I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Permintaan Pisah



Setelah perdebatan yang alot akhirnya Aresta memutuskan untuk ikut dengan Dimitri. Mengingat jika dia tidak melakukannya pastinya ibu ratu akan mengincarnya dan berusaha menyingkirkan nya sekaligus puteranya.


Untuk masalahnya dengan David akhirnya Aresta telah memutuskan untuk berpisah. Mengingat pria itu sudah memiliki anak perempuan serta wanita yang mencintainya dengan tulus mungkin lebih cinta nya kepada David.


Sekarang sebelum pergi Aresta telah meminta Dimitri untuk mempertemukannya dengan David. Awalnya Dimitri menolak keras karena mengingat takutnya Aresta akan luluh kembali dengan pria itu dan memilih untuk meninggalkannya.


Mungkin memang terdengar posesif tapi Dimitri tidak peduli asalkan wanita beserta anaknya selalu berada di sisi nya dan masalah ibundanya ia akan melakukan segala cara untuk membuat menerima mereka. Tapi jika tidak Dimitri akan melakukan sesuatu yang membuat ibundanya menyesal. Sudah lama Dimitri sudah merasa kecewa dengannya tapi sampai sekarang ia masih menghormati nya mengingat perjuangannya untuk melahirkannya.


Saat ini Dimitri mengawasi Aresta yang sudah rapi dengan dress merah serta rambutnya yang di gerai cantik. Kondisinya yang sudah merasa lebih baik membuat Dokter untuk memulangkannya. Jadi kesempatan terakhir sebelum pergi ke penerbangannya ke Epitopia.


Sedangkan David yang sudah kembali dari pekerjaan nya melihat Aresta sudah menunggunya. Merasa senang mungkin hubungannya akan membaik jadi tidak ada perpisahan mereka.


" Akhirnya kita bertemu, aku sangat merindukanmu sayang ku." ucap David sambil mencium pipi Aresta. Tapi ketika ia ingin mencium bibirnya Aresta segera menghindari membuat David hanya bisa mencium pipi nya lagi.


" Silahkan duduk kita tidak punya banyak waktu." ucap Aresta sambil mempersilahkan David duduk.


David yang merasa bawa akan terjadi sesuatu buruk. Segera duduk di seberang Aresta.


" Baik sekarang." ucap Aresta terpotong ketika David menyela ucapannya.


" Tidak kita harus memesan makanan dulu , sekarang aku sudah lapar sejak tadi pagi aku hanya bersarapan dengan roti saja." ucap David yang membuat Aresta menghela nafasnya.


Setelah itu David memesan pasta dan jus jeruk. Sedangkan Aresta hanya memesan secangkir teh herbal mengingat kondisinya yang belum baik-baik saja.


Tapi secepatnya Aresta harus sadar bawa kondisi ini adalah terbaik bagi semua orang.


" David, aku ingin pisah." ucap Aresta yang mengumpulkan keberanian berbicara kata itu.


David yang sudah menyelesaikan makanan nya dibuat terkejut dan spontan membanting meja dengan kuat.


BRAK....


" Kita tidak akan berpisah Aresta. Bukannya kita mencintai satu sama lain atau kau sudah mencintai raja gila itu." ucap David mengejek Dimitri.


Aresta yang mendengarnya merasa tidak terima jika seseorang menghina Dimitri. Entah kenapa ia harus posesif seperti itu padahal mereka tidak mempunyai hubungan selain sepasang orang tua bagi anaknya.


" Cukup David, seharusnya kau sadar bawa kau sudah memiliki seorang puteri. Memang aku orang bodoh dengan mempercayai mu untuk menjadi ayah yang baik bagi Silas. Tapi apa yang terjadi memang kau sangat menyayangi Silas. Tapi berkat itu kau MELANTARKAN ANAK MU SENDIRI." ucap Aresta yang berteriak di ucapan terakhir nya.


David terpaku dengan ucapan Aresta sebelum kemudian ia tersenyum miring.


" Jika itu pikiran mu bagaimana kalau kita bersama. Aku akan mengambil Rose dan kau bisa merawatnya seperti...


Plak....


Countine...