I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Resmi Bercerai



Kau tidak perlu tahu Aresta lebih baik sekarang segera ke bandara. Kita tidak punya waktu banyak." ucap Dimitri memilih tidak memberitahu Aresta tentang kejadian tadi.


Aresta yang mendengarnya langsung matanya membulat sempurna.


" Kau tidak gila bukan. bagaimana secepat ini aku belum mempersiapkan kepindahan sekolah Silas, dokumen-dokumen penting ada di rumah, dan terpenting KAU TIDAK BISA MEMBAWA ISTERI ORANG KE NEGERI MU." ucap Aresta yang di akhiri dengan teriakan keras.


Dimitri yang mendengarnya sontak tertawa sambil menggangguk kepalanya.


" Baiklah-baiklah semuanya sudah aku urus termasuk dokumen dan kepindahan sekolah Silas. Aku juga sudah mendapatkan dokumen perceraian resmi mu hari ini. Sekarang kau bukan isteri siapapun." ucap Dimitri sambil mengeluarkan sebuah amplop cokelat di balik jas nya sebelum kemudian menyerahkannya kepada Aresta.


Aresta menerimanya dan membuka amplop cokelat nya sebelum kemudian membacanya. Bertapa terkejutnya ia melihat tanda tangan David yang berada di bawah surat perceraian nya.


" Bagaimana bisa kau melakukannya secepat ini. Bukannya David tidak mau memberikan tanda tangan itu?" tanya Aresta yang terheran-heran.


Dimitri yang mendengarnya menyeringai sambil memikirkan kejadian itu.


Flashback On....


Setelah menenangkan Aresta dan membawanya ke kamar. Dimitri memutuskan untuk kembali menemui David di ruangannya.


Sedangkan David yang baru saja memeriksa pasien. Kembali menyambut pasien berikutnya.


" Berikutnya." ucap David yang sibuk menulis di kertas pemeriksaan.


Ceklek...


David yang mengetahui ada seseorang masuk langsung tersenyum menyambut pasien berikutnya sayangnya wajahnya langsung terlihat kusut. Ketika melihat kedatangan Dimitri yang sedang melipat tangannya di dada nya dan memandang angkuh David.


" Buat apa anda kemari Dimitri?" tanya David dengan suara ketus nya.


David mengepalkan tangannya sebelum membungkuk rendah kepada Dimitri.


" Salam Raja ada urusan apa datang kemari?" tanya David dengan suara lebih sopan.


Dimitri menggangguk kepalanya puas sebelum kemudian mengeluarkan amplop cokelat di balik jas biru dongkernya.


" Saya perintahkan untuk mendatangi surat ini. Setelah ini saya jamin tidak akan mendekati isterimu lagi. Tapi ingat jangan membacanya." ucap Dimitri dengan suara tegas dan berwibawa mengambil peran nya sebagai Raja.


David yang awalnya merasa heran tapi tidak ayal dia menggangguk kepalanya. Kemudian ia membuka amplop tersebut dan mendatangi nya tanpa membacanya. Pikirannya hanya ingin kembali bersama Aresta dan menjadi keluarga lagi yang bahagia.


Selesai mendatangi nya David menyerahkan nya sambil menampilkan senyum sombongnya. Seolah menunjukkan bawa dia adalah pemenangnya.


" Sekarang anda tidak boleh bertemu dengan Aresta lagi begitu juga Silas. Karena sekarang dia adalah milik ku, Yang Mulia." ucap David sambil menekankan bawa Aresta dan Silas miliknya.


Dimitri mengambil amplop beserta surat itu kembali.


" Senang bekerja sama dengan anda." ucap Dimitri datar sebelum kemudian pergi meninggalkan ruangan.


David yang melihatnya pergi langsung bersorak gembira mengetahui Aresta akan menjadi miliknya kembali.


Tanpa mengetahui bawa Dimitri berjalan di lorong sambil tersenyum licik tersungging di wajahnya.


" Rencana ini lebih mudah daripada sebelumnya. Ternyata dia adalah orang bodoh yang mudah di tipu. Sekarang Aresta akan menjadi milik saya." ucap Dimitri sambil membaca judul surat yang ditandatangi oleh David tadi.


Flashback off....


Countine...