
" Aku pulang." ucap David yang tiba-tiba saja terdiam ketika melihat Aresta berdiri di kamar.
Memang tidak ada salahnya mengingat Aresta selalu menunggu nya pulang setiap dia tidak bisa pulang bersama. Tapi kali ini David di kejutkan dengan penampilan Aresta yang terlihat cantik dan seksi. Aresta mengenakan lingerie berwarna merah dan rambutnya yang sepanjang sepunggung di biarkan tergerai seperti seorang Dewi.
David dengan langkah pelan-pelan mendekati Aresta sebelum kedua tangannya memeluk pinggangnya.
" Kau sangat cantik sayang." ucap David sambil menaruh kepalanya di leher Aresta dan memberikan beberapa kecupan.
Sedangkan Aresta hanya memejamkan mata menikmati sentuhan dari David dirinya mengigit bibirnya berusaha menahan suaranya.
Setelah puas mencium leher Aresta dengan gerakan pelan David membalikan badannya.
" Oh Aresta...apa kau yakin sudah siap untuk malam ini?" tanya David dengan ragu karena tidak mau memaksa kehendak isterinya.
Memang selama ini David tidak pernah menyentuh Aresta mengingat isterinya memiliki trauma selama bertahun-tahun ketika menghabiskan satu malam dengan seorang Raja. David mengepalkan tangannya secara diam-diam andaikan pria itu bukan Raja mungkin sekarang dia akan membunuhnya setelah memberikan luka hati kepada isterinya.
Aresta tidak bisa menyembunyikan perasaan haru nya meski dirinya sempat kecewa dengan David. Tapi entah mengapa Aresta yakin bahwa David tidak akan berani mengkhianatinya. Apalagi David begitu sabar menunggunya selama dua tahun ini.
Dengan perasaan yakin akhirnya Aresta menggangguk kepalanya dengan pelan sambil menyembunyikan rona merah di kedua pipi nya.
David yang melihatnya terkejut sebelum kemudian memberikan seringainya.
" Akhirnya aku tidak bisa menahan rasa gembira ini Aresta, Jadi..." ucap David menggantung ucapannya dan menggendong Aresta ala pengantin.
Membuat Aresta secara refleks berteriak dan menepuk bahu David dengan pelan.
" David." ucap Aresta yang kesal tapi tidak urung wajahnya semakin merona ketika tubuhnya dengan perlahan di turunkan di atas ranjang.
Aresta menatap David yang berada di atas nya dan memegang wajahnya dengan tangannya.
" Terima kasih karena telah menungguku David." ucap Aresta dengan lembut sebelum memberikan ciuman kepada David.
David yang terkejut dengan serangan secara mendadak perlahan mulai rileks dan kemudian membalas ciuman nya.
...****************...
Aresta mengeram sambil membalikan badannya dan tiba-tiba saja ada sepasang tangan memeluk pinggangnya.
Membuatnya membuka matanya senyumannya langsung terbit melihat David tertidur di sampingnya. Akhirnya dia merasakan perasaan lega bahwa sekarang dirinya sudah milik David seutuhnya.
Aresta bisa menghindari takdir yang kejam terhadap dirinya dan juga puteranya. Dirinya yang seharusnya sudah mati sekarang bahagia dengan memilik suami, anak, dan calon anak-anaknya bersama David.
David yang berada di sampingnya bangun melihat Aresta.
" Selamat pagi sayang." ucap David sambil memberikan sebuah kecupan kepada Aresta.
Aresta yang mendapat serangan dadakan terkejut.
" David, kau membuatku terkejut." ucap Aresta sambil memukul dada David.
David yang melihatnya hanya tertawa sambil memperat pelukannya.
" Aku sangat bahagia akhirnya kita bersatu." ucap David dengan mata berbinar.
Aresta hanya tersenyum sambil memeluk erat David.
" Aku juga senang, tapi apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Aresta dengan ragu.
David yang melihatnya langsung menggangguk kepalanya.
" Apa kau memiliki hubungan dengan wanita lain?" tanya Aresta sambil menatap mata David.
David yang mendengarnya terdiam kaku tapi matanya menatap Aresta terkejut.
Countine...