
Aku benci Ayah." ucap Julia yang kemudian menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Sedangkan Ibu nya Julia langsung memukul bahu suaminya yang beraninya menampar Puteri kesayangannya.
" KAU TIDAK BISA MELAKUKAN KEKERASAN KEPADA PUTERI KITA JULIUS." ucap ibu Julia dengan wajah memerah.
Julius yang mendengarnya langsung mencekik leher Anna isterinya dengan wajah penuh emosi.
" SEHARUSNYA YANG TIDAK BOLEH BERSIKAP ADALAH KAMU ANNA. GARA-GARA PENGASUHAN MU JULIA MENJADI ANAK YANG MANJA SELALU BERGANTUNG KEPADA ORANG LAIN. KALI INI AKU MAAFKAN JIKA KAU MELAKUKAN HAL ITU KEPADAKU LAGI. AKU AKAN MEMBUNUHMU SEKALIPUN KAU ADALAH ISTERIKU." ucap Julius yang berteriak sambil mencengkram leher Anna dengan kuat.
Melihat Anna sudah tidak terlihat susah bernafas dengan kejamnya Julius menjatuhkan tubuhnya di lantai.
Anna langsung batuk-batuk sambil memegang lehernya dengan tangannya. Seperti biasanya Julius selalu berlaku kasar kepadanya.
Melihat keadaan Anna sama sekali tidak membuat Julius sama sekali tidak merasa iba. Malah ia langsung menaiki tangga menuju ke ruang kerjanya tanpa sedikitpun menoleh ke Anna.
Anna hanya bisa menangis melihat suaminya yang jahat kepadanya. Suara tangisannya terdengar sampai lantai dua Julia yang memperhatikannya dari jauh memasang wajah datarnya. Sama sekali tidak berniat untuk menenangkan ibunya.
" Ini adalah akibatnya telah melawan ayah." ucap Julia yang kemudian berjalan kembali memasuki kamarnya memang sejak tadi ia mendengar suara pertengkaran antara Ayah dan ibunya seperti biasanya.
Julia tahu kehadirannya merupakan sebuah kesalahan. Sebab ayah dan ibunya sama sekali tidak saling mencinta meskipun usia pernikahan mereka sudah hampir 25 tahun.
Suara pertengkaran dan barang-barang pecah sudah biasa bagi Julia sejak kecil. Baginya Julia sama sekali tidak mempedulikan ayah dan ibunya selama mereka masih memberikan yang ia mau.
Baginya hanya Raja Dimitri yang peduli Julia memberikan sapu tangan dan pertemuan pertama mereka ketika berusia 7 tahun meskipun Raja sendiri sudah melupakannya.
" Aku sangat mencintaimu Raja ku dan tunggulah aku agar bisa mengambil semua hatimu serta menjadi Ratu." ucap Julia sebelum memejamkan matanya meraih mimpinya melalu tidur.
...****************...
Sedangkan Dimitri hanya bisa menghela nafasnya di ruang kerjanya setelah pertengkaran dengan ibunya. Membuat Dimitri tidak bisa tidur apalagi wanita itu sampai sekarang belum bisa menemukannya. Apa wanita itu pergi bersama anak mereka.
Awalnya Dimitri sama sekali tidak mempedulikan wanita yang menidurinya dulu. Menurutnya mungkin bahwa wanita itu adalah kiriman dari Julia.
Tapi sayangnya setelah melihat masa kehidupan nya membuat Dimitri merasa menaruh hatinya.
Pandangan Dimitri tertuju ke arah sebuah bingkai foto dimana wanita dan puteranya saling bergandengan di taman dan tangannya memegang es krim.
" Syukurlah bahwa Puteraku memiliki kehidupan lebih baik daripada diriku. Aku akan menemukan kalian meskipun harus mencarinya ke seluruh dunia. Tapi sebelum itu aku harus menghadapi keluarga iblis itu." ucap Dimitri sambil tersenyum miring.
...****************...
" Sial...dia sama sekali tidak bisa di kendalikan semua rencanaku gagal. Apalagi anak itu terus merengek sama sekali tidak cocok sebagai keturunan keluarga Carabelle." ucap Julius sambil mengertak giginya dengan kuat.
Memang Julius bersikap sopan kepada Raja Dimitri supaya pria itu tidak curiga kepadanya dan menunjukkan sebagai pria yang bermartabat mementingkan keluarga menuju kebahagiaan.
" Aku harus membuat rencana supaya dia bisa kembali bersama." ucap Julius sambil tersenyum licik.
Countine...