I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Keterkejutan Aresta



Jujur saja Aresta sama sekali tidak tahu harus menanggapi apa perasaan Dimitri. Apalagi posisinya sekarang adalah isteri dari pria lain membuat Aresta tidak tahu harus menjawab apa. Bahkan perasaan nya menjadi ragu sekarang memangnya Aresta menyangkal bawa perasaan nya dengan Dimitri yaitu takut tapi kelamaan menjadi kenyamanan. Berbeda dengan David yang membutuhkan lama untuk membuatnya nyaman.


Apa karena Dimitri adalah ayah kandung dari Silas. Mereka punya hubungan melalui Silas sebagai orang tua nya.


Dimitri yang sudah menyelesaikan tugasnya melihat Aresta termenung sambil memandang jendela. Kemudian dia berdiri dan duduk di kursi di sebelah berangka Aresta.


" Kau tidak perlu membalas perasaan ku jika membuatmu banyak pikiran yang terpenting kesehatan mu terlebih dahulu. Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman." ucap Dimitri menawarkan Aresta untuk keluar berjalan-jalan di taman.


Aresta yang mendengarnya melihat Dimitri sebelum menggangguk kepalanya mungkin dengan menghirup udara segar bisa membuat pikiran nya rileks.


Setelah mendapatkan jawaban Aresta dengan cepat Dimitri menyuruh seseorang untuk membawakan kursi roda. Awalnya Aresta ingin menolaknya karena menurutnya ini sudah berlebihan dia masih bisa berjalan sendiri. Tapi dasarnya Dimitri tidak menerima penolakan nya terus memaksa Aresta untuk duduk di kursi roda mengingat lukanya yang takutnya semakin parah.


Membuat Aresta pasrah dan membiarkan duduk di kursi roda dengan Dimitri yang mendorongnya dari belakang.


Melihat suasana rumah sakit membuat perasaan Aresta sedikit tidak biasa. Mengingat dia pernah bekerja di sini untuk mengurus dan merawat pasien malah sekarang dirinya di rawat sebagai pasien.


Pastinya karena sudah tidak bekerja hampir dua minggu tentunya secara otomatis Aresta di keluarkan. Membuat nya menghela nafasnya mungkin setelah ini dia harus mencari pekerjaan baru.


Dimitri yang melihat bawa Aresta tidak nyaman dengan tatapan para perawat langsung memberikan tatapan tajam. Membuat para perawat yang tadi menatap rendah Aresta langsung dibuat menunduk.


Mereka akhirnya sampai di taman rumah sakit. Aresta sedang mencari keberadaan Silas sampai dimana ia melihat sesosok anak laki-laki yang sedang berhadapan dengan seorang pria dewasa yang memeluk anak perempuan. Kemungkinan usia Silas dan anak perempuan itu sama.


" Apa kau ingin menghampirinya?" tanya Dimitri sambil melihat wajah Aresta yang tiba-tiba saja memucat.


Melihat tatapan Aresta dengan pelan Dimitri mendongak kepalanya dan melihat David yang melihatnya dengan pucat.


Sedangkan di sisi lain belum habis keterkejutan nya ketika membalikan badannya David melihat Aresta yang sedang duduk di kursi roda memandangi nya dengan terkejut. Tapi yang membuatnya tidak senang adalah Dimitri yang melihat nya sambil tersenyum miring.


" Aresta." gumam David memanggil Aresta dengan pelan.


Rose yang berada di pelukannya memiringkan kepalanya bingung sebelum melihat ke samping. Terdapat seorang wanita dan pria yang memandang ayahnya dengan satu kecewa dan satunya lagi permusuhan membuat Rose merasa tidak nyaman.


" Ayah, Siapa mereka?" tanya Rose menunjuk ke arah Aresta dan Dimitri.


Melihat dan mendengar apa di panggil gadis kecil itu sudah membuat Aresta menarik kesimpulan bawa anak itu adalah anak kandung David membuat nya merasa kecewa dan sakit.


" Dimitri bawa aku kembali ke kamar sekarang." ucap Aresta yang meminta Dimitri untuk membawa nya kembali ke kamar.


Sebab ini bukan waktunya berbicara dengan David.


Countine...