I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Meminta Bantuan



Saat ini Dimitri tidak bisa tidur memikirkan apa yang dilakukan oleh anak dan wanitanya di luar sana. Memang sejak mengetahui suara Aresta di situ Dimitri mulai mengklaim bahwa dia adalah miliknya dan tidak akan pernah dia biarkan untuk di miliki orang lain selain dirinya.


Sampai sekarang juga Dimitri tidak mendengar bahwa mereka kembali ke apartemen nya. Bisa kemungkinan Aresta membawa anaknya ke suatu tempat.


Dimitri melirik Reymond yang berdiri di samping sofa di duduki nya menunggu arahnya.


" Rey, cari tahu siapa saja teman dari Aresta key arendelle dan cari tahu semuanya jangan sampai ketinggalan sedikitpun aku tidak akan membiarkan wanita itu pergi membawa puteraku." ucap Dimitri yang memberikan perintahnya.


" Baik, Yang Mulia. Tetapi sebelum itu saya membawa kabar anda di suruh untuk kembali ke istana karena acara pernikahan anda telah di tentukan oleh ibu ratu dan lady Julie." ucap Reymond yang memberitahunya.


Dimitri yang mendengarnya merasa marah untuk sekian kalinya ibunya mengendalikan hidupnya seperti boneka termasuk menikahi seorang wanita untuk mendapatkan tambahan kekuatan di politik istana. Tentu saja Dimitri tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi menikahi seorang ****** untuk di jadikan seorang Ratu. Sebab menurutnya kursi Ratu hanya cocok di tempatkan oleh Aresta sebagai ibu dari anaknya.


" Rey, siapkan penerbangan besok saya akan kembali ke istana dan tetap melakukan pencarian untuk menemukan Aresta. Saya akan berusaha untuk meluangkan waktu sedini mungkin mencari kelemahan keluarga Carabelle." ucap Dimitri yang berdiri berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.


Reymond yang berdiri di belakangnya tersenyum miring.


" Apa yang dilakukan oleh Raja Dimitri untuk menyingkirkan keluarga Carabelle ini pasti akan seru." ucap Reymond.


...****************...


Setelah menaiki taksi Aresta beserta Silas pergi menuju ke rumah David salah satu orang yang sangat ia percayakan selama ini. Apalagi sepertinya Silas juga sangat percaya kepadanya.


Sampai di rumah David yang berada di kawasan perumahan elit Aresta menyuruh sopir untuk berhenti dan membayar dengan uang yang tersisa di kantung celananya. Syukurlah hari ini Aresta membawa uang lebih.


Tok...Tok...


Tidak lama Aresta mengetuk pintu, David membuka pintunya terlihat bahwa sepertinya pria itu baru saja bangun setelah kelelahan bekerja di malam hari.


" Aresta, apa yang kau lakukan di sini?" tanya David yang terkejut melihat kedatangan sahabat nya beserta membawa anaknya.


David yang sepertinya mengerti langsung menyuruh Aresta dan Silas masuk ke dalam. Apalagi sekarang cuaca sedang dingin mengingat sudah di pertengahan musim gugur.


Setelah membawakan Aresta dan Silas cokelat panas David duduk di ruang tamunya menunggu sahabatnya bicara. Bisa dilihat sepertinya Aresta tampak ketakutan dengan sesuatu.


" Jadi, ada yang bisa aku bantu?" tanya David kepada Aresta.


Aresta yang sedikit meminum cokelat panas melirik David sebelum meletakkan cangkir cokelat panas di atas meja.


" Sepertinya aku dalam bahaya David, pria itu sudah menemukan kami." ucap Aresta sambil bersandar di kursi dengan ekspresi frustasi.


" Apa maksud pria itu?" tanya David yang sama sekali belum mengerti yang dikatakan Aresta.


" Tentu saja ayah kandung ku yang membawa selusin pasukan untuk menangkap kami." menjawab bukan Aresta melainkan Silas yang tampak tenang duduk.


David mengangkat alisnya mendengar jawaban Silas. Memangnya seberapa pengaruhnya ayah dari anak Aresta.


" Memangnya siapa ayahmu Silas?" tanya David kepada Silas sebab dia yakin Aresta tidak akan menjawabnya.


Silas melirik Mother nya yang tampak frustasi sepertinya Mother nya tidak akan menjawabnya.


" Ayah ku adalah Dimitri Stevanus Cornelius seorang Raja dari negara kecil bernama Epitopia." ucap Silas yang mengungkap siapa Ayahnya.


Mata David sontak hampir keluar mendengar jawaban dari Silas.


" RAJA....


Countine...