
Jika kau tidak mempercayainya aku akan membuktikannya dan sepertinya kau juga harus menyelidiki tentang David. dia adalah pria yang pintar menyimpan rahasia." ucap Dimitri yang langsung keluar dari kamar tanpa mempedulikan Aresta ingin bertanya.
Aresta yang ingin bertanya ia urungkan ketika Dimitri sudah pergi dan dia tidak berniat untuk mengejarnya atau membuatnya marah. Takutnya pria itu melakukan sesuatu yang akan ia sesali mengingat dia bukan orang biasa.
Pandangan Aresta tertuju ke arah makanan yang ada di atas meja ia menghela nafasnya dan memutuskan untuk berbaring tidak memperhatikan makanan.
Karena pikirannya kacau dengan kejadian tadi yang cukup membuat nya syok. Dengan ekspresi dingin Damian apa dia melakukan kesalahan. Padahal ia hanya mengatakan sesuai kenyataan yang ia dapatkan dari kehidupan sebelumnya.
" Apa semuanya sudah berubah?" tanya Aresta kepada dirinya sebab sibuk berpikir membuatnya perlahan-lahan terlelap tidur.
...****************...
" Dad juga merindukan Rose." ucap David yang pandangannya ke arah seorang wanita berambut hitam berjalan menghampiri mereka.
" Akhirnya kau sampai juga setelah sebulan tidak khawatir. Apa kau tahu Rose sangat merindukanmu." ucap wanita itu sambil tersenyum melihat ke arah David.
David menghela nafasnya sebelum menurunkan Rose ke tanah dan berjongkok di hadapannya.
" Rose lebih baik kau masuk ke kamar untuk bermain dengan mainan baru yang Dad beli." ucap David sambil mengeluarkan sekotak boneka barbie beserta rumah dan pakaiannya.
Rose yang melihatnya langsung menerimanya dan berteriak kegirangan sebelum memeluk leher David.
" Terima kasih Dad kau adalah pria yang terbaik. Rose sangat menyayangi Dad." ucap Rose yang tersenyum bahagia.
Rose yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya dan berlari masuk ke dalam kamarnya. Meninggalkan David dan Wanita yang saling menatap satu sama lain.
" Bagaimana dengan mereka?" tanya wanita itu sambil melipat kedua tangannya.
David hanya memandangnya datar sambil berjalan masuk ke dalam dengan wanita itu mengikutinya dari belakang.
" Seharusnya kau tidak usah mempedulikan mereka. Apa kau tidak sadar karena kepedulian mu puterimu dan aku harus hidup dalam bersembunyi. Apalagi dengan mantan tunangan mu yang setiap saat akan berusaha mendapatkan kembali dirimu." ucap wanita itu dengan marah.
" Apa kau tidak mengerti David. Aku mencintaimu mengapa kau tidak pernah membalas perasaan ini. Padahal kita sudah 4 empat tahun bersama tanpa sebuah ikatan. Sebenarnya kau ini mengganggap ku apa?" tanya Wanita dengan berlinang air mata.
David yang berdiri membelakanginya membalikan badannya dan berjalan menghampirinya.
" Apa kau tahu aku hanya menganggap mu sebagai ibu dari puteriku. Lupakan malam itu kita hanya menghabiskan one night stand saja. Jangan mencoba mencintai ku atau kau akan merasa penyesalan karena aku tak akan membalasnya." ucap David yang berjalan keluar.
Setelah itu David masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya pergi meninggalkan wanita itu menangis karena lagi-lagi pria itu pergi tanpa mempedulikan nya atau anak mereka.
" Mengapa hidupku begini kenapa David tidak pernah membalas perasaan ku. Aku sangat iri dengan wanita yang menjadi cintanya. Bahkan dia tidak makan dengan makanan yang sudah aku masak." ucap Wanita itu sambil menghapus air matanya sebelum masuk ke dalam rumahnya lagi.
Satu kesalahan yang sama sekali tidak di duga David bahwa seseorang sedang mengintainya dari jauh.
Countine...