
Mari kita selesaikan ini." ucap Dimitri sambil menatap Aresta dan Silas.
Aresta dan Silas menggangguk kepalanya sambil tersenyum ini adalah pertama kalinya mereka menunjukkan diri di publik. Dimitri yang melihat kekompakan ibu dan anak tersebut merasa senang dan berharap bahwa mimpi itu hanya sekedar mimpi. Bukan ingatan nya di masa lalu.
" Baiklah ayo kita ke sana." ucap Dimitri sambil menggenggam tangan Silas begitu di sebelah kanan.
Sedangkan Aresta menggenggam tangan Silas di sebelah kiri. Jadi Silas berada di tengah mereka. Silas merasa perasaan senang bercampur haru karena akhirnya dirinya bisa merasakan sesungguhnya keluarga.
Sampai sekarang Silas tidak bisa menyangka dengan sikap lembut Dimitri kepada Aresta. Mengingat Dimitri dikenal dingin dan tidak suka berdekatan dengan orang lain kecuali Reymond asistennya. Bahkan Silas di kehidupan sebelumnya jarang sekali berbicara dengan Dimitri. Meskipun mereka berdua makan di meja yang sama tapi tidak satupun perbicangan seperti sekarang. Karena selesai makan Dimitri langsung pergi meninggalkan ruang makan.
Mereka bertiga berjalan bersama sampai didepan pintu ruang konferensi pers.
" Yang Mulia. mereka sudah siap." ucap Reymond sambil menundukkan kepalanya.
" Silahkan buka pintu nya." ucap Dimitri dengan tegas.
Sebelum masuk Dimitri memberikan bisikan kepada Aresta yang terlihat gugup bahkan telapak tangannya sampai dingin.
" Tenanglah aku akan melindungi kalian. Jadi jangan takut aku mencintaimu." ucap Dimitri membisikan kata penenang.
Aresta yang mendengarnya wajahnya dibuat merona sebelum kemudian menatap Dimitri sambil tersenyum.
" Tentu saja." ucap Aresta berusaha bersikap tenang lagipula benar kata Dimitri dirinya tidak sendirian di sini. Ada calon suami serta anaknya yang akan berada di sisi nya.
Dimitri membantu Aresta dan Silas untuk menggeser kursinya setelah memastikan mereka berdua duduk. Kemudian Dimitri mendorong kursinya sendiri dan duduk.
Wartawan dan semua orang yang berada di ruangan terkejut karena seumur hidup baru pertama kali Raja mereka mau melakukan itu. Bahkan mereka mengingat dimana Raja mereka mengacuhkan Julie ketika mengumumkan pertunangannya 8 tahun lalu.
" Selamat pagi semuanya saya Reymond yang akan membimbing kalian semua. Ketika kalian ingin bertanya. Tapi sebelum itu kami harap berita ini informasi nya jangan di tambah maupun di kurangi. Kami ingin semua sesuai fakta yang akan di katakan Raja. Jika kalian tidak ingin merasakan dinginnya lantai penjara." ucap Reymond yang tiba-tiba saja menyeringai mengancam membuat para wartawan ketakutan dan akhirnya hanya menggangguk kepalanya.
Setelah wartawan itu setuju Reymond kemudian menggangguk kepalanya ke arah Dimitri. Melihat isyarat itu Dimitri menggangguk kepalanya tapi sebelum itu ia melihat seseorang yang membuatnya curiga. Tapi dia biarkan saja karena nanti dia akan mencari tahu.
" Selamat pagi, saya tidak akan membuang waktu lagi 7 tahun lalu. Saya di jebak oleh seseorang dan kemudian menghabiskan malam.." ucap Dimitri menceritakan semua pertemuan nya dengan Aresta dan dimana wanita itu melahirkan anaknya serta membesarkannya sendiri tanpa memberitahukan nya kepada siapapun.
Wartawan mencatat nya dengan baik tidak ada satupun yang ingin bertanya tanpa di suruh. Karena mereka takut dengan ancaman Reymond dan Raja Dimitri melalui tatapan tajamnya.
" Kesimpulan nya saya akan memperkenalkan Aresta adalah calon isteriku dan anakku Silas sebagai putera kandung ku sekaligus pangeran mahkota Epitopia." ucap Dimitri mengumumkan nya.
Tapi tidak lama setelah itu terdengar suara...
Dor...
Countine...