I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Ingatan Dimitri Part II



Silas." ucap Dimitri yang tidak percaya dengan pengelihatannya.


Dirinya yakin bahwa anak laki-laki itu adalah Silas. Tapi mengapa Silas itu sangat berbeda karena Silas yang di ketahui nya memiliki sifat berani, licik, suka membaca, bersikap dewasa, dan lebih penting tidak akan membiarkan satupun yang melukai ibunya.


Sayangnya yang Dimitri lihat Silas di depannya terlihat kurus, tidak percaya diri hanya bisa menundukkan kepalanya.


Apalagi melihat respon nya di sana yang hanya mengacuhkannya.


Setelah itu Dimitri terus melihat kehidupan Silas dari tahun-tahun sampai di mana dia berusia 17 tahun. Ketika seorang pria dewasa datang dan memberitahukan tentang Aresta.


Dimitri mendengarnya terkejut bagaimana dulunya Aresta lebih memilih menggapai cita-cita nya dan melantarkan anaknya.


" Ini bukan Aresta yang aku kenal." ucap Dimitri tidak percaya dengan di dengarnya.


Sebab Aresta yang diketahuinya hanya bekerja sebagai perawat. Menurutnya Aresta adalah wanita yang luar biasa membesarkan putera mereka dalam keadaan banyak rintangan. Bahkan dirinya tahu bahwa Aresta pernah bekerja sebagai pencuci piring di sebuah restoran ketika hamil anak mereka lima bulan.


Dimitri mendengarnya kembali sampai dimana pria itu memberitahukan sesuatu yang membuat hatinya merasa hancur.


Setelah 1 tahun kemudian aku menemukan Aresta sudah berbaring tidak bernyawa di apartemen nya dengan darah yang mengenang di sekitar tubuh nya"


Tubuh Dimitri merasa lemas mendengarnya apalagi mendengar teriakan Silas yang tidak percaya tentang keberadaan ibu kandungnya.


" Jika ini nyata biarkan aku menebus semua kesalahan di masa laluku untuk membahagiakan Aresta dan Silas." ucap Dimitri dengan penuh tekat.


Flashback off...


Setelah mendapatkan setengah ingatan nya itu Dimitri semakin gencar untuk mencari Aresta dan Silas. Bahkan dirinya tidak mempedulikan bagaimana mendapatkan kesempatan hidup untuk kedua kalinya.


Apalagi Dimitri juga tidak tahu bagaimana dirinya bisa meninggal.


Dimitri terus melamun sampai dimana Aresta menepuk pipi nya.


" Apa yang berada di pikiran mu itu Dimi?" tanya Aresta sambil tersenyum manis.


" Jadi bagaimana menurutmu, apa kau bersedia mempercepat pernikahan kita?" tanya Dimitri lagi meminta persetujuan Aresta.


Aresta yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya merasa tidak masalah akan mempercepat tanggal pernikahan mereka.


Dimitri yang mendengarnya langsung tersenyum senang kemudian bangun dan mengangkat Aresta untuk berputar.


" Lepaskan aku Dimitri. Kau membuatku terkejut." ucap Aresta sambil berteriak kesal.


Dimitri langsung menurunkan Aresta dan menyatukan kening mereka.


" Kau membuatku sangat bahagia terima kasih karena telah memberiku kesempatan kedua ini. Aku mencintaimu Aresta." ucap Dimitri sambil menatap Aresta dengan tulus dan cinta.


" Aku juga mencintaimu Dimitri." ucap Aresta sambil membalas tatapan Dimitri.


Silas yang sejak tadi memperhatikannya hanya tersenyum sebelum kemudian pandangannya tanpa sengaja ke arah pintu depan perpustakaan dan melihat bahwa seseorang sedang memperhatikan mereka atau lebih tepatnya orang tuanya.


" Sepertinya dia ingin bermain dengan ku." ucap Silas sambil menyeringai melihat orang yang mengintip tadi pergi.


...****************...


Keesokan harinya Dimitri akan mengadakan konferensi pers mengenai peresmian pernikahannya dengan Aresta serta memperkenalkan Silas di mata publik.


Sebelum kemudian mengangkatnya sebagai pangeran mahkota.


Hari ini Dimitri akan mengenakan kemeja putih dengan jas hitam serta dasi merah dan celana bahan berwarna hitam.


Pandangannya tertuju ke arah cermin Dimitri menghela nafasnya.


" Mari kita selesaikan ini....


Countine...