I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
David Tahu



Dimitri melirik ke arah Silas yang sudah tertidur di sofa dengan sebuah buku yang ada di pangkuannya. Dimitri kemudian berdiri dari kursi menghampiri Silas dan menggendongnya untuk di bawa di ranjang di samping Aresta berbaring.


Dengan membaringkan nya perlahan Silas tidak tampak terganggu. Dimitri melirik ke arah Silas dengan pandangan bertanya terkadang dia bermimpi melihatnya dewasa menatap nya penuh kebencian apalagi mimpi sering menghantuinya selama dua tahun terakhir dan lebih buruknya lagi ia sama sekali tidak pernah mengetahui ibu dari anak nya itu.


" Aku tidak tahu apa di mimpi itu benar atau tidak. Tapi yang pasti aku akan melindungi kalian. Itu janjiku." ucap Dimitri sambil mengelus rambut Silas sebelum kemudian keluar.


Saat keluar dari kamar rawat Aresta, Dimitri melihat Reymond yang berdiri membungkuk di hadapannya.


" Apa kau sudah mengetahui siapa yang menyerang Aresta?" tanya Dimitri dengan datar.


" Sudah, Yang Mulia. sesuai dugaan anda pelakunya." ucap Reymond ucapannya menunggu reaksi Dimitri.


Tentu saja Dimitri yang mendengarnya langsung mengerti dan mengepalkan tangannya dengan kuat hingga jari-jari nya memutih.


" Apa itu ibuku?" tanya Dimitri dengan ekspresi gelap.


Reymond hanya menjawab dengan anggukan kepala mengiyakan pertanyaan Dimitri. Sedangkan Dimitri berusaha menguasai emosi nya memang sejak pertemuannya dengan Countess Vicon yang merupakan anak buah setia ibunya pastinya memberitahukan nya.


" Cih...ternyata ibu dengan bermain dengan baiklah akan saya layani itu. Rey kau mengerti apa yang harus kau perbuat." ucap Dimitri sambil melihat Reymond.


" Tentu saja, Yang Mulia. sesuai perintah anda malam ini Ibu Ratu akan mendapatkan pelajaran nya." ucap Reymond menjawabnya.


Dimitri yang mendengarnya tersenyum miring puas dengan hasil kerja tangan kanannya. Tapi kemudian ia kembali berpikir ulang kembali.


" Rey sekarang tugaskan seseorang untuk memantau ibuku dan suruh para pelayan untuk membawanya ke kamar beliau tidak akan keluar sampai saya kembali." ucap Dimitri mengubah pikirannya.


Reymond yang mendengarnya terdiam bingung karena tidak biasanya Raja nya mau memaafkan seseorang termasuk keluarganya sendiri. Jika mereka melakukan kesalahan fatal tidak akan ada maaf untuk orang tersebut.


" Tetapi mengapa, Yang Mulia?" tanya Rey penasaran.


Dimitri yang mendengarnya langsung memberi seringai tentu saja membuat Reymond ketakutan dan ia pun langsung mengerti pastinya Raja ingin bermain sesuatu yang pasti merugikan ibu Ratu.


...****************...


Hei apa kau dengar berita hari ini....


Apa itu?


Kau tahu Aresta perawat yang sudah tidak bekerja lebih dari seminggu...


Iya, ku dengar Direktur sudah memberikannya surat peringatan. Memang nya ada apa?


Aku tadi dengar dari salah satu Dokter bahwa Aresta di bawa ke sini dengan kondisi berdarah. Apalagi dia di bawa seorang pria yang bukan Dokter David.


Apa...


David yang mendengarnya terdiam kaku langsung tersadar menghampiri para perawat.


" Sebentar apa maksud perkataan kalian? Memangnya ada apa dengan Aresta?" tanya David bingung.


Perawat itu saling melirik satu sama lain sampai di salah satu dari mereka menjawab.


" Begini Aresta sedang di rawat di sini bersama dengan seorang pria asing. Apalagi yang saya dengar bahwa Aresta mengalami luka tusuk." ucap perawat menjawab pertanyaan David.


David yang mendengarnya terkejut perasaan khawatir langsung hinggap di hatinya.


" Jadi dimana ruang rawatnya? tanya David yang sedikit tidak bisa mengendalikan kekhawatiran nya.


" Di ruang rawat VVIP Rose di lantai tiga." ucap perawat itu.


David yang mendengarnya langsung saja berjalan menuju ke lantai tiga.


" Tunggu aku Aresta...


Countine...