
Apalagi Aresta melihat bahwa Dimitri dan Silas mengenakan kacamata hitam serta memasukan kedua tangannya ke dalam celana bahan berwarna hitam.
Tapi Aresta hanya mendiamkan saja dirinya merasa risih dengan banyak wartawan yang berusaha mengambil gambar nya. Tiba-tiba saja Aresta merasakan telapak tangannya di genggam dan ketika ia menoleh ternyata tangan Dimitri yang menggenggam tangannya dengan erat.
" Tenanglah aku ada di sini melindungi kalian." ucap Dimitri dengan mengeluarkan suara pelan hanya bisa di dengar oleh Aresta.
Entah apa yang terjadi pada Aresta dirinya merasa percaya bahwa Dimitri akan melindunginya ia pun hanya menggangguk kepalanya.
Para wartawan semuanya berkumpul dan mengerumuni Dimitri dan Aresta yang saling tatap menatap. Berusaha mengambil gambar mereka karena jarang saja Raja Dimitri berdekatan dengan wanita selain mantan tunangannya. Apalagi yang lebih membuat mereka heran sekaligus terkejut karena Raja Dimitri membawa seorang anak perkiraan berusia 7 tahun yang mirip sekali dengan nya.
Hal itu semakin membuat wartawan gencar untuk mendapatkan informasi nya.
" Yang Mulia, selamat datang kembali."
" Raja bisa di jelaskan siapa wanita dan anak laki-laki itu?"
" Mengapa anak laki-laki itu mirip sekali dengan anda."
Mendengar banyak pertanyaan Dimitri sama sekali tidak berniat menjawabnya sampai seorang wartawan tiba-tiba saja menerobos melewati pengawal mendekati Raja Dimitri dan Aresta.
" Permisi, Yang Mulia Raja. saya ingin bertanya siapa wanita dan anak laki-laki itu. Apa dia adalah isteri dan anak anda?" tanya wartawan yang berjenis kelamin perempuan sambil menyodorkan mic kepada Dimitri.
Dimitri langsung menghalangi Aresta dan Silas dengan tubuhnya serta menatap dingin ke arah wartawan perempuan itu. Membuat wartawan itu tanpa sadar memundurkan langkahnya menatap takut ke arah nya.
" Ingat saya tidak suka bahwa seseorang sengaja menghalangi jalan saya. Saya tidak akan menjawab pertanyaan anda sampai konferensi pers. Jika kalian memberikan berita palsu tentang calon isteri dan anak ku. Kalian akan mendapatkan balasannya." ucap Dimitri memberikan peringatan kepada bukan kepada wartawan perempuan itu saja melainkan semua nya.
Kemudian Dimitri mengangkat tubuh Silas untuk di gendong salah satu tangannya dan satu nya lagi ia buat untuk menarik pelan tangan Aresta menuju ke arah mobil hitam yang sudah di sediakan.
Diikuti Reymond yang duduk di depan kemudi. Dimitri yang sudah memastikan Aresta dan Silas duduk nyaman menyuruh Reymond untuk sopir menjalankan mobilnya.
Sedangkan Aresta masih tampak syok dengan banyaknya wartawan tadi.
" Apa biasanya kau di ikuti oleh mereka?" tanya Aresta spontan.
Dimitri yang mendengarnya tertawa pelan sambil melihat Aresta.
" Tentu saja kau tahu siapa aku, dan ini merupakan negara kecil maka nya jika tidak ada berita bagus untuk di liput. Pastinya mereka menyuruh paparazi untuk memotret ku mencari kesalahan ku." ucap Dimitri sambil mengambil sebotol anggur dan menuangkan kedua gelas.
Sebelum menyerahkannya kepada Aresta yang menatapnya bingung.
" Apa kau yakin ingin minum di jam sekarang?" tanya Aresta yang bingung sebab ia tidak mau mabuk dan membuat masalah.
" Tidak masalah kita hanya minum segelas. Lagipula sebentar kita akan menghadapi yang lebih besar." ucap Dimitri memberitahu Aresta dan tetap menyuruh Aresta untuk meminumnya.
Aresta yang mendengarnya menggangguk kepalanya sepertinya tidak salah minum segelas saja. Ketika ia meminum nya tiba-tiba Silas berbicara yang membuatnya terkejut.
" Apa itu Mother sepertinya enak, apa Silas boleh mencobanya?" tanya Silas sambil tersenyum polos.
Countine...