silas yang sedang tersenyum kepadanya.
Aresta diam-diam memandang jengkel Silas. Sebab Silas bukan anak kecil sungguhan karena ada jiwa dewasanya di balik tubuh kecilnya.
" Apa yang kau rencanakan Silas telah membuat Mommy mu malu nak." batin Aresta sambil meringis.
Kemudian Aresta melirik ke arah Dimitri yang tampaknya gugup. Aresta tersenyum miring mendapatkan sebuah ide yang bagus.
" Dimitri kau jelaskan itu puteramu." ucap Aresta yang meminta Dimitri untuk menjelaskan nya kepada Silas.
Tentu saja Dimitri yang mendengarnya tidak terima bahwa Silas hanya anaknya saja.
" Hei. tapi Silas anak kita bukan anak ku saja, Jadi kau harus menjelaskan nya." ucap Dimitri membalikan nya kepada Aresta.
Aresta sontak saja menolak nya akhirnya mereka saling melempar perkataan. Reymond yang melihatnya dari balik kaca atas kemudi menggelengkan kepalanya. Menurutnya Dimitri hanya bisa mengeluarkan sifat aslinya di depan Aresta dan Silas saja.
Silas yang mendengarnya diam-diam tersenyum miring senang melihat pertengkaran mereka berdua.
" Itulah akibat karena telah melakukan adegan romantis di depan ku." batin Silas.
...****************...
Setelah perjalanan menghabiskan waktu satu jam setengah. Mobil akhirnya sampai di pekarangan komplek istana. Aresta yang melihatnya dari kaca memperhatikan istana. Meskipun istana ini tidak sebesar bukingham place di Inggris. Tapi istana ini memiliki keindahan di dalamnya terutama ada taman yang indah dengan bunga-bunga bermekaran membuat Aresta ingin berlama-lama di sana.
Dimitri hanya melihat istana dengan pandangan datar. Sebab setelah ini harus dia urus. Sedangkan Silas badannya gemetar memikirkan tempat di mana dia mati.
Aresta yang tanpa sengaja melihat ketakutan Silas langsung dibuat panik.
Silas tersadar apa dilakukan nya barusan merutuk dirinya.
" Tidak Mother, Silas hanya gugup saja. Sebab kita akan bertemu banyak orang." ucap Silas menjawab bohong.
Dimitri yang mendengarnya menggangguk kepalanya percaya.
" Tenanglah Father akan menjaga kalian." ucap Dimitri sebelum keluar dari mobil sedang berbicara dengan seseorang.
Sedangkan Aresta tidak begitu mempercayai nya mengingat bagaimana Silas selalu rapi dalam menyembunyikan perasaan nya. Kemudian Aresta menggenggam tangan Silas dirinya sampai sekarang tidak bisa mempercayai bahwa dirinya masih hidup dan menghindari kematian nya lebih tiga tahun lalu. Meskipun Aresta tidak menggapai mimpinya sebagai dokter. Tapi itu tidak menjadi masalah asalkan dia sekarang masih bisa bersama Silas dan sekarang tujuannya harus lebih kuat lagi yaitu musuh membuat hidup nya sengsara. Orang yang menjebaknya 7 tahun lalu.
" Tenanglah Mommy akan selalu melindungi mu. Kita berjuang bersama." ucap Aresta menenangkan Silas.
Silas mendengarnya tersenyum dan memeluk Aresta.
" Aku menyayangi Mommy. Tolong jangan pernah tinggalkan aku lagi." ucap Silas yang akhirnya memanggil Aresta dengan sebutan Mommy setelah 3 tahun berlalu tidak memanggilnya lagi.
Dimitri yang mendengarnya dari luar tepatnya samping kaca mobil dimana Aresta dan Silas memeluknya.
Reymond melihat Raja nya tersenyum merasa senang. Sebab akhirnya Raja nya akan mendapatkan kebahagiaan sejatinya.
" Mereka saling menyayangi satu sama lain." ucap Reymond sambil memperhatikan ibu dan anak saling berpelukan.
Dimitri yang mendengarnya tersenyum lembut.
" Setidaknya anak ku memilik ibu yang hebat daripada diriku." ucap Dimitri sambil membalikkan badannya memperhatikan seseorang yang berdiri di depan pintu masuk istana.
Countine...