
Hingga Dimitri tidak sadarkan diri. Silas yang melihatnya langsung khawatir dan berniat menghampiri nya sampai dengan seseorang menembakkan peluru ke arahnya.
Dor...
Peluru itu tepat mengenai dada Silas yang membuatnya langsung tersungkur. Meskipun dirinya langsung mati tapi Silas merasa sudah sampai ajal nya. Pandangannya perlahan mulai mengabur tiba-tiba saja ada seseorang atau lebih tepatnya dua orang muncul menghampirinya.
" Wah...aku sama sekali tidak mempercayai bahwa kau berada di sini Pangeran." ucap nya seorang perempuan berusia 19 tahun sambil tersenyum miring.
Mengenali suara itu membuat Silas sedikit mengangkat kepalanya dan bertapa terkejutnya bahwa orang itu adalah tunangan nya.
" Char...Lotte...apa maksud... ucapan mu..hah...hah..." ucap Silas dengan nafas tersengal-sengal.
Melihat bahwa Silas belum mati wanita yang bernama Charlotte berjongkok di hadapannya sambil tersenyum licik.
" Maksudnya kami menang berkat kau yang berpura-pura menjadi putera ibuku. Ibu ku mudah sekali mendapatkan perhatian nya termasuk membuat perjanjian dengan nenek tua itu. Satu hal lagi ayah mu adalah pengganggu bagi hubungan orang tua ku." ucap Charlotte sambil menyentuh dada Silas yang berlumuran darah dan mengambil seakan menikmatinya melihat sekarat Silas.
Silas yang mendengarnya langsung mengerti siapa wanita di depannya. Pantas saja Julie bersikeras untuk mentunangan nya dengan Charlotte. Ternyata anak itu adalah anak rahasia Julie dengan pria yang sama sekali tidak Silas tahu sampai sekarang.
Melihat seringai Silas membuat Charlotte merasa marah dan langsung menodongkan pistol nya lagi.
" Ucapkan selamat tinggal dengan dunia ini dan berikan sapaan ramah ku kepada wanita itu serta Raja Dimitri. Terima kasih karena telah meninggalkan tahta yang berharga ini." ucap nya yang merupakan Julie baru datang berdiri di samping Charlotte.
Silas hanya memejamkan matanya berharap jika dia diberi kesempatan kedua untuk kembali ke masa lalu. Dia akan berjanji akan membuat hidup ibunya bahagia dan memastikan membalaskan dendam nya kepada mereka.
Tidak lama kemudian ada suara letusan dari pistolnya membuat Silas langsung memejamkan matanya selamanya. Tanpa mengetahui bahwa kehidupan nya akan terulang kembali dengan ending yang berbeda.
Flashback off...
Mendengar suara teriakan memanggil namanya membuat Silas tersadar dari lamunannya dan melihat bahwa Mother nya memandangi nya dengan khawatir.
" Ada apa Mom?" tanya Silas dengan polos sambil menatap mata Mother nya.
Aresta bernafas lega melihat Silas mengucapkan kata sebelum kemudian memeluknya.
" Syukurlah kau baik-baik saja nak, apa kau mengingat sesuatu di taman ini?" tanya Aresta dengan suara pelan hanya Silas saja yang dapat mendengarnya dan Dimitri yang jaraknya cukup jauh hanya memperhatikannya dari belakang.
Dimitri sedikit curiga dengan reaksi ibu dan anak itu seakan sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi Dimitri tahu bahwa keduanya tidak akan membuka mulut.
" Apa yang kalian sembunyikan dariku, apa aku harus mencari tahu semuanya." batin Dimitri berpikir.
Kemudian setelah itu Dimitri tanpa sengaja memandang ke atas tepatnya di arah balkon kamar ibunya yang sedang memandangnya sinis. Membuat Dimitri memutar bola matanya malas mengetahui bahwa wanita itu tidak suka dengan kehadiran calon isteri dan anaknya.
Setelah beberapa saat saling menatap satu sama lain Dimitri memutuskan kontaknya dari ibunya dan berjalan menghampiri Aresta.
" Apa kalian sudah siap untuk makan malam?" tanya Dimitri sambil tersenyum.
Aresta dan Silas melirik ke arah Dimitri menggangguk kepalanya.
" Aku harap endingnya akan berubah." batin Silas sambil menatap Mother dan Father nya dengan tatapan hangat.
Countine...