I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Anak Perempuan dan Ayah



Tidak mungkin ayah.


Ekspresi wajah Aresta menjadi pucat menatap pria paruh baya yang sudah tidak bertemu hampir 20 tahun berlalu.


Sedangkan ekspresi wajah Julius juga terkejut merasa kenal dengan nya.


" Tidak mungkin kau Aresta. Puteriku." ucap Julius yang akhirnya membuka suaranya.


Julius terkejut jika orang yang di suruh untuk menculiknya adalah Aresta puterinya yang sudah ia temui selama hampir dua puluh tahun lebih.


Apalagi melihat kemiripan Aresta dan isterinya membuat jantung Julius merasa berhenti berdetak. Dirinya mengingat bagaimana ia mengetahui dimana wanita dicintainya meninggal dan anaknya tidak tahu keberadaannya membuat perasaan nya hancur. Ia menjadi pria yang kejam dan haus kekuasaan menurutnya ia ingin menguasai Epitopia untuk berada di tangannya.


" Bagaimana kau bisa di sini?" tanya Julius sambil terus menatap rindu Aresta.


Aresta yang masih terkejut langsung mendatarkan ekspresi wajahnya. Menatap Julius dengan serius.


" Sudah lama kita tidak bertemu Father, jadi kau ayahnya Julie. Aku tidak menyangka bahwa kau mudah sekali melupakan Mother." ucap Aresta berusaha tidak peduli dengan keberadaan Julius.


Aresta merasakan rasa dendam sekaligus sakit di dalam hatinya. Perempuan yang dalang kematian nya di kehidupan sebelumnya merupakan anak ayahnya berarti dirinya dan Julie merupakan saudara tiri.


Memikirkannya saja membuat Aresta mengepalkan tangannya dengan emosi.


Julius melihat tatapan puteri kecil nya yang sudah besar langsung melepaskan ikatannya dan memeluknya dengan erat.


" Daddy sangat merindukanmu princess, selama ini kau berada di mana saja. Apa kau tahu Daddy sudah lama mencari mu kemana-mana?" tanya Julius melepaskan rindunya kepada anak kesayangannya.


Aresta yang mendengarnya sempat luluh sebelum pandangan dimana anaknya, pria dicintainya dalam bahaya karena pria ini. Membuat kemarahannya kembali tersulut secara langsung mendorongnya membuat pelukan nya lepas.


Julius menatap tidak percaya pada Aresta karena dengan tega mendorongnya.


Di posisi lain Aresta yang sudah berdiri berniat pergi dari sini sebelum tiba-tiba saja Julius menarik tangan nya dan melemparkan tubuhnya ke dinding. Membuat Aresta meringis kesakitan karena dorongan Julius cukup kencang bagi tubuhnya yang kecil.


" Aku tidak pernah mempedulikan mu Father bagiku kau sudah mati. Lebih baik sekarang biarkan aku pergi." ucap Aresta dengan pandangan datar.


...****************...


Sedangkan Dimitri saat ini sedang mencari lokasi keberadaan Aresta. Untungnya saja Dimitri memberikan alat pelacak pada cincin pertunangannya membuatnya bisa mengetahui lokasi pasti Aresta berada.


Dimitri butuh menghabiskan waktu sejam mengetik keyboard di laptop nya.


" Akhirnya aku sudah menemukannya." ucap Dimitri tersenyum puas karena sudah mengetahui lokasi pasti Aresta berada.


Reymond yang melihatnya langsung menggangguk kepalanya sebelum kemudian meninggalkan ruang kerja Dimitri untuk memberitahu kepada para bodyguard untuk membantu.


Ceklek...


" Father apa kau membuatmu terganggu?" tanya Silas berada di ambang pintu.


Dimitri yang sedang sibuk langsung mengangkat kepalanya.


" Tentu saja sini." ucap Dimitri sambil melambaikan tangan nya menyuruh Silas untuk mendekat.


Silas berjalan mendekati Dimitri dengan langkah pelan dan ragu. Dimitri langsung mengangkat tubuh Silas ke pangkuan.


" Apa kau pernah mengalami kejadian ini?" tanya Dimitri pada Silas.


Silas menggelengkan kepalanya sebelum menjawab.


" Kau tidak pernah peduli kepadaku bahkan untuk melihat ku saja. Kau tidak sudi tapi aku menyadari sesuatu andaikan ini semua ini terjadi. Mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan Mommy lagi." ucap Silas sambil menatap Dimitri.


Dimitri yang mendengarnya merasa bersalah karena membuat Silas menderita. Tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara Silas berbicara kembali.


" Father aku ingin memberitahu sesuatu yang penting." ucap Silas serius.


Countine...