I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Chapter 123



Sedangkan Dimitri terdiam tanpa mengucapkan apapun.


" Jadi bagaimana bisa kau membuat Aresta bertahan hingga sekarang, seharusnya dia sudah mati tiga tahun lalu ketika menurut garis waktu sesungguhnya?" tanya Dimitri penasaran dengan Aresta bertahan sekarang.


Walaupun dalam hatinya Dimitri merasakan perasaan sesak. Ketika mendengar bahwa sebenarnya Aresta sudah mati dan alasan itu lah dirinya tidak bisa mencari tahu atau bertemu dengannya.


Melihat ekspresi terpuruk Father membuat Silas merasa sedikit senang setidaknya mereka sudah saling mencintai satu sama lain.


" Aku bahkan baru mengetahuinya ketika berusia 17 tahun ketika David menemui ku. Dia adalah orang yang pertama menemukan Mommy mati di apartemen nya." ucap Silas terus langsung menceritakan semua awal kehidupan pertamanya dimana Aresta berusaha melindunginya dengan bersikap kasar kepadanya. Dimana Aresta mati tertembak ketika berusaha merebutnya.


Selama mendengar cerita Silas. Dimitri memikirkan perasaan dimana dirinya merasa bodoh telah mempercayai Julie bahwa dia adalah ibu kandung Silas. Bahkan dirinya sama sekali tidak mencari tahu lebih jauh tentang anaknya.


" Mother juga terlahir kembali dan sepertinya dia mencintaimu Father aku mohon jangan kecewakan dia. Mother sudah banyak menderita aku merasa menyesal karena sempat tidak pernah mempedulikan nya. Jika saja aku mencari tahu lebih awal setidaknya aku bisa menjumpai kuburan nya lebih awal. Aku memang tidak berguna hiks..." ucap Silas sambil menangis merasa menyesal akibat kebodohannya di masa lalu.


Dimitri yang melihat nya langsung memeluk Silas. Silas yang merasakan pelukan Father nya semakin menenggelamkan wajahnya di pelukan hangatnya. Setidaknya perasaan nya lebih tenang telah menceritakan semuanya.


" Tenanglah hal itu tidak akan terjadi lagi, father akan segera menyelesaikan semuanya. Father tidak akan membiarkan kalian dalam bahaya lagi. Apalagi untuk mother mu." ucap Dimitri penuh tekat akan melindungi Aresta.


Selesai berbincang dengan Silas langsung saja Dimitri kembali ke kamarnya.


Ceklek...


Ketika Dimitri membuka pintu nya di sana ia melihat Aresta yang sedang tertidur di atas ranjang nya. Dengan langkah pelan Dimitri menghampirinya dan duduk di sampingnya.


Setelah mendengar semuanya dari Silas dan tahu bahwa Aresta juga mengalami hal serupa. Tekat Dimitri semakin kuat untuk melindunginya dia tidak akan pernah orang itu melukai Aresta ataupun Silas. Cukup sekali saja dirinya merasa bodoh karena tidak mencari dulu tentangnya. Dia tidak bisa membayangkan hidup tanpa Aresta wanita pertama yang berhasil mengambil hatinya.


Aresta yang merasa tergganggu mulai membuka matanya dan melihat bahwa Dimitri sedang duduk di sampingnya yang terlihat melamun.


" Dimi, mengapa kau terlihat melamun?" tanya Aresta yang masih sedikit mengantuk.


Dimitri tersadar dari lamunannya setelah mendengar Aresta berbicara.


" Tidak ada sekarang lebih baik kau tidur lagi besok kita harus mengantar sekolah Silas." ucap Dimitri sambil tersenyum tipis.


Dimitri juga mengingat bahwa Silas belum masuk ke sekolah barunya. Mengingat kejadian baru-baru ini yang membuatnya pusing.


Aresta yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya sebelum kemudian kembali memejamkan matanya.


Dimitri masih tersenyum melihat Aresta tidur secepat itu sepertinya wanita kelelahan harus menyambut para tamu pemakaman Ibu Ratu Emily. Memikirkannya saja dirinya merasakan perasaan sedih. Tapi Dimitri tidak bisa berkubang dalam perasaan sedihnya. Karena sekarang awal dari segala masalah yang akan di hadapinya.


" Aku melindungi mu Aresta tidak ada kedua kali kau berakhir tragis. Karena aku janji akan memberikan akhir yang bahagia bagimu aku mencintaimu." ucap Dimitri sambil mencium kening Aresta.


Countine...