I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Ingatan Dimitri Part I



Setelah perdebatan nya dengan Emily yang berakhir panas. Akhirnya Dimitri memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dan pergi menemui Aresta yang saat ini berada di perpustakaan pribadinya bersama Silas.


Ceklek....


Di dalam perpustakaan Dimitri melihat Aresta yang tampak serius dengan buku di tangannya duduk di sofa cokelat panjang di sampingnya juga Silas yang juga fokus dengan bukunya.


Kemudian Dimitri berdehem membuat Aresta menghentikan bacaan nya dan mengalihkan pandangannya sebelum kemudian tersenyum.


" Dimitri, apa perkejaan mu sudah selesai?" tanya Aresta yang bingung melihat kedatangan Dimitri lebih cepat daripada waktu nya.


Dimitri hanya tersenyum sebelum kemudian menghampiri keluarganya pilihan nya daripada ibunya yang telah melahirkan. Sebenarnya Dimitri tidak mau melakukan hal kasar kepada ibunya. Tapi Dimitri tidak bisa membiarkan Aresta dan Silas dalam bahaya setelah ibunya lakukan yang terkesan fatal.


Dimitri menghampiri Aresta sebelum kemudian menidurkan kepalanya di atas pangkuannya.


Aresta melihat bahwa Dimitri terlihat tertekan mengelus rambutnya dengan jarinya. Pria yang telah membuatnya membuka hatinya setelah pengkhianatan David. Pria yang telah berusaha mencarinya selama ini dan melindungi puteranya. Hal itu telah membuka hatinya. Karena awalnya Aresta ragu bahwa Dimitri hanya mencari Silas dan mengambilnya untuk dijadikan alat pewaris kerajaan.


" Apa terjadi sesuatu?" tanya Aresta sambil menatap wajah Dimitri.


Dimitri memejamkan matanya menikmati sentuhan Aresta pada rambutnya yang membuatnya nyaman seakan dirinya berada di rumah.


" Aresta bagaimana kalau kita percepat pernikahan kita?" tanya Dimitri meminta pendapat Aresta.


Aresta yang mendengarnya langsung dibuat terkejut mengingat seharusnya pernikahan mereka sebulan lagi.


" Memangnya ada masalah?" tanya Aresta lagi yang berusaha bersikap lembut.


Silas mendengar percakapan Aresta dan Dimitri langsung menutup bukunya yang sebelumnya sudah di beri pembatas dan menaruhnya di atas meja di depannya.


" Apa masalah itu adalah ibu ratu." ucap Silas menebak.


Dimitri masih mengingat pertama kalinya dirinya mendapatkan ingatannya di kehidupan sebelumnya.


Flashback On...


Brak...


" DASAR KALIAN TIDAK BECUS UNTUK MENANGKAP IBU DAN ANAK ITU." ucap Dimitri dengan murka menatap tajam semua anak buahnya.


Dimitri merasa kesal setelah mendengar bahwa wanita bernama Aresta dan anaknya bernama Silas pergi meninggalkan Chicago. Sekarang dirinya tidak tahu dimana keberadaannya.


" Baiklah saya beri satu kesempatan lagi untuk menemukannya. Jika tidak nyawa kalian akan menjadi bayarannya." ucap Dimitri tegas mengancam semua anak buahnya.


Setelah anak buahnya pergi meninggalkan ruangan. Entah kenapa kepala Dimitri terasa berat ingin rasanya dirinya tidur. Tapi mengingat pekerjaannya belum selesai ia mengurungkan niatnya.


Akan tetapi Dimitri tidak bisa menahannya dan akhirnya tertidur dengan kepala berada di atas meja serta tidur dalam posisi duduk.


Tiba-tiba saja Dimitri merasa jiwa melayang dan melihat di sebuah ruang singgasana miliknya. Dimana Dimitri duduk dengan pandangan yang angkuh.


Jadi dia puteraku." ucap Dimitri dengan dingin.


Mendengar itu pandangan Dimitri tertuju kepada seorang anak laki-laki berkisar berumur 4 tahun menatapnya dengan takut.


Melihat rupa wajah anak laki-laki itu yang tidak asing Dimitri langsung terkejut.


" Silas...


Countine...