
Sepertinya mereka tidak menyadari apa yang terjadi beberapa jam itu, dan orang suruhan kita mati di tangan Raja Dimitri...Jadi apa yang harus kita lakukan Mr Carabelle." tanya nya.
Sedangkan pria paruh baya yang ternyata Julius Carabelle hanya menunjukkan senyum liciknya membuat asistennya yang melihatnya sedikit ketakutan.
" Kita bisa menunggu lagipula ini cuma gertakan saja pada Raja yang telah berani merendahkan keluarga Carabelle. Sepatutnya sekarang dia harus belajar untuk menghormati keluarga kami." ucap Julius Carabelle sambil menggoyangkan gelas kaca nya yang berisi bir.
" Jadi bagaimana bisnis kita, Apa ada masalah?" tanya Julius kepada asistennya.
" Sama sekali tidak Tuan, kapal kami berhasil mengelabui petugas untuk masuk ke dalam. Sepertinya susah kemungkinan bahwa Raja akan mengetahuinya." jawab assiten nya yang masih setia membungkuk.
Tidak lama kemudian terdengar suara tawa Julius Carabelle.
" Hahahaha...bagus... sepertinya memang raja itu bodoh karena tidak mengetahui rencana kita. Sekarang kita harus menyingkirkan penghalang diantara Raja dan puteriku. Kita harus menyingkirkan wanita itu berserta putera nya." ucap Julius sambil tersenyum senang dengan banyak rencana tersusun di otaknya.
...****************...
Sedangkan Dimitri setelah memastikan Aresta dan Silas tertidur. Dimitri memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya untuk berbicara dengan Reymond.
Sampai di ruang kerjanya Dimitri melihat Reymond yang sudah berdiri menyambut nya.
" Selamat malam Rey." ucap Dimitri menyapa Reymond.
" Selamat malam juga untuk anda, Yang Mulia." ucap Reymond membalas sapaan Dimitri dengan sopan.
Setelah itu Dimitri duduk di kursi kerjanya dengan Reymond yang berdiri di seberangnya.
" Jadi, apa kau sudah melaksanakan tugas dariku?" tanya Dimitri yang mulai serius.
" Sesuai permintaan anda, Yang Mulia. Kami sama sekali tidak mencegah kapal itu untuk masuk ke pelabuhan Epitopia. Meskipun kita tidak melakukannya mereka pasti bisa menerobos masuk tanpa masuk jeratan hukum." ucap Reymond menerangkan.
" Aku harus segera menangkap mu supaya hidupku menjadi aman." ucap Dimitri pelan sebelum kemudian berdiri dari kursinya.
" Rey lebih baik kau sekarang beristirahat saja aku akan kembali ke kamar ku." ucap Dimitri kepada Reymond.
Reymond menggangguk kepalanya sambil membungkuk.
" Baiklah, Yang Mulia. selamat beristirahat." ucap Reymond.
Dimitri hanya menggangguk tanpa mengatakan apapun dia pergi meninggalkan ruang kerjanya. Suasana lorong yang gelap sama sekali tidak membuat Dimitri ketakutan malah dia hanya berjalan lurus ke depan dengan pandangan datar.
Tiba-tiba saja Dimitri mendengar suara orang yang sedang berdebat. Dirinya yang penasaran kemudian langsung mengikuti asal suara itu berasal.
Kemudian Dimitri melihat dua orang yang sepertinya berpakaian pelayan sedang berdebat. Karena tidak ingin ketahuan Dimitri memilih menyembunyikan diri di balik tiang-tiang sambil mendengarkan perdebatan tersebut.
Selama mendengar nya Dimitri tidak bisa menahan emosinya ingin sekali dia menghampiri mereka berdua dan memasukannya ke penjara serta menyiksanya yang berani mencoba melukai keluarganya.
Selesai dua orang itu bercakap-cakap dan pergi. Baru Dimitri keluar dari persembunyian nya dengan ekspresi dingin dan senyum menyeringai terbentuk di wajahnya.
" Sepertinya mereka ingin bermain dengan ku." ucap Dimitri pelan.
Keesokan harinya Dimitri yang mau sarapan bersama Aresta, Silas, dan Emily memperhatikan pelayan yang menyajikan makanan di atas meja.
Ketika pelayan itu mau menaruh makanan di atas piring Silas. Tiba-tiba saja Dimitri membuka mulutnya.
" Kenapa kau tidak mencoba makanan Pangeran, pelayan?" tanya Dimitri yang membuat bingung semua nya.
Countine....