I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Chapter 79



David yang melihat bawa Aresta akan pergi ingin mengejarnya tapi ada sebuah tangan dan menahan pergerakannya. Ketika dia melihat tatapan Silas yang dingin membuatnya urung untuk mengejar Aresta.


" Bukan waktunya untuk berbicara dengan Mom, dan siap-siap saja kau akan kehilangan nya. Beri status yang jelas bagi anak mu karena sekarang aku bukan anak mu lagi." ucap Silas sebelum pergi menyusul Aresta dan Dimitri yang sudah lumayan jauh.


Sedangkan David hanya berdiam kaku dengan wajah kosong. Sampai Rose memanggilnya.


" Daddy, ayo kita samperin mommy Rose lapar." ucap Rose dengan polosnya tersenyum tanpa mengetahui situasi yang sedikit tegang tadi.


David yang mendengarnya langsung tersadar sambil kepalanya melirik ke arah Rose melihatnya sambil tersenyum.


" Rose benar, kita makan siang dulu ayo." ucap David sambil menggenggam tangan Rose pergi menuju kantin.


Sedangkan di sisi lain Aresta sedang menahan air matanya terancam keluar. Hatinya merasa sakit dengan pengkhianatan David. Bisa dilihat bawa anak itu adalah anak kandungnya bahkan usia gadis kecil itu hanya beda setahun lebih muda dengan Silas. Mengapa David tidak jujur kepadanya sejak awal.


Jika dia memberitahunya pastinya Aresta akan mencari solusi lebih baik. Tapi bagaimana jika sebenarnya David memang seharusnya menikahi wanita yang merupakan ibu dari anaknya.


Apa dia menghancurkan masa depan dengan mudah. Padahal seharusnya dirinya sudah mati dua tahun lalu dan juga seharusnya Dimitri sudah menikah 5 tahun lalu.


Melihat Aresta yang termenung Dimitri menghentikan kursi rodanya. Ketika sudah sampai di koridor lantai 3 dan tidak ada satupun orang yang lewat Dimitri berjongkok di depan Aresta.


" Apa yang kau akan lakukan sekarang?" tanya Dimitri sambil melihat manik mata Aresta yang berkaca-kaca.


Tanpa membuang waktu Dimitri langsung berdiri dan menarik Aresta ke dalam pelukannya. Melihat itu semuanya Aresta akhirnya mengeluarkan air matanya yang sudah ia tertahankan lagi.


Mengetahui Aresta menangis Dimitri mengelus rambut cokelatnya sekali-kali memberikannya kecupannya. Dia tidak suka melihat wanita yang dicintainya menangis apalagi alasannya sebab pria lain. Ingin membuatnya menghampiri pria itu dan memukuli nya.


Silas yang sedang berada di belakang melihat Mother nya menangis di dekapan Dimitri. Membuatnya menghentikan langkahnya sebelum membalikan badannya kembali pergi. Sepertinya Mother nya butuh waktu bersama Father nya.


Aresta yang sudah merasa lebih baik menghentikan tangisannya dan mengangkat kepalanya. Dimitri yang melihat merasa tidak bisa menahan rasa gemas nya dengan wajah Aresta yang memerah dan pipinya yang sedikit berisi membuatnya tanpa sadar mendekatkan wajahnya ke bibir nya.


Aresta yang melihatnya hanya memejamkan matanya dan menerima ketika sepasang bibir saling menempel berciuman. Entah kenapa Aresta merasa perasaan nyaman kepada pria yang merupakan penguasa negara kelahirannya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain David memutuskan untuk mengantarkan Rose dan beserta ibu dari anaknya kembali ke rumahnya.


Wanita yang duduk di belakang memperhatikan raut wajah David yang di penuhi emosi bahkan ia mencengkram stir mobilnya dengan kuat.


Wanita hanya bisa diam menunduk kepalanya tanpa berani berbicara sedikit pun. Bahkan ketika sampai di rumah Wanita turun dengan Rose yang berjalan riang masuk ke dalam rumahnya.


Melihat David yang ingin kembali pergi wanita itu mencegahnya.


" David, apa kita bisa berbicara sebentar....


Countine...