I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Will You marry me



Akhirnya setelah menghabiskan waktu selama berjam-jam Aresta bersama Silas dan David sampai Kopenhagen Denmark.


Mereka langsung mencari taksi menuju tempat penginapan sebelum besok akhirnya mencari tempat untuk ditinggali.


Aresta cukup terpesona dengan keindahan kota Kopenhagen Denmark. Dirinya bersyukur setidaknya dia aman bersama Silas dan berharap pria itu tidak menemukannya untuk selamanya.


" Aresta sebelum ke penginapan lebih baik kita mencari makan malam dulu. Sepertinya kau dan Silas sudah kelaparan." ucap David sambil tersenyum.


Aresta mendengarnya langsung menggangguk kepalanya sejujurnya dia merasa malu melihat semua perhatian yang selama ini David berikan kepadanya. Andaikan tidak ada David mungkin sampai sekarang dirinya akan tetap bekerja sebagai pencuci dengan penghasilan kecil.


Mendapatkan persetujuan dari Aresta langsung saja David berbicara kepada Sopir taksi.


"Kan vi komme forbi restauranten først" ucap David dalam bahasa Dansk atau Denmark.


( Apa kita bisa mampir ke restoran terlebih dahulu)


"Selvfølgelig sir" ucap Sopir menyetujui nya dan kemudian mengendarai mobilnya menuju ke arah restoran.


( Tentu saja Tuan)


Setelah menempuh waktu sekitar satu jam taksi pun berhenti di sebuah restoran yang terkenal di kota Kopenhagen.


Noma sendiri merupakan satu restoran bergaya Nordic atau Scandinavian. Rene Redzepi dan Claus Meyer, sebagai pendiri sekaligus head Chef di restoran tersebut sukses mendefinisikan kembali masakan Nordic.


Keunggulan Noma Restaurant tidak hanya sampai di situ, mereka berusaha untuk menyajikan berbagai hidangan lezat dan segar. Serta mengasimilasi budaya kuliner lain dengan keterampilan yang dimiliki Redzepi bersama tim lainnya.


Dari beberapa hidangan yang tersaji, ada yang paling unik. Seperti halnya terdapat hidangan seperti ranting yang terbuat dari juniper dusted malt flatbread yang disajikan dalam vas bunga. Tak hanya itu, kudapan ini juga dilengkapi dengan bunga-bunga merah yang bisa dimakan dan diisi escargot.


Hidangan kedua diberi nama mose and cep. Ini adalah makanan ringan yang renyah dengan sedikit daging rusa panggang dan dipadukan dengan jamur cep serta sayuran hijau di bawahnya. Rasanya renyah dan mengagumkan.


Aresta merasa menikmati masakan yang dibuat di restoran Norma dan dirinya sampai lupa kapan makan enak terakhir kali. Begitu juga Silas yang sudah lama sekali tidak menyicipi masakan khas Denmark terutama mose anda cep makanan kesukaan ketika berkunjung di sini di kehidupan sebelumnya.


Sedangkan David terus memperhatikan Aresta yang terlihat sangat cantik di matanya. Dirinya sangat gugup ketika mengungkapkan perasaan kepada wanita yang selama ini cintai hampir 10 tahun. Silas yang menyadari bahwa David gugup langsung memegang tangannya.


" Semangat atau kau akan kehilangan ibu lagi." ucap Silas yang berbicara tanpa suara.


Mendapat semangat dari Silas membuat David bersemangat dan kemudian dia berdiri dari kursinya berjalan mendekati Aresta.


" Ada apa David, apa ada sesuatu di makan mu?" tanya Aresta yang terlihat bingung.


David hanya diam sambil menghela nafasnya sebelum kemudian membungkuk di hadapan Aresta. Membuat Aresta dan seisi pengunjung terkejut.


" David apa yang kau lakukan berdirilah kita dilihat banyak orang." ucap Aresta dengan panik.


" Aku tidak peduli, Aresta key arendelle seorang wanita yang selama ini aku cintai lebih dari sepuluh tahun. Aku mulai menyukainya ketika melihat seorang anak perempuan yang memberikan bunga mawar putih untuk menghiburku ketika salah satu keluarga ku meninggal. Di situ awalnya aku menaruh hati kepadanya. Aku tidak peduli kau sudah punya anak karena aku selalu menanti dirimu, dan hari ini aku dengan memberanikan diri untuk melamar mu Aresta. Will you marry me..." ucap David...


Countine...