I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Keluarga Baru



2 Tahun Kemudian...


Sudah lebih dua tahun berlalu pagi ini Aresta bersiap-siap melakukan aktivitas seperti hari biasanya.


Dengan riang Aresta berjalan menuruni tangga.


" Selamat pagi Silas, kau sudah bangun?" ucap Aresta yang menghampiri Silas yang sudah duduk rapi di sofa.


Silas yang sedang membaca buku mengadahkan kepalanya sebelum melemparkan senyumannya.


" Ini hari aku pertama masuk sekolah dasar, aku tidak ingin terlambat dimana Dad." ucap Silas yang tidak melihat kehadiran ayah tirinya.


Tidak lama setelah mengatakan itu ada suara derapan kaki dari tangga.


" Selamat pagi semuanya." ucap David yang menyapa dengan senang.


Aresta yang mendengarnya langsung melemparkan senyumannya. Sudah dua tahun berlalu selama ini pria yang merupakan Raja sekaligus ayah kandung anaknya belum menemukannya. Setahun lalu Aresta dan David menikah meski acaranya sederhana tapi banyak orang termasuk keluarga David menyambutnya dengan gembira.


" Selamat pagi David, kau ingin sarapan apa?" tanya Aresta yang menanyakan menu sarapan untuk David.


David yang duduk di samping Silas memandang nya.


" Aku hanya membutuhkan dirimu sayang, karena kau sudah mencuri sebagian hatiku." ucap David sambil memegang dada nya.


Silas yang mendengar sikap lebay David hanya memutar bola matanya dengan malas.


" Dad, kau sangat menjijikan." ucap Silas yang menyindir David.


David yang mendengarnya langsung menekan dada nya seolah merasakan sakit mendengar ucapan Silas.


" Kau membuat hatiku sakit anak ku." ucap David sambil menampilkan raut wajah sedih.


Aresta dan Silas hanya menghela nafasnya lelah.


David hanya tersenyum melihat keberadaan keluarga baru nya. Selama dua tahun ini hidupnya sempurna dengan kehadiran isteri dan anak sambung nya. Meskipun Silas bukan anak kandungnya menurutnya itu tidak menjadi masalah. Karena sudah lama David mengganggap Silas seperti anak kandungnya sendiri.


Tapi pikirannya langsung tertuju kepada seseorang yang membuat mereka selama ini hidup dalam persembunyian.


" Aku harap dia tidak menemukan kita, aku tidak sanggup harus kehilangan keluarga ku yang merupakan harta terbesarku. Aku harap Raja tidak mengetahui keberadaan kami sampai kapanpun." ucap David sebelum menyusul ke keluarga baru nya.


...****************...


Dimitri sekarang sedang berada di ruang bawah tanah di sana terdapat seorang pria yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam yang di selimuti darah.


" Apa kau sekarang sudah menyerah?" tanya Dimitri sambil bersmirk.


Pria itu membuka matanya memandang Dimitri dengan tatapan jijik dan benci.


" Tidak akan sampai kapanpun." ucap nya yang menolak memberikan informasi.


Dimitri yang mendengarnya menghela nafasnya sebelum mengeluarkan pistol dan menodongkan nya ke arah leher sang pria.


" Aku sudah kehabisan kesabaran untuk meladeni sikap keras kepalamu itu. Jadi aku akan memberikan mu dua pilihan. Pertama ceritakan semuanya dan hukuman mu akan di ringankan, atau dua kau akan diam di penjara seumur hidup dan ucapkan selamat tinggal kepada keluarga kecilmu itu." ucap Dimitri sambil mengeluarkan video di handphone yang menunjukkan aktivitas kedua anak kecil yang sedang bermain.


Pria itu yang melihatnya berusaha memberontak meski itu tidak mungkin mengingat tangannya di ikat oleh rantai yang tersambung di dinding.


" Ampun...Yang Mulia. saya akan memberitahu semuanya termasuk tentang keluarga Carabelle." ucap nya yang akhirnya ingin bercerita.


Dimitri yang mendengarnya tersenyum puas sambil menyimpan kembali handphonenya.


" Jadi kita mulai dari mana....


Countine...