
Selesai sarapan Dimitri menyuruh para bodyguard termasuk Reymond untuk keluar ia butuh waktu berdua bersama Aresta dan Silas.
" Jadi pembicaraan apa yang sampai membuat semua bodyguard mu keluar dari ruangan?" tanya Aresta kepada Dimitri sambil menatap nya.
Termasuk Silas yang hanya diam memperhatikan kedua orang tua nya berbicara meski ia dia bertanya-tanya. Apa yang akan dilakukan Raja Dimitri mengingat pria itu akan melakukan apapun untuk mendapatkan nya.
Raja Dimitri diam sebelum mengambil sebuah amplop di balik jas biru dongker milik nya dan menyerahkannya kepada Aresta.
" Bukalah." ucap Dimitri dengan nada memerintah menyuruh Aresta membacanya.
Ketika Aresta membukanya bertapa terkejutnya melihat isi kertas nya dan tiba-tiba saja dia berdiri menggebrak meja dengan keras.
" KAU TIDAK BISA MELAKUKAN HAL INI KEPADAKU." ucap Aresta yang berteriak marah kepada Dimitri.
Dimitri yang mendengarnya mengangkat kedua alisnya sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Silas sama sekali tidak terpengaruh oleh kemarahan Aresta.
" Itu surat akta kelahiran Silas yang baru menjelaskan bahwa saya adalah ayah kandungnya dan otomatis dia adalah pewaris tahta selanjutnya setelah saya." ucap Dimitri menjelaskan isi kertas itu.
Tentu saja Silas yang mendengarnya terkejut mengingat Dimitri tidak akan melakukannya di kehidupan sebelumnya. Karena saat itu yang melakukan nya adalah Julia mengingat wanita itu sama sekali tidak di berikan keturunan selama hidupnya dan otomatis tahta miliknya terlepas dia adalah anak yang di benci oleh Raja Dimitri. Tapi Silas memaklumi mengingat Raja Dimitri mengira dia adalah anak dari Julia wanita yang di benci oleh sang raja.
Tapi semuanya telah berubah setelah Raja Dimitri mengetahui bahwa dia adalah bukan anak dari wanita itu. Silas sibuk berpikir tanpa mempedulikan ketegangan di antara Aresta dan Dimitri.
Aresta merasakan dada naik turunnya mengatur semua emosinya untuk tidak membunuh Raja di depannya dan setelah merasa tenang ia kembali duduk sambil menatap sengit Dimitri.
" Saya tidak akan membiarkannya karena saya adalah ibu kandungnya yang telah melahirkan serta membesarkan nya selama 7 tahun, dan saya tidak ingin anak saya menaiki tahta yang berdarah itu." ucap Aresta dengan menekan setiap kalimatnya.
" Ingat satu hal Aresta key arendelle bahwa Silas adalah puteraku. Putera kandung ku dan tidak ada berhak untuk menyingkirkan nya di tahta termasuk kau adalah ibunya. Jika saja anda tidak menyembunyikan dirimu dengan membawa anak kita. Mungkin saya bisa menikahi anda dan memberikan kehidupan yang baru bagi Silas. Ingat Aresta saya tidak akan mengubah keputusan ku bahwa Silas ikut denganku dan kau mengikuti kami atau anda akan tetap bersama suami mu itu serta kau tidak akan menemui Silas lagi." ucap Dimitri panjang lebar.
Setelah mengatakan itu Dimitri memutuskan untuk keluar dari ruang makan meninggalkan Aresta yang merasa lemas di bangku nya.
" Kita harus melakukan apa Silas? Apa kau bisa menghindari nya di kehidupan sebelumnya?" tanya Aresta yang penasaran dengan kehidupan sebelum Silas.
Silas hanya menjawab dengan gelengan kepala membuat Aresta menghela nafas.
...****************...
Sedangkan di sisi lain David sedang duduk di sebuah restoran mewah menunggu seseorang yang ingin berbicara dengannya.
Tidak lama setelahnya ia langsung berdiri dan membungkuk di hadapannya.
" Selamat datang Raja." ucap David dengan datar.
Orang yang ternyata Dimitri hanya menyeringai melihat David.
" Akhirnya kita bertemu...
Countine...