
Saya sama sekali tidak ingin pertunangan ini berlanjut." ucap Dimitri dengan tegas meminta kepada ibunya dan kedua orang tua Julia untuk memutuskan pertunangan secara tidak langsung.
Tentu saja pernyataan dari Dimitri membuat suasana di ruang makan semakin kacau. Termasuk Emily yang sama sekali tidak menyangka dengan ucapan dari Dimitri.
" Dimitri, Ibunda tidak suka dengan menyakiti hati Julia beserta orang tua nya. Cepat minta maaf dan batalkan keputusan mu." ucap Emily dengan wajah memerah marah kepada Dimitri.
Tetapi sayangnya Dimitri sama sekali tidak mempedulikan ucapan dari Emily. Ia berdiri dan berjalan mendekati Ayah dari Julia Tuan Julius.
" Tuan saya minta maaf jika keputusan membuat kalian tergganggu. Meskipun begitu saya tidak bisa melanjutkan hubungan yang membuat hidup kami bersatu tanpa sebuah ikatan cinta untuk selamanya. Sekali lagi maafkan saya." ucap Dimitri sambil menunduk sedikit kepalanya.
Julius yang mendengarnya sedikit marah karena Puterinya tidak bisa mendapatkan pria idamannya. Tapi ia mengerti bahwa Dimitri sama sekali tidak pernah mencintai Julia. Dengan tangannya di menepuk pundak Dimitri supaya menatapnya.
" Anda tidak bisa menundukkan kepalanya kepada orang seperti saya, Yang Mulia. Saya senang mendengar pengakuan anda mengenai hubungan pertunangan ini dan saya berterima kasih karena telah jujur bahwa anda tidak bisa melanjutkan. Kami ingin mendapatkan pria yang terbaik bagi Puteri kami. Tapi saya tidak ingin memaksakan kehendak kepada anda, Yang Mulia. dengan ini saya memutuskan hubungan pertunangan antara Julia dan Raja Dimitri." ucap Julius mengambil keputusan.
Deg...
Tentu saja membuat Julia yang mendengarnya langsung berteriak histeris.
" TIDAK..... AYAH TIDAK MUNGKIN MAU MEMBATALKAN PERTUNANGAN INI. BUKANNYA AYAH SUDAH BERJANJI UNTUK MEMBUATKU MENIKAH DENGAN RAJA DIMITRI HUAA...." ucap Julia berteriak dan menangis keras.
Membuat orang tua Julia langsung menariknya keluar ruangan karena memicu keributan.
" Saya permisi terlebih dahulu Raja dan Ibu Ratu. Ayo Julia jangan membuat kami malu." ucap Julius sambil menyeret Julia.
Setelah kepergian Julia dan Orang tuanya Emily langsung melotot kepada Dimitri.
" Kau membuat Ibunda malu." ucap Emily marah karena Dimitri menentang keinginannya.
Dimitri yang mendengarnya hanya diam sebelum berjalan melangkah keluar.
...****************...
Saat ini Aresta beserta Silas dan David berada di bandara udara Chicago untuk penerbangan ke Kopenhagen.
Sedari tadi Aresta terus melirik ke kanan dan kiri takut-takut ada Bodyguard istana di sini. Setelah memastikan bahwa tidak seorangpun yang mencurigakan Aresta bisa bernafas lega.
" Aresta ayo kita pergi check out karena pesawat sebentar lagi akan terbang." ucap David sambil menggendong Silas yang memasang wajah malasnya.
Aresta yang mendengarnya langsung berjalan mendekat. Entah kenapa dirinya merasa bahwa keluarga ini sudah lengkap tanpa perlu kehadiran pria yang merupakan ayah kandung Silas.
Bahkan Aresta bisa melihat wajah Silas terlihat bersinar daripada kehidupannya yang sebelumnya selalu memasang wajah datarnya.
" Mari Aresta kita mulai hidup yang baru." ucap Aresta sambil berjalan mendekati David dan Silas.
...****************...
" AYAH HIKS...AKU TIDAK MAU PULANG KEMBALIKAN AKU KE ISTANA HIKS...." ucap Julia yang menangis keras.
Plak....
Julius sudah tidak kuat mendengar rengekan Julia langsung menampar nya membuat isterinya Anna terkejut.
Termasuk Julia yang baru pertama kalinya Ayahnya bermain tangan kepadanya.
" Aku benci Ayah ...
Countine...