I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Keributan Di Parkiran



Memikirkan reaksi David membuat Dimitri ingin sekali lagi tertawa.


" Sekali lagi kau tidak perlu memberitahukan nya Aresta. Ayo." ucap Dimitri sambil menarik pelan tangan Aresta menuju ke tempat parkiran.


" Hei kau tidak perlu menarik tangan ku seperti ini. Lagipula kita tidak akan kehilangan pesawat bukan?" ucap Aresta yang bingung dengan sikap Dimitri yang terkesan terburu-buru.


" Tidak perlu khawatir sekarang kita harus cepat pasti Silas sudah menunggu terlebih dahulu di dalam pesawat." ucap Dimitri sambil membantu Aresta masuk ke dalam mobilnya.


Setelah memastikan Aresta masuk Dimitri pengen menyusul. Tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik kerah kemeja nya dan memukul wajahnya hingga jatuh.


Bugh...


Aresta yang melihatnya dari dalam mobil dibuat terkejut ketika tiba-tiba saja ada seseorang memukul wajah Dimitri.


Dimitri merasakan sakit di bagian bawah bibirnya hingga mengeluarkan darah sedikit.


" Cih ....kau cukup pengecut juga menyerang orang tiba-tiba." ucap Dimitri sambil meludahkan darah sebelum kemudian berdiri dan membersihkan pakaian nya yang terkena debu.


Orang itu adalah David yang marah sambil berjalan mendekati Dimitri.


" Anda adalah pria yang licik, Yang Mulia. menipu saya dengan menandatangani surat perceraian itu." ucap David dengan tajam.


Dimitri bukannya merasa bersalah malah dia melemparkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.


" Hahahaha...."


David mengepalkan tangannya mendengar tawa mengejek dari Dimitri. Ketika David ingin memukul wajah Dimitri tapi tiba-tiba saja ada seseorang menahan tangannya.


" ANDA TIDAK BISA MELAKUKAN PEMUKULAN KEPADA SESEORANG RAJA." ucap Reymond yang ternyata orang menahan tangan David dengan wajah memerah marah.


David yang berusaha melepaskan tangan nya dari Reymond.


" LEPASKAN TANGAN KOTOR MU DARI KU." ucap David yang berteriak keras di wajah Reymond.


Reymond yang mendengar teriakan David sama sekali tidak menanggapinya melihat ke arah Dimitri yang sedang berdiri dibantu oleh Aresta yang sudah keluar dari mobil.


" Yang Mulia. apa yang akan lakukan selanjutnya pria ini sudah melaksanakan pelanggaran tingkat tinggi?" tanya Reymond menunggu hukuman David yang akan di berikan kepada Dimitri.


Aresta yang mendengarnya terkejut sambil melirik ke arah Dimitri. Sebenarnya Aresta merasa kasihan melihat keadaan David yang sangat berubah tubuhnya kurus, ada janggut dan kumis mulai tumbuh.


" Tidak, kita tidak akan menghukumnya karena saya merasa berterimakasih sebab selama ini telah membantu calon isteri saya dalam membantu pengasuhan pangeran Silas. Tapi yang lebih penting jangan mendekati calon isteriku. Ayo Aresta." ucap Dimitri sambil menggenggam tangan Aresta dan membawanya kembali masuk ke dalam mobil.


Setelah itu Dimitri menyusul masuk ke dalam mobil.


" Jalankan mobilnya dan Reymond kau urus pria gila itu." ucap Dimitri berbicara kepada sopir dan Reymond.


" Baiklah, Yang Mulia." ucap Reymond sebelum mobil itu di jalankan.


Aresta melihat ke arah belakang melihat David yang berteriak kepada Reymond.


" Apa tidak masalah meninggalkan nya bersama Reymond?" tanya Aresta merasa sedikit khawatir.


Dimitri yang sedang memegang ipad nya melirik ke arah Aresta. Dimitri meletakkan ipad di sampingnya.


" Apa kau khawatir kepada mantan suami mu?" tanya Dimitri sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah Aresta.


Aresta yang merasa kedekatan Dimitri langsung memalingkan wajahnya.


" Tidak apa-apa." ucap Aresta sambil melihat ke arah jendela.


" Apa ini akan baik-baik saja." batin Aresta berpikir.


Countine...