I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Bersama Dimitri



Aresta mengepalkan tangannya memandang tajam Dimitri yang sedang bersmirk di depannya.


" Anda tidak bisa melakukan ini kepada saya karena saya adalah ibunya yang telah membesarkannya." ucap Aresta dengan tegas sambil memandang Dimitri tanpa takut.


Dimitri melihat sorot mata berani Aresta dalam hati tersenyum bangga setidaknya anaknya tidak di besarkan oleh wanita yang serakah. Kemudian Dimitri melirik ke arah pengawal nya yang berada di belakang Aresta.


Pengawal tersebut menggangguk kepalanya dan memukul tengkuk Aresta hingga badannya lemas terjatuh tidak sadarkan diri. Dimitri langsung menggendongnya sebelum jatuh dengan gaya pengantin.


" Kita kembali ke hotel dan sembunyikan keberadaan kita. Karena saya harus ada urusan lain." ucap Dimitri sambil membawa tubuh Aresta ke dalam mobil.


Dimitri meletakkan Aresta di samping Silas yang juga sedang tertidur. Selama mobil di jalankan pandangan Dimitri terus tertuju kepada kedua orang yang entah sejak kapan menjadi sesosok berarti baginya. Ia benci ketika mengingat Aresta sudah di miliki oleh pria lain dan Silas anaknya memanggil pria itu ayah. Sesuatu ada sepaku tertancap di dalam hatinya.


Dengan lembut Dimitri mengelus rambut Aresta dan menyandarkan kepalanya di bahu miliknya. Ia memejamkan matanya menikmati kepala wanitanya bersandar kepadanya dan tangannya mengelus pinggangnya.


" Aku tidak akan melepaskan kalian, aku tidak ingin kehilangan yang sudah menjadi milikku dan aku pastikan kau berpisah dengan pria itu." batin Dimitri.


...****************...


Aresta mengeram ketika ada cahaya yang mengganggu pengelihatan nya. Tidak lama kemudian ia membuka matanya melihat sekeliling ruang kamar yang terlihat asing. Aresta memegang kepalanya yang sakit dan tidak lama kemudian ingatannya beberapa jam lalu membuat jantungnya berdetak cepat.


Langsung saja dengan langkah pelan Aresta berjalan menuju pintu dan ketika ingin membukanya sayangnya pintu itu di tutup dengan kunci otomatis.


Pandangan Aresta langsung mencari jalan keluar lain dan melangkahkan kakinya ke arah jendela. Bertapa terkejutnya Aresta ketika dirinya berada di lantai 25 membuatnya kesempatan kabur menjadi hilang. Tubuhnya merasa lemas jika saja tidak ada seseorang memegangnya.


" Apa kau sudah lebih baik?" tanya nya membuat Aresta membuka matanya lebar-lebar.


" DIMANA AKU DAN KEMANA KAU MEMBAWA SILAS. BERITAHU AKU RAJA?" tanya Aresta sambil berteriak kepada Dimitri.


Dimitri mendengarnya langsung tertawa membuat Aresta melihatnya merasa terheran-heran.


" Apa pria ini sudah gila?" batin Aresta memandang aneh Dimitri.


Dimitri memasukkan telapak tangannya di saku celana mahalnya sambil melangkah mendekat Aresta memandang mata berwarna cokelat itu.


" Aku merasa antusias dengan keberanian anda Aresta. Tapi yang menjadi pelanggaran terhadap raja mu berani menyembunyikan anak anggota kerajaan dan menikahi pria lain." ucap Dimitri dengan tatapan datar.


Membuat Aresta merasa ketakutan dan tanpa sadar memundurkan langkahnya hingga terpentok di jendela.


Dimitri meletakkan kedua tangannya di sisi Aresta supaya tidak bisa keluar dari kungkungannya.


" Kau tidak bisa menjawab sayang ku, baiklah bagaimana kalau bicara tentang kejadian dua tahun lalu. Bagaimana kau bisa pergi menjauh dariku?" tanya Dimitri kepada Aresta.


" DAN DENGAN BERANINYA KAU MENIKAHI PRIA LAIN DAN MEMBUAT ANAK KU MEMANGGIL PRIA ITU AYAH. JAWAB PERTANYAAN KU ARESTA KEY ARENDELLE?" ucap Dimitri dengan suara keras menampilkan emosinya.


Tapi Aresta sama sekali tidak menjawab lidahnya keluh untuk menjawab pertanyaan dari pria di hadapannya. Ia merasakan perasaan takut yang sudah lama dirinya sembunyikan.


" Tolong aku David." batin Aresta.


Countine...