
Plak...
Julie di tampar oleh Julius hingga jatuh di lantai.
" Hiks...hiks..." Isak tangis Julie merasakan rasa sakit dan panas pada wajahnya akibat tamparan keras dari ayahnya.
Tapi bukan itu saja hatinya jatuh lebih sakit setelah pemutusan pertunangan dengan Raja Dimitri. Julius menjadi pria yang kasar kepadanya.
" DASAR TIDAK BERGUNA KAU TELAH MEMBUAT KELUARGA KITA MALU DENGAN UCAPAN MU DI HADAPAN RAJA. APA KAU TIDAK PUNYA OTAK AH..." teriak Julius murka setelah mendengar dan membawa berita dimana Puterinya membuat masalah dengan mengejek pangeran dan calon isteri Raja.
Bahkan Julie tidak ragu untuk mengatakan anak kotoran. Suatu pelanggaran besar di Epitopia menghina keluarga kerajaan sama dengan membuang kotoran di wajahnya sendiri.
" AKU TIDAK MAU TAHU KAU HARUS MEMINTA MAAF KEPADA RAJA ATAU RENCANA KITA AKAN GAGAL cuih..." ucap Julius meninggalkan ruangan setelah meludahkan Julie.
Julie yang mendengarnya hanya terisak sambil tangannya mengepal memikirkan kehidupannya yang hancur akibat Aresta dan Silas.
" Aku akan membuat perhitungan kepada kalian terutama kau Aresta aku akan menghabisi mu dari dunia ini." batin Julie dengan mata terpancar api dendam yang membara-bara.
...****************...
Selesai acara pemakaman Dimitri menemui Reymond di ruang kerjanya.
" Jadi, apa kau sudah selidiki siapa yang membunuh ibuku?" tanya Dimitri sambil menangkup kedua tangannya di atas meja.
Reymond menggangguk kepalanya seolah mengatakan dia sudah menemukannya. Mengetahui itu Dimitri langsung menegakkan tubuhnya penasaran siapa yang membunuh ibunya dengan cara kejam.
" Dia adalah sopir ibu ratu yang di tugaskan untuk membawanya ke pedesaan. Tapi sebenarnya identitas sopir itu bernama Andrew adik dari selingkuhan mendiang Raja. Sepertinya dia ingin membalas dendam atas kematian kakaknya." jawab Reymond menjelaskan.
" Buat apa dia membalas dendam bukannya ibu ratu tidak melakukan kesalahan apapun?" tanya Dimitri heran.
Reymond menggelengkan kepalanya sebelum kemudian menyerahkannya sebuah amplop cokelat. Dimitri pun membuka nya di sana tertulis surat dengan tulisan mendiang ibunya dan cap ratu nya saat itu. Ia sangat terkejut melihat isi tulisan dimana ibunya membayar seseorang untuk merusak mobil yang di kendarai ayahnya beberapa tahun lalu.
Dimitri memijit pelipisnya memikirkan kejahatan tersembunyi ibunya yang baru diketahuinya sekarang.
" Ada alasan apa ibuku membunuh ayah ku?" tanya Dimitri menutut jawaban.
" Saya tidak tahu, Yang Mulia. kemungkinan karena ibu ratu tidak mau anak yang dikandung selir Raja lahir dan merebut tahta yang milik anda. Mengingat mendiang raja belum mengumumkan siapa pewaris tahta nya." jawab Reymond.
Dimitri menghela nafasnya sambil memandang Reymond sebelum kemudian mengatakan sesuatu.
" Aku tahu 28 tahun silam ayah ku telah berselingkuh dengan seorang wanita bahkan di hari kelahiran ku beliau tidak hadir. Karena menemani wanita yang dicintainya melahirkan anaknya yang lain yaitu kau bukan Reymond." ucap Dimitri dengan pandangan dingin.
Tubuh Reymond seketika menegang mendengar ucapan Dimitri.
" A..pa maksud nya, Yang Mulia. saya tidak mengerti?" tanya Reymond sedikit terbata-bata berusaha tidak terpengaruh oleh aura Raja.
Tapi Dimitri hanya tersenyum sebelum kemudian tertawa terbahak-bahak yang membuat Reymond bingung sekaligus ketakutan.
" Jangan mengelak Reymond aku sudah mengetahuinya ketika kau berada di istana sepuluh tahun lalu. Tapi aku penasaran mengapa kau berada di sini dan apa tujuan mu sebenarnya. Aku ingin mengetahuinya sekarang adik ku." ucap Dimitri sambil menyeringai.
Countine...