I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Chapter 128



Dimitri menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan posisi nya. Sedangkan dirinya akan masuk ke dalam dan menyelamatkan Aresta sebelum terlambat. Dirinya tahu seberapa kejamnya Julius dalam melenyapkan musuh-musuh nya serta menutupi nya dengan mudah.


Karena alasan itu Dimitri menetapkan dia beserta keluarga merupakan orang berbahaya dan menyuruh beberapa Intel yang ahli untuk mengawasi pergerakannya.


" Semoga kau baik-baik saja sayang." gumam Dimitri berharap.


...****************...


" Daddy kenapa sampai sekarang kau menghabisi nyawa wanita itu." ucap Julie yang langsung masuk ke ruang kerjanya dengan tampang marah nya.


Membuat Julius sedang termenung menghela nafasnya lelah menghadapi puterinya yang satu ini sangat manja terkadang membuatnya sendiri jijik bagaimana dia menggoda Raja dengan berpakaian seperti wanita malam mirip ibunya.


Beda dengan Aresta anak perempuan nya yang hilang bertahun-tahun lalu. Dia sangat mirip ibunya dengan cara berpakaiannya sifatnya bahkan sangat mirip pembangkang. Hal itu membuat Julius bisa mengatasi kerinduan nya kepada sosok isterinya yang sudah meninggal.


Julie yang merasa tidak ada tanggapan langsung memanggil Julius lagi tapi kali ini dengan suara yang keras.


" DADDY." teriak Julie membuat Julius terkejut secara refleks melotot ke arahnya.


Julie melihat tatapan Julius menunduk kepalanya baginya dirinya sangat takut beliau akan marah dan menghukumnya seperti terakhir kali.


Julius melihat Julie sudah tampak ketakutan langsung merilekskan tubuh nya menyandarkan kepalanya di kursi.


" Aku belum memikirkannya, tapi yang pasti Daddy tidak mau kau bertindak gegabah dengan menyiksanya atau Daddy sendiri yang akan melakukan nya kepadamu." ucap Julius dengan datar.


Julie yang mendengar perintah Julius terkejut karena tidak biasanya beliau melarangnya untuk menyiksa korbannya. Apalagi korbannya adalah seorang perempuan yang sangat dibencinya.


" Tapi Daddy.." ucap Julius yang ingin memprotes terhenti ketika Julius mengangkat sebelah tangannya bertanda dia tidak mau perintahnya di bantah.


" Lebih baik sekarang kau pergi dari sini, sungguh kau membuang waktuku untuk berbicara dengan mu." ucap Julius yang dengan kasar mengusir Julie.


Julius menggertak giginya sebelum kemudian pergi meninggalkan ruangan dengan perasaan campur aduk merasa aneh perubahan sikap Daddy nya.


Membuat Julius menegakkan tubuhnya sambil melihat siapa yang meneleponnya. Melihat bahwa salah satu orang yang menjaga Aresta meneleponnya membuat Julius dengan cepat-cepat mengangkat teleponnya.


" Ada apa?" tanya Julius yang langsung to the point.


" Tuan mereka sudah sampai."


Julius yang mendengarnya langsung memasang ekspresi wajah serius.


" Baiklah siapkan semuanya dan pastikan wanita itu baik-baik saja. Saya akan segera ke sana." perintah Julius dengan tegas.


Setelah panggilan telepon mati Julius tersenyum miring memikirkan rencananya yang sudah di depan mata.


" Akhirnya sebentar lagi hahahaha...." ucap Julius sambil tertawa terbahak-bahak.


...****************...


Aresta memperhatikan orang-orang yang berjalan mengawasinya dengan ketat.


Aresta yang melihatnya menggertak giginya dirinya tidak bisa melarikan diri dari sini. Sampai sekarang dia tidak percaya bahwa orang yang menculiknya merupakan ayah kandungnya sendiri. Hal itu membuat nya semakin membencinya andaikan dia tidak pergi pastinya sampai sekarang ibunya masih hidup dan kehidupannya tidak akan sengsara.


Tiba-tiba saja pintu terbuka sebelum kemudian di masuki dua orang berbaju setelah jas hitam.


" Maafkan kami nona ini harus dilakukan." ucap salah satu dari mereka.


Entah sebelum Aresta mencerna ucapannya tiba-tiba saja ada memukul tengkuknya hingga membuatnya pingsan.


Countine..