
Jadi kita mulai dari mana." ucap Dimitri sambil memasang ekspresi licik nya.
" Keluarga Carabelle menginginkan sebuah tanah yang berada di dekat pegunungan untuk di buat sebuah resort mewah, dan dengan anda menikahi Puterinya mereka bisa meminta tanah itu tanpa membayar pajak lebih mahal mengingat mereka adalah mertua anda, Yang Mulia." ucap nya sambil ketakutan.
Dimitri yang mendengarnya menggangguk kepalanya.
" Baiklah sekarang aku memerintahkan untuk awasi tuanmu. Aku akan membayar mu lebih banyak dan membayar semua operasi ibumu. Apa kau mau." ucap Dimitri menawarkan sebuah penawaran.
Orang itu langsung berpikir jika dia tidak menerima tawaran dari sang raja mungkin nyawanya akan terancam termasuk kepada keluarganya. Tapi dirinya tidak bisa mengkhianati keluarga Carabelle yang sangat berjasa dalam hidupnya. Di sisi lain jika dia menerimanya kemungkinan ibunya bisa di operasi termasuk kehidupannya akan menjadi lebih baik isteri dan anaknya akan memiliki makanan yang sehat, baju yang bagus, terlebih lagi dia bisa menyekolahkan anaknya.
" Baiklah, Yang Mulia. perintahmu akan saya laksanakan." ucap nya sambil menunduk di hadapan Dimitri.
" Bagus, sekarang kau bisa pergi dan cari tahu semua kelemahan keluarga Carabelle. Jangan pernah mengkhianati kepercayaan saya." ucap Dimitri sebelum keluar dari penjara tersebut.
Dimitri berjalan dengan wajah yang angkuh sekaligus berwibawa sejak dua tahun lalu hidup nya hanya bisa di habiskan melaksanakan tugas nya sebagai Raja dan mengawasi ibunya yang sering kali menyuruhnya menikah dengan Lady Julia. Salah satu wanita yang di benci nya.
Karena hanya ada satu wanita saja yang ada di hatinya yaitu Aresta cinta nya dan ibu dari anaknya.
...****************...
Saat ini David dan Aresta sedang mengantar Silas ke sekolahnya yang baru. Mengingat hari ini pertama masuk sekolah mereka berdua sepakat untuk mengantarkan Silas sampai ke kelasnya.
Sampai di sekolah Kopenhagen Elementary school sudah banyak orang tua yang sedang mengantar anak-anak kelas satu menuju kelasnya.
" Silas, dengarkan kata Mommy habiskan bekalmu, dengarkan semua perkataan gurumu dan jangan nakal." ucap Aresta memberikan nasihat nya kepada Silas.
" Tentu saja Mother." ucap Silas sambil memutar bola matanya karena untuk kesekian kalinya juga Mother nya selalu memberikan nasihat yang sama.
Berikut nya pandangan Silas tertuju ke arah David yang saat ini berjongkok di hadapannya.
" Silas dengarkan kata Mommy mu dan jika ada seseorang yang mengejek mu kau bisa memukulnya dengan kuat. Nanti Dad yang akan bertanggung jawab jika seandainya orang tua mereka mengadu." ucap David sambil tersenyum jahil.
Silas yang mendengarnya hanya diam sambil dalam hati menghitung mundur sebelum Mother nya memukul kepala Daddy nya.
Dugaan nya benar sekali karena Mother nya sekarang memukul kepala Daddy nya dengan kencang.
" Aduh sakit sayang." ucap David sambil meringis memegang kepalanya yang di pukul Aresta.
Aresta yang mendengarnya hanya melipat tangannya di dada nya memandang sengit David.
" Jika sekali lagi kau mengatakan hal yang tidak baik kepada Silas. Aku pastikan kau akan tidur di luar selama seminggu." ucap Aresta sambil tersenyum miring.
Silas yang melihatnya terkadang berpikir mengapa senyuman Mother nya mirip sekali dengan pria itu.
Countine...