I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Keputusan Final



" Jika itu pikiran mu bagaimana kalau kita bersama. Aku akan mengambil Rose dan kau bisa merawatnya seperti anak mu sendiri. Seperti yang aku lakukan kepada Silas." ucap David yang meminta Aresta untuk mengurus Rose.


Tentu saja Rose yang mendengarnya marah dan segera menampar wajah David dengan kuat.


" KAU TIDAK BISA MEMISAHKAN ANAK DARI IBU KANDUNGNYA. DENGAN PERKATAAN MU SEKARANG INI SEMAKIN MEMBULATKAN TEKAD KU UNTUK PISAH DENGAN MU. DAVID. SEDANGKAN SILAS DIA SUDAH TIDAK MEMBUTUHKAN MU LAGI KARENA AYAH KANDUNGNYA SUDAH BERADA DI SINI SEKARANG. AKU TIDAK MEMBUTUHKAN MU MULAI HARI INI KITA SELESAI." ucap Aresta yang langsung beranjak pergi.


Tapi sayangnya David langsung mencengkram tangan Aresta mencegah nya untuk pergi.


" Apa kau tidak mencintai ku lagi Aresta?" tanya David dengan suara lirih.


Aresta yang mendengarnya seketika terpaku dengan pandangan mata kosong. Ia memikirkannya memang sampai sekarang dia masih mencintai David. Tapi sayangnya cinta mereka akan membuat anak-anak terluka termasuk gadis kecil itu. Memang dia seharusnya jangan berharap mendapatkan cinta untuk kehidupan keduanya.


" Aku sudah tidak mencintai mu lagi David." ucap Aresta sambil menghela nafasnya seolah merasa ada batu menghalangi tenggorokan nya.


David yang mendengarnya merasa hatinya merasa patah cengkraman tangannya melemah. Dia sama sekali tidak percaya bahwa Aresta tidak mencintainya. Apa selama ini perjuangan nya sia-sia.


Melihat bawa David sedang melamun langsung saja Aresta pergi meninggalkan kantin rumah sakit dengan langkah cepat. David yang melihatnya pergi sama sekali tidak mencegahnya dia hanya memandangi nya dengan kosong tanpa di sadari olehnya air mata telah turun ke wajahnya.


Dimitri yang sejak tadi memperhatikan mereka hanya bisa diam. Karena dia tahu apa yang dilakukan nya salah memisahkan pasangan saling mencintai tapi jika tidak di lakukan. Aresta dan Silas akan terluka oleh Countess serta ibu ratu. Maka sebab itu dia membawa nya kembali ke istana supaya ia bisa melindungi wanita di cintai nya dari dekat.


Pandangan Dimitri tertuju ke arah David yang juga sedang melihatnya. Dimitri langsung berjalan dengan anggun menghampiri David. Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan tajam seolah menyimpan dendam masing-masing.


" Segeralah kalian pisah atau Ibunda anda akan mendapatkan hukumannya. Karena telah merencanakan pembunuhan kepada calon Ratu dan ibu dari pangeran mahkota." ucap Dimitri sambil menyeringai sebelum membalikan badannya.


Aresta yang berada di taman sambil menangis menumpahkan perasaan terluka nya sekaligus rasa bersalahnya telah membuat David tidak bertanggung jawab kepada anaknya.


Andaikan saat itu ia tidak berhubungan dengan David. Mungkin sekarang David sudah menikah wanita untuk bertanggung jawab.


Merasakan ada seseorang yang berada di sampingnya Aresta melirik ke arah samping dan melihat Dimitri yang juga duduk di atas rumput di sampingnya.


" Buat apa kau berada di sini, pergilah tinggalkan aku sendiri." ucap Aresta sambil membenamkan wajahnya di kedua lututnya. Menyembunyikan air matanya.


Dimitri berdehem sebelum mengeluarkan sebuah sapu tangan dan sebuah cokelat kecil menyerahkan nya kepada Aresta.


" Kau harus menenangkan diri terlebih dahulu yang aku dengar cokelat bisa membuat suasana merasa lebih baik." ucap Dimitri dengan datar tapi bisa dilihat sikap perhatian nya kepada Aresta.


Aresta mengambil nya dan memasukkan cokelat itu ke dalam mulutnya sambil memejamkan mata nya.


" Kau benar cokelat membuat suasana menjadi lebih baik." ucap Aresta sambil tersenyum.


Dimitri yang mendengarnya tersenyum lebar sambil tangannya mengacak rambut Aresta.


" Syukurlah." ucap Dimitri merasa lega.


...Countine......