I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Mencari Identitas nya



Sedangkan di sisi lain Dimitri dibuat terkejut melihat kehadiran wanita yang menghabiskan malam bersama 4 tahun lalu. Entah mengapa melihat tatapan matanya membuat Dimitri merasa nyaman yang sudah lama dirinya rasakan atau hampir tidak pernah ia rasakan selama hidupnya.


Tapi yang menjadi pertanyaan mengapa wanita tersebut merasa takut melihatnya apa ada sesuatu yang ia sembunyikan pikir Dimitri.


" Rey, cari tahu identitas para perawat di rumah sakit ini saya tunggu laporannya dalam 15 menit." ucap Dimitri yang memerintah Reymond sebelum berjalan masuk ke dalam ruangannya.


Reymond hanya bisa bersabar menghadapi sikap otoriter dari majikan nya dan sekarang dia harus bertemu dengan pemimpin yang mengurus rumah sakit ini.


Sampai di ruangan Dimitri ia melihat desain ruangan yang tidak cukup besar tapi membuatnya terkesan elegan dengan perpaduan warnah hitam dan hijau. Dimitri menduduki kursinya sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan kepada wanita itu.


" Akhirnya setelah 4 tahun aku menemukanmu, Apa yang harus aku lakukan ya untuk membuatnya selalu berada di sisiku. Apa menghabiskan waktu bersama lagi." ucap Dimitri sambil bersmirk.


...****************...


Selama bekerja Aresta sama sekali tidak fokus karena pikirannya tertuju ke pria yang sama sekali tidak di harapkan kehadirannya. Tetapi itu tidak jadi masalah jika pria itu tidak memperhatikan nya. Lagipula dia tidak mungkin juga berada lama di sini mengingat tugasnya sebagai seorang pemimpin hal itu membuat keuntungan sendiri bagi Aresta.


" Aresta, apa kamu mau makan siang di kantin bersama?" tanya Maria menawarkan Aresta makan siang bersama.


" Tidak, aku harus kembali ke ruang rawat Silas ini waktu nya makan siang." ucap Aresta yang menolak tawaran Maria secara halus.


" Kalau begitu ajak saja Silas makan bersama, lagipula sekarang kondisinya sudah pulih." ucap Maria yang menawarkan Silas untuk ikut.


Aresta mengerutkan keningnya berpikir dengan tawaran Maria.


" Jika aku menolaknya merasa tidak enak mengingat Maria salah satu orang baik kepadaku. Tetapi di sisi lain pria itu masih berada di sini aku tidak mungkin mempertemukannya dengan Silas. Aku bingung." batin Aresta yang sedang berperang dalam batin nya.


" Huh... baiklah setidaknya Silas butuh udara segar buat berkeliling." ucap Aresta dengan menghela nafasnya menerima tawaran Maria.


Ceklek...


Mendengar suara pintu di ruangannya terbuka membuat Silas menghentikan membacanya senyum tipis terbit di wajahnya melihat siapa masuk ke dalam ruangan nya.


" Mother." ucap Silas yang memanggil Aresta dengan sebutan Mother.


Inilah yang di rindukan Silas selama dalam kehidupannya di masa lalu sejak saat dimana dia mengetahui semuanya. Ia terus berharap bahwa Mother nya selalu berada di sisinya meskipun itu hal yang tidak mungkin terjadi. Tetapi sekarang keinginan nya bukan sebuah khayalan semata melihat senyumannya membuat Silas merasa senang.


Aresta mengerutkan keningnya mendengar panggilan Silas kepadanya berubah tetap saja tidak terlalu memasalahkan nya asalkan Anaknya nyaman.


" Silas, Mommy ingin mengajak makan siang bersama dengan Perawat Maria. Apa Silas mau?" tanya Aresta dengan canggung.


" Tentu saja Mother." ucap Silas yang menerima tawaran Aresta.


.


.


.


" Bagaimana apa kau sudah mendapatkan informasinya.....


Countine...