I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Peringatan Terakhir Dimitri



" Sayangnya saya tidak mau menghabiskan waktu bersama mu sekarang silahkan kau meninggalkan istana ini. Jangan sampai pernah datang lagi ke sini tanpa seizin saya dan Ibunda jika kau bersikeras membuatnya masuk lagi. Jangan harap saya akan membiarkannya. Ingat kau bukan seorang Ratu lagi karena sayalah penguasanya di sini." ucap Dimitri memperingatkan Emily dan Julie.


Ibu Ratu Emily mendengarnya langsung memandang tajam Dimitri dan sontak memukul meja dengan kuat.


BRAK...


" Kau tidak bisa melakukan ini Dimitri kau adalah puteraku, dan seharusnya kau membayar jasamu atas membesarkan mu selama ini." ucap Emily mengancam Dimitri.


Dimitri yang mendengarnya terdiam sejenak sambil memperhatikan Aresta dan Silas keluarganya sekarang. Dirinya akan terus berada di sisi mereka untuk selamanya.


" Jika saya bisa memilih akan saya pilih sekarang. Saya tahu siapa yang melakukan nya penusukan kepada Aresta." ucap Dimitri yang membuat ekspresi wajah Emily yang awalnya marah langsung pucat.


" A..pa maksud ucapan mu Dimitri, Ibunda tidak mengerti?" tanya Emily yang berbicara dengan terbata-bata.


Dimitri hanya tersenyum sebelum mengarahkan isyarat kepada Aresta untuk keluar membawa Silas. Dimitri tidak ingin Silas mengetahui semuanya tentang keluarganya mengingat usianya masih sangat muda dirinya akan pernah membiarkan hidup anaknya sepertinya.


Aresta yang mengerti langsung menggendong Silas dan membawanya keluar dari ruang makan sepertinya untuk hari ini makan malam nya akan di tunda.


Setelah melihat Aresta sudah pergi sambil membawa Silas. Pandangan Dimitri yang awalnya lembut menjadi dingin terus menatap tajam ke arah ibundanya dan Julie.


" Julie jika kau ingin pergi sekarang pergilah. Jika kau terus berada di sini sampai mana kesabaran saya bertahan untuk tidak melakukan sesuatu yang akan anda sesali." ucap Dimitri dengan nada mengancam.


Julie yang melihat bahwa Dimitri sudah serius dari tatapannya yang sangat tajam dan dingin. Julie tidak mau nasibnya serta keluarga nya Countess Vicon yang sekarang hidupnya hancur. Sebab Raja Dimitri dengan kejamnya mencabut gelar wanita tua itu dan tidak membiarkan mereka berurusan dengan pemerintah lagi. Mengingat keluarga Countess Vicon berfokus kepada pemerintahan. Keluarga Vicon sangat menyukai kekuasaan selama beratus-ratus tahun lalu dengan membuat janji dengan Raja. Sekarang keluarga itu hanya tinggal nama.


" Baik, Yang Mulia saya akan pergi sekarang dan ingat satu hal saya tidak akan pernah melepaskan anda dari saya." ucap Julie membungkuk hormat sebelum pergi meninggalkan ruang makan.


Dimitri hanya menatap kepergian Julie dengan pandangan tajam. Dirinya tahu bahwa Julie akan selalu mengambil langkah-langkah untuk mendapatkan tahta Ratu dan Dimitri tidak akan pernah melakukannya tahta itu hanya cocok untuk dimiliki Aresta saja.


Dimitri kembali menatap ibundanya yang ekspresi wajahnya sudah kusut. Hal itu membuat nya sedikit menyukainya melihat ibundanya tidak ada sekutu untuk mendukungnya.


" Ini peringatan terakhir Ibunda jika anda melakukan sesuatu kepada calon isteri serta anakku. Saya tidak akan segan-segan melakukan hukuman 1 untuk anda." ucap Dimitri membalikkan badannya berjalan pergi.


Tapi sebelum Dimitri mencapai pintu dirinya mendengar suara Emily.


" Anda tidak bisa melakukan ini saya ibu kandung mu dan anda telah melakukan kesalahan besar memilih wanita rendahan itu." ucap Emily dengan keras.


Dimitri hanya tersenyum tipis tidak mudah untuk mengubah pikiran ibundanya yang sudah memiliki pandangan tradisional. Dimana kalangan atas selalu berkuasa daripada kalangan bawah.


" Saya tidak akan pernah menyesalinya karena Aresta sudah membuktikan menjadi seorang ibu yang lebih baik daripada anda." ucap Dimitri sebelum membuka pintu ruang makan dan pergi.


Emily mendengarnya mengepalkan tangannya.


" Awas kau Aresta wanita ular." ucap Emily dengan pandangan benci terlukis di wajahnya.


Countine....