I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Chapter 80



" David, apa kita bisa berbicara sebentar aku mohon." ucap wanita itu memohon kepada David.


David yang awalnya ingin menolak langsung mengurungkan niatnya setelah melihat tatapan dari wanita yang merupakan ibu dari Puteri nya.


" Baiklah, kita bicara di ruang kerja saja." ucap David yang akhirnya mengiyakan permintaan dari wanita itu.


Wanita itu tersenyum lega bawa David mau mengiyakan permintaan nya.


Setelah itu mereka berdua duduk berseberangan dengan di halangi meja kecil.


" Jadi, apa yang kau ingin bicarakan?" tanya David sambil menyilangkan kedua kakinya memandang datar wanita itu.


" Bagaimana selanjutnya setelah isterimu tahu tentang Rose. Apa dia menerimanya?" tanya nya dengan khawatir.


David yang mendengarnya membuang wajahnya ke samping dengan raut wajah sendu. Mengingat apa yang dilihatnya tadi bagaimana Aresta yang memandangnya terluka. Tapi bukan itu yang membuatnya semakin sakit hati adalah dimana Aresta lebih bersama Raja itu daripada dirinya.


" Saya tidak tahu, anda tidak perlu tahu urusan kami. Ingat tugas anda adalah membesarkan Rose dengan baik. Ingat itu Elza." ucap David yang kemudian keluar dari ruang kerjanya.


Sedangkan wanita yang bernama Elza hanya meninttikan air mata nya merasa sedih dengan penolakan David untuk kesekian kalinya.


Apa David menolaknya karena mungkin dia hanya gadis miskin dan yatim piatu beruntung bisa hamil dengan seorang dokter terkenal serta anggota bangsawan.


Tapi di sisi lain Elza khawatir jika suatu hari nanti David akan mengambil Rose darinya. Karena Rose adalah harta satu-satunya bersama orang yang di cintai nya.


...****************...


" Uncle Rey, apa kau tahu wanita yang merupakan ibu dari anak David?" tanya Silas yang tidak sadar telah menghapus kata Daddy untuk David.


Reymond yang sedang meminum kopi mendengarnya langsung tersedak. Dia memandang tidak percaya Silas. Memang sejak kapak anak usia 7 tahun sudah bertanya tentang itu. Mungkin pertanyaan nya sama sekali tidak salah tapi cara mengucapkan mengandung kebencian, dan jijik.


" Saya tidak bisa memberitahu anda Pangeran. Karena hanya Raja yang harus mengetahuinya. Lebih baik anda menghabiskan makan siang Pangeran sebab Raja sudah memanggil untuk menemuinya." ucap Reymond yang menolak menjawab pertanyaan Silas.


Silas hanya bisa menghela nafasnya memang tidak salah Dimitri memilih Reymond sebagai asisten dan orang kepercayaannya. Reymond buka tipe orang yang membuka rahasia dan mementingkan kesetiaan jarang orang memiliki sifat seperti itu. Bahkan ketika dia di kehidupan sebelumnya Silas hanya berbicara sedikit mengingat dia sama sekali tidak dekat dengan Dimitri.


Mungkin karena dia mengira bawa Silas adalah anak Julia. Seseorang yang di benci oleh Dimitri.


Selesai memakan makanannya Silas kembali menuju ruang rawat bersama Reymond yang berjalan beberapa langkah di belakangnya.


Sambil memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya itu baik atau buruk. Karena efek kedatangan nya dan Aresta yang mengubah sejarah kehidupannya.


Sampai di ruang rawat Silas melihat Dimitri yang sedang menyuapi Aresta.


" Kau sudah kembali Silas?" tanya Aresta sambil tersenyum.


Silas membalas senyuman Aresta sebelum melihat ke arah Dimitri yang terlihat diam sepertinya dia akan mengatakan sesuatu yang penting.


" Jadi, apa yang ingin anda bicarakan. father.....


Countine...