I Want To See My Son Again

I Want To See My Son Again
Percakapan Panas Dimitri dan Emily



" Apa aku harus membuat konferensi pers?" tanya Dimitri melihat berita yang menunjukkan gambar nya bersama Aresta dan Silas. Ketika mengunjungi sekolah Hanggleton.


" Benar, Yang Mulia. semua orang ingin mengetahui siapa Nona Aresta dan Pangeran Silas. Ini bisa membantu mereka untuk mendapatkan hati rakyat." ucap Reymond menjelaskan nya.


Dimitri menggangguk kepalanya sepertinya dirinya memang harus mempercepat konferensi pers tentang status Silas dan status pertunangan nya bersama Aresta.


" Baiklah besok adakan konferensi pada pukul 10 pagi dan pastikan hanya beberapa wartawan yang akan memberitakannya. Karena aku tidak ingin ada penyusup." ucap Dimitri mengambil keputusan nya untuk memperkenalkan Aresta dan Silas kepada seluruh rakyat Epitopia.


" Saya laksanakan perintah anda, Yang Mulia." ucap Reymond sambil membungkuk.


Ceklek...


Tiba-tiba saja ada seseorang yang memasuki ruang kerja Dimitri dengan gaya nya angkuhnya menghampirinya.


" Apa yang ingin Ibunda lakukan di sini?" tanya Dimitri sambil menatap ibundanya yang memasang ekspresi marah.


Setelah itu tiba-tiba saja Emily melemparkan koran di atas meja membuat Dimitri dan Reymond sontak terkejut.


" APA MAKSUD BERITA INI DIMITRI KAU MEMBAWA WANITA DAN ANAK ITU KE DEPAN UMUM. APA KAU TIDAK PUNYA OTAK UNTUK MEMIKIRKAN YANG TERJADI KE DEPANNYA?" tanya Emily berteriak keras tepat di wajah Dimitri.


Tapi Dimitri tetap memasang ekspresi datar dan menyuruh Reymond untuk pergi.


Reymond yang mengerti tatapan tersebut menggangguk kepalanya sebelum berjalan pergi.


" Memang itu masalah bagi anda, lagipula saya memperkenalkan calon isteri dan anak kandung ku. Jadi tidak perlu menjadi masalah." jawab Dimitri dengan santai.


Penjelasan dari Dimitri sama sekali tidak meruntuhkan tekat Emily untuk memisahkan mereka.


Tentu saja Dimitri yang mendengarnya ekspresi wajahnya sudah marah dan spontan memukul meja kerjanya dengan keras.


Brak...


Emily yang tadinya tersenyum kemenangan karena mengira berhasil menghasut Dimitri. Langsung dibuat ketakutan melihat ekspresi marah Dimitri.


" Kau membuatku semakin muak Ibunda, Jika saja saat ini saya belum memberitahu kepada rakyat mengenai Aresta dan Silas. Mungkin aku akan membuang mu ke istana lama seperti dua tahun lalu. Tapi sayangnya itu tidak boleh terjadi karena melihat keluarga kerajaan bersikap acuh hal itu bisa menimbulkan berita negatif. Benarkah Ibunda." ucap Dimitri sambil menyeringai.


Emily terdiam sejenak sebelum kemudian menggangguk kepalanya karena ucapan Dimitri semuanya benar.


" Kau akan menyesalinya karena telah memilih wanita itu." ucap Emily dengan tatapan tajam.


" Aku tidak akan menyesalinya untuk mengatakan kepada mu untuk kesekian kalinya. Aku tidak akan pernah menyesalinya." ucap Dimitri dengan tatapan penuh tekad.


Emily yang mendengarnya hanya bisa menundukkan kepalanya karena aura Dimitri yang cukup pekat seperti ayahnya.


Melihat ibunya ketakutan sama sekali tidak membuat Dimitri goyah dirinya berpikir ibunya harus berubah untuk mempertahankan keluarganya. Jika dengan terpaksa Dimitri akan melakukan sesuatu untuk menjauhkan ibunya dari Aresta dan Silas.


" Jika sudah selesai silahkan keluar dan renungkan semua percakapan kita tadi ibu." ucap Dimitri yang berdiri dari kursinya berjalan menuju ke jendela.


Emily yang ingin berbicara lagi terdiam sebelum kemudian membalikkan badannya.


" Ibunda hanya ingin kau mendapatkan kebahagiaan mu, dan Ibunda yakin bahwa wanita itu tidak baik untukmu ingat itu." ucap Emily sebelun kemudian pergi meninggalkan ruang kerja Dimitri.


Countine...