I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Penyesalan Emily



Setelah kejadian itu yang dimana berujung Dimitri mengasingkan kembali ibu kandungnya. Suasana hati Dimitri sedikit buruk karena mengingat ucapannya tentang ayahnya yang tersembunyi selama ini.


Tapi walau begitu Dimitri masih berusaha bersikap hangat kepada Aresta dan Silas. Dua orang yang sangat berharga bagi Dimitri. Apalagi pernikahannya dengan Aresta tinggal beberapa hari lagi.


Ketika Dimitri sedang melihat jendela kamarnya sambil melamun. Tiba-tiba saja dia merasakan tangan kecil hangat memeluk pinggangnya.


" Apa semuanya baik?" tanya Aresta yang memeluk Dimitri sambil memejamkan mata nya menikmati punggung pria yang akan menjadi suaminya dalam beberapa hari lagi.


Dimitri membalikkan badannya menatap Aresta dengan lembut.


" Tentu saja karena sebentar lagi kita akan menjadi sepasang suami isteri, serta kau akan menjadi Ratuku." ucap Dimitri sambil menyatukan keningnya dengan Aresta.


Aresta membalas senyuman Dimitri sambil memejamkan mata nya.


" Aku juga senang, Tapi yang menjadi pertanyaan ku adalah apa kau tidak menyesal telah menghukum ibumu ke pengasingan?" tanya Aresta sambil sedikit meringis mengingat dimana setelah Emily keluar dari ruang makan dengan mata berlinang air mata dan ekspresi kosong hampa di matanya.


Dimitri menghela nafasnya sebelum memisahkan keningnya dengan Aresta sebelum kemudian menjawabnya.


" Aku sudah yakin mengingat kesalahannya sudah termasuk fatal. Aku tidak bisa memaafkannya lagi mengingat dia hampir membunuhmu dua kali. Sikapnya sudah berubah sejak pengkhianatan ayah ku terhadapnya." ucap Dimitri mengingat wajah lembut Emily dulu.


Memang sebelum kejadian itu Emily dikenal memiliki sifat yang baik hati, lembut, dan tidak memandang status seseorang meskipun dia lahir di keluarga bangsawan. Emily menjadi Ratu yang dicintai rakyatnya bersama Raja Arthur apalagi dengan kehadiran Dimitri sebagai putera mahkota membuat kehidupannya sempurna.


Tapi sayangnya semua itu menghilang dimana Emily melihat suaminya menikahi seorang perempuan di sebuah tempat terpencil. Emily yang patah hati langsung meninggalkan tempat itu dan tanpa mengetahui bahwa Raja Arthur mengikutinya dari belakang bersama perempuan itu.


Sampai Raja Arthur tidak fokus mengemudi dan akhirnya mobil itu jatuh ke jurang. Beliau berserta isterinya baru di nikahin meninggal dunia.


Sejak saat itu Emily di tunjuk sebagai Ratu sekaligus pendamping Dimitri hingga usianya 17 tahun sebelum kemudian dia naik tahta.


Dimitri yang tahu ekspresi Aresta hanya terkekeh pelan sebelum kemudian memberikan ciuman di bibir nya.


Aresta yang terkejut sontak mendorong tubuh Dimitri sekuat tenaga hingga ciuman itu lepas.


" Apa yang kau lakukan Dimitri?" tanya Aresta dengan pipi merona merah.


Dimitri yang melihatnya kembali tertawa terbahak-bahak sepertinya berkat Aresta suasana hatinya mulai merasa membaik.


Meskipun dalam hati Dimitri dirinya merasa khawatir dengan kondisi Emily. Tapi dirinya yakin bahwa Ibunya akan baik-baik saja. Semoga saja dengan pengasingan ini ibunya akan berubah.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Emily terus saja mengeluarkan air matanya. Dirinya merasa menyesal telah membuat calon isteri puteranya hampir mati. Awalnya dia kira wanita bernama Aresta hanya ingin mendekati puteranya untuk mendapatkan tahta.


Tapi setelah di pikirkan lagi mengapa jika wanita itu ingin mendapatkan tahta tidak menemuinya sejak hamil. Kenapa harus menunggu 7 tahun sampai Dimitri muncul.


Juga terkadang Emily merasa aneh akan sesuatu dengan sifat cucunya yang dingin.


Ketika Emily sedang berpikir tiba-tiba saja....


Dor...


Countine...