
Adegan 18+.... Mohon bagi di bawah umur jangan membaca bagian ini. Dosa di tanggung sendiri.
" Tolong lepaskan." ucap Aresta yang mendorong dada Dimitri.
Tapi sayangnya itu sama sekali tidak terpengaruh oleh badan besar Dimitri.
" Aku sudah bilang tidak akan pernah melepaskan mu. Bagaimana kalau kita mengulang malam pertama kita cup.." ucap Dimitri sambil mengecup telinga Aresta.
Aresta memejamkan matanya menerima serangan dadakan ia meremas seprei hingga kusut.
" Kau tidak akan pernah melakukan itu ingat aku sudah punya seorang suami, dan aku tidak akan pernah mengkhianati nya." ucap Aresta yang berusaha memberontak ketika Dimitri mengecup gunung kembarnya di balik baju.
Dimitri yang mendengar penolakan kesekian Aresta langsung dibuat marah dan mendengarnya mengatakan kata suami membuatnya ingin sekali menjadikannya miliknya lagi.
" Kau akan menjadi milikku lagi Aresta Key Arendelle. Aku akan menghapus semua jejak-jejak yang ada di pria itu." ucap Dimitri sebelum menerkam Aresta.
Seluruh ruangan tampak berantakan dengan pakaian-pakaian yang jatuh di lantai. Terdengar suara ******* bercampur tangisan dan geraman memenuhi seisi ruangan.
Aresta hanya bisa menangis melihat bahwa seseorang selain suaminya menyentuhnya dia hanya bisa memejamkan matanya. Dengan badannya yang naik turun oleh Dimitri.
Dimitri yang melihatnya semakin melaju lebih kuat sambil menikmati ketika miliknya memasuki Aresta.
" Aresta ratuku kau hanya milikku." ucap Dimitri di tengah puncaknya.
Begitu juga Aresta yang sudah mencapai puncaknya dan merasakan sesuatu yang hangat di perut nya.
Selesai itu mereka saling mengatur nafas masing-masing sekaligus menatap satu sama lain. Dimitri dengan tatapan memuja dan Aresta dengan tatapan kebencian.
" MENGAPA KAU MELAKUKAN INI KEPADAKU, MENGAPA?" tanya Aresta dengan berteriak sambil meneteskan air matanya.
Dimitri membaringkan tubuhnya di samping Aresta dan menariknya ke dalam pelukannya sebelum kemudian menjawabnya.
" Aku tidak bisa kehilangan kalian...aku tidak bisa..." ucap Dimitri dengan lirih.
Aresta yang memejamkan matanya mendengar jawaban Dimitri tidak begitu percaya. Mengingat seharusnya pria di depannya sudah memiliki wanita lain dan hatinya masih terpaku kepada David.
" Tidurlah." ucap Dimitri sambil mengelus punggung Aresta.
Perlahan-lahan mata Aresta mulai memberat dan tidak lama kesadarannya di ambil ahli oleh mimpi.
Melihat Aresta yang sudah tertidur lelap Dimitri memandangi nya dengan tatapan sendu dan tangan nya menyentuh lehernya yang memiliki tanda ungu.
" Maafkan aku karena telah melakukan ini kepadamu. Aku melakukannya karena takut kehilanganmu. Selamat tidur sayang ku." ucap Dimitri sambil mencium bibirnya sebelum memeluk Aresta dengan erat.
Tidak beberapa lama Dimitri tertidur menyusul Aresta.
...****************...
Sedangkan David berjalan memasuki kawasan Mansion mewah di tengah hutan.
Drrt...
BRAK...
David masuk ke dalam melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga. David menaiki tangga sampai ke lantai dua.
Di sana terdapat sepasang pintu raksasa David berjalan menujunya dan masuk ke dalam.
Di balik ruangan di sana terdapat seorang wanita paruh baya yang duduk dengan anggun sambil meminum teh.
" Akhirnya kau sudah sampai juga David?" tanya nya sambil tersenyum miring.
David yang melihatnya hanya diam sebelum berjalan mendekat dan duduk di sofa seberangnya sambil tangannya mengambil secangkir teh hangat.
" Buat apa kau mengundang ku ke sini setelah membuat masalah di rumah ku bu. Aku tahu kau di balik ini semuanya." ucap David sebelum mencondongkan tubuhnya mendekat.
" Jadi dimana....
Countine...