I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Penculikan



Tapi tiba-tiba saja sopir di depan Aresta menodongkan pistol ke arahnya.


Hal itu sedikit membuat Aresta ketakutan tapi ia harus menyembunyikannya dengan baik.


" Apa yang kau lakukan, kau bukan sopir yang mengantar ku tadi?" tanya Aresta dengan ekspresi datar.


Pria itu membuka kulit wajah nya yang merupakan topeng dan memperlihatkan seorang pria paruh baya yang tersenyum atau lebih tepatnya seringai kepadanya.


" Selamat pagi, Yang Mulia. kedatangan saya di sini karena tuan ingin bertemu dengan anda." ucap pria itu.


Sebelum Aresta mencerna maksud orang itu tiba-tiba saja ada seseorang di belakang menutup mulutnya menggunakan sapu tangan yang sudah ada obat bius di dalamnya.


Aresta yang sebelumnya meronta-ronta badannya seketika lemas dan tidak sadarkan diri. Tapi sebelum itu Aresta mengatakan sesuatu.


" Dimitri tolong aku." batin Aresta.


...****************...


Dimitri yang sedang pertemuan dengan seseorang dikejutkan dengan dobrakan pintu.


Brak...


" Yang Mulia. Lady Aresta sudah di culik." ucap penjaga memberitahukan pada Dimitri.


Dimitri yang mendengarnya terkejut sebelum menghampiri penjaga itu dengan langkah pelan sebelum sedetik kemudian mencengkram kerah kemeja penjaga itu.


" Bagaimana itu bisa terjadi, bukannya sudah saya suruh untuk memberikan penjaga yang ketat. BAGAIMANA ANDA BISA CEROBOH SEPERTI INI." ucap Dimitri murka.


Membuat penjaga itu yang mendengarnya ketakutan.


" Itu...mereka...telah membuat bodyguard yang menjaga Lady dan Pangeran mati. Mereka menculik Lady setelah memastikan Pangeran masuk ke sekolah nya." jawab penjaga itu dengan terbata-bata.


Dimitri yang mendengarnya langsung menghempaskan tubuh penjaga itu. Pandangan Dimitri ke arah kepala desa dan memberikan anggukan.


Kepala desa yang tahu menggangguk kepalanya karena ia tahu maksud kode Dimitri.


Di tengah langkah nya Dimitri mengepalkan tangannya.


" Kalian sudah berani mengambil wanita ku dan aku tidak akan memaafkan kalian." ucap Dimitri sambil menyeringai


Reymond yang mendengar bahwa Aresta di culik langsung menghampiri Dimitri.


" Apa yang di katakan penjaga itu benar bahwa Lady Aresta di culik?" tanya Reymond dengan ekspresi panik sekaligus ketakutan melihat ekspresi wajah dingin Dimitri.


Dimitri terdiam sebentar sebelum kemudian menjawab.


" Iya dan sepertinya Julius sudah mengeluarkan taring nya dan kita harus cepat sebelum dia melakukan sesuatu kepada Aresta." ucap Dimitri marah dirinya tidak akan pernah membiarkan Aresta mati untuk kedua kalinya. Apalagi setelah jatuh cinta kepadanya.


...****************...


Aresta perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling terlihat gelap. Dirinya merasakan tangan dan kakinya terikat Aresta berusaha melepaskan diri meskipun itu mustahil karena ikatannya cukup kuat.


Apalagi sekarang mulutnya di tutup oleh lakban membuat nya tidak bisa berteriak.


" Tenang...buang nafas perlahan harus terlihat kuat. Jangan lemah seperti yang diajarkan oleh ayah." batin Aresta yang entah kenapa merindukan ayah kandungnya yang sudah hampir 20 tahun tidak bertemu.


Aresta merasakan bahwa sesuatu akan terjadi.


" Aku harap Dimitri memastikan Silas baik-baik saja. Aku tidak akan pernah membiarkan puteraku dalam bahaya." batin Aresta memikirkan keselamatan Silas.


Tidak lama setelah itu pintu terbuka memperlihatkan seorang pria paruh baya masuk. Aresta memicingkan matanya merasa tidak asing dengan wajah pria paruh baya itu.


" Akhirnya kita bertemu Lady seseorang yang telah merebut Raja dari tangan puteriku." ucap Julius orang yang ternyata menculik Aresta.


Sedangkan Aresta terkejut badan nya seketika kaku dan menatap pria paruh baya itu dengan ekspresi kaget.


" Tidak mungkin...


Countine...